Ke PASAR

Salah satu hal yang saya akan lakukan di 2018 ini adalah menyiapkan makanan sendiri sesering mungkin. Oleh karena itu, belanja sayur adalah hal yang tidak terhindarkan. Beruntunglah saya tinggal didaerah yang memberikan banyak pilihan untuk belanja. Mulai dari yang modern seperti Ranch Market, Foodhall, Hypermart, hingga pasar.

Sebenarnya memang paling nyaman belanja di supermarket seperti yang saya sebut diatas. Tempatnya bersih dan adem, dan barang yang aneh-aneh pun ada. Bukannya tidak suka pasar, namun terus terang saya hanya mencari kenyamanan saja, hehehehe. Namun karena harus mempertimbangkan budget, saya berusaha mencari alternative lain. Seperti pagi ini, akhirnya saya pun memutuskan belanja salah satu pasar didekat tempat saya tinggal: Pasar Puri. Bersama BYN, tetangga, kami pun pergi ke pasar bersama. Kalau BYN aka Bu Yuni sih sudah langganan, jadi beliau adalah guide saya pagi itu.

Lokasi Pasar Puri benar-benar dekat, mungkin hanya 1 km saja. Namun, serius, saya belum pernah kesini :D. Begitu masuk, saya pun langsung suka. Hihihi, gimana enggak,  Pasar Puri ini pasar modern. Bersih, sayurnya pun lengkap banget. Mau yang biasa, organik, ada. Mana segar-segar dan pilihan semua. Lauk pauk segar seperti tahu, tempe, daging, ayam, ikan, seafoods, juga lengkap. Apalagi JAJANAN. ADA semua!

Ya sudah, saya pun langsung mengeluarkan catatan dan segera beli ini dan itu. Ada juga yang gak sesuai catatan, sih… hehehehe… Lengkap lah belanjaan saya hari itu: sayur-sayuran, buah-buahan, dan juga lauk pauk. Kira-kira cukup lah buat seminggu.. Dari segi harga memang tidak begitu jauh bedanya dengan supermarket menengah (bukan yang premium). Namun, pilihan dipasar ini banyak dan tetap lebih murah.

Usai belanja, tentu saja kami tidak melewatkan untuk jajan. Hahahaha, iya, karena sewaktu akan parkir saya melihat sebuah kedai kopi. Yaaaa…. gimana saya gak tergoda dengan kedai kopi klasik… Hehehe. Namanya “Kedai Kopi Uncle Cun“. Berhubung saya kelaparan, selain memesan kopi susu, saya juga memesan kwetiau goreng seafood. Sedang BYN memilih eskopi dan kegoda juga memesan semangkuk pangsit kuah :D. Sebenarnya di kedai ini menu favoritnya adalah bakmi kepiting dan juga nasi kari pontianak, hanya saja, pagi itu saya pinginnya kwetiau goreng. Jadi ada alasan untuk kembali, bukan? Hehehehehe….

Ketika tersaji… Wooooow kopi susunya enakkkkk! Rasa khas kopi susu klasik yang selalu ngangenin itu…. Kwetiaunya juga enak, gak mengecewakan lah. Harganya juga terjangkau: 35 ribu untuk kwetiau, dan 14 ribu untuk kopi susu. Waaaahhh… rasanya senang banget. Saya pun bilang ke BYN, “kalau ada kawan maen dan ngajak ngopi, akan saya ajak kesini aja deh, bu. Murah meriah, enak, dan gak kalah sama kopi-kopi mahal… Otentiiiik!

IMG_3820

Jadi, begitulah pengalaman hari ini. Satu hal yang saya pelajari adalah:

jangan males eksplorasi sekitarmu. Kadang kala, ada kebahagiaan tak terduga yang bisa ditemukan disitu.

 

Happy Sunday, Peops!

 

/katagita

Iklan

aku terpukau (tapi tidak terlena)

TERPUKAU

Aku memang belum beruntung/Untuk menjatuhkan hatimu/Aku masih belum beruntung/Namun tinggi harapanku/Tuk hidup berdua denganmu

Aku sempurna denganmu/Ku ingin habiskan sisa umurku/Tuhan jadikanlah dia jodohku/Hanya dia yang membuat aku terpukau

Hohoho.. tulisan kali ini saya buka dengan lagu favorit saya yang lain: TERPUKAU. Lagu ini adalah lagu tumpahan perasaan, lagu pengharapan. Impian akan kondisi ideal. Terdengar menye-menye agak lebai, tapi kadang memang begitu adanya. and it’s ok, bukankah harapan itu yang bikin kita hidup?

Nah, yang jadi tantangan adalah, bagaimana supaya kondisi ideal harapan kita itu tidak lantas menjadikan kita berambisi bahwa hanya itu satu-satunya cara kita bahagia. Ingat, yang namanya kebahagiaan itu gak pernah bersyarat. Dan, ketika kondisi ideal itu belum tercapai, kita gak perlu sedih. Tidak selalu harus x untuk y.

Nah, hal yang sama untuk teman-teman yang mendamba kondisi tubuh ideal. Sangking pengennya lalu berdiet mati-matian. Berdiet gila-gilaan. Berdiet bodoh-bodohan. Kenapa saya mention yang terakhir (bodoh) karena kadang saking pengennya langsing kita lantas sekedar ikut-ikutan (biasanya kata teman), padahal setiap orang kan design dan keadaan dirinya beda-beda hehehe. Yang paling bikin prihatin adalah ketika merasa: huhu aku ga cantik kalo belum langsing. Atau karena aku gendut, aku jelek (dan tidak berprestasi), lalu tidak percaya diri berekspresi. Duuuh!

Saya sih setuju, kita musti mengusahakan kondisi ideal tubuh kita, dengan alasan kesehatan. Tapi ingat, jangan jadikan itu sebagai beban ya. Mengatur makan oke, tapi nggak perlu lah diet-diet yang merepotkan. Sederhana kok caranya supaya hidup sehat, cantik, dan punya hari-hari yang menyenangkan..

  1. Makan makanan paling mendekati bentuk aslinya. Kurang-kurangin deh: gula garam yang kebanyakan, juga makanan-makanan olahan. Persering menyiapkan makanan sendiri. Gak ribet kok, asal tau caraya (ini saya meminjam kata-kata bu Inge Tumiwa-Bachren, praktisi hidup sehat).

  2. Banyak minum air putih ketimbang minuman warna warni dan yang kita gak tau dari apa asalnya itu… Selain bermanfaat, air putih murah, dan membantu kita memantau rasa lapar…

  3. Banyak gerak! Hayoo jangan mager. Ingat tubuh kita didesain untuk bergerak, bukan duduk duduk gembira saja.

  4. Olahragaaaa… hohoho, ga ada alasan gak sempat. Olahraga 10 menit sehari juga oke. Gimana caranya? Aduuh di youtube banyak!

  5. MAKANLAH KETIKA LAPAR, BERHENTI SEBELUM KENYANG, dan SELALU NIKMATI MAKANANMU!

  6. Cukup TIDUR!! Ini yang saya suka heran, banyak yang suka tidur terlambat tanpa alasan. Padahal bagi saya tidur itu…….. LOVE. Tidur memang terbukti membantu menjaga metabolisme tubuh kita, selain alasan-alasan baik yang lain.

  7. BE HAPPY. tapi jangan lebai juga, karena kesenengan juga suka bikin kita lupa diri, hhihi (nih ada jurnalnya)

Apa lagi ya? Aduuh intinya sih tips-tips klasik saja… Dengan mengaplikasikan itu saja kayaknya hidup akan baik-baik saja, kok.

Yasudah itu dulu, ya.. Selamat malammingguan…

 

(nerusin nyanyi ah)

Denganmu aku sempurna………….Denganmu ku ingin habiskan sisa umurku………….

Tuhan jadikanlah dia jodohku……….

Hanya dia yang membuat…………………

aku terpukau

love,

/katagita

 

What did you do to make sense of the world?

Krisis eksistensialis, begitulah saya menyebutnya ketika tidak bisa lagi menjelaskan dengan akal sehat saya, bagaimana saya harus memaknai dunia untuk menghadapinya. Kalau sudah begini yang saya lakukan biasanya adalah berhenti sejenak dari apapun itu. Disconnect. Bisa kemudian saya diam saja tidak melakukan apa-apa, bisa juga dengan melakukan hal yang sama sekali lain dari saat itu, intinya get disconnected for a while. Kenapa? Untuk memgambil jarak. Ngenggar-enggar penggalih, kata orang jawa (eh kayaknya saya pernah nulis soal ini disini). Kalau sudah demikian, biasanya saya merasa lebih baik dan berpikir waras: bahwa saya gak perlu gimana-gimana, jalani dan hadapi saja dengan baik dan senang maka kita akan senang, karena itu semua adalah pilihan dan jadi keputusan kita sendiri. Pengen nangis, silakan, namun setelah itu kembali, hadapi, dan jalani. Sekali lagi senang, susah, kita sendiri kok yang menentukan.

Wahaha, prolognya bikin pusing ya, intinya semua ini tergantung mindset kita. Dan mindset inilah yang akan jadi bahasan saya kali ini.

mind-clipart-mindset-15

Kita mungkin sudah familiar dengan mindset. Nah ternyata selain membantu kita make sense of this world dan tetap waras, mindset ini juga membantu mereka yang suka diet agar tidak fail saat diet. Jadi, menurut penelitian, mereka yang tukang diet dengan mindset “sehat”, lebih tidak gampang ”jatuh” ketika ada makanan makanan lezat menggoda dibandingkan mereka dengan mindset “senang”.  Heh? Iya. Pertama, mindset itu sesuatu yang bisa kita bangun. Saat sedang diet, bangun mindset tentang kenapa sih kamu diet, dan pilihkan mindset sehat. Bayangkan apa yang terjadi kalau kamu jadi sehat karena dietmu itu. Hal ini ternyata membuatmu lebih bisa bertahan dengan dietmu. Kedua, ternyata tema mindset itu juga mempengaruhi seberapa efektif hal tersebut mempengaruhi kita. 

Untuk bertahan dalam diet. Hahahaha, bertahan. Kayak lagi perang aja ya. Ya, karena yang namanya dieter itu berat, say. Kalau kamu gak kuat, bisa-bisa kamu malah terjerembab lubang.

Heh, apa lagi iniii?  

Hohoho, kalau kalian rajin baca tulisan saya, pasti kalian setuju kalo sebaiknya sih kita gak usah diet-dietan. Kalaupun mau diet, harus ada batas waktunya, enggak bisa terus-terusan. Kenapa? Sederhana, kita gak suka diatur-atur. Ketika kelamaan tertekan dalam diet, maka bisa jadi suatu hari kita malah balas dendam. Hahaha, gak usah nunggu lama-lama pun kadang kejadian juga, kan? Siapa yang suka nahan-nahan makan dari pagi sampe sore,,,, eh malemnya makan gila-gilaan? Hahahahaha… (opps ga maksud nyindir, loh).

Oleh karena itu, jika ingin mengatur berat badan, bukan dengan diet, tapi dengan mengubah gaya hidup kita. Makan ya ketika lapar. Berhenti sebelum kenyang. Pilih yang bernutrisi. Cukup gerak. Cukup istirahat. Atur stress. Udah, deh beres. Nanti yang lain-lain akan mengikuti. Yang jelas, hidup akan jadi lebih menyenangkan.

(Untuk menutup, saya mau kasih lirik lagu ”TRUE COLORS” dari soundtrack film Trolls. Kenapa lagu ini, karena lagu ini bikin saya tenang disaat merasa kurang baik. Who’s in the same boat?)

 

You with the sad eyes\ Don’t be discouraged, oh I realize\ It’s hard to take courage
In a world full of people \ You can lose sight of it all
The darkness inside you\ Can make you feel so small
Show me a smile then \ Don’t be unhappy
Can’t remember when \ I last saw you laughing
This world makes you crazy\ And you’ve taken all you can bear \ Just call me up\ ‘Cause I will always be there
And I see your true colors \ Shining through
I see your true colors \ And that’s why I love you
So don’t be afraid to let them show
Your true colorsTrue colors are beautiful
I see your true colors \ Shining through (true colors) \ I see your true colors
And that’s why I love you
So don’t be afraid to let them show
Your true colors
True colors are beautiful (they’re beautiful)
Like a rainbow
Oh oh

Hari Gizi Nasional 2018

IMG_3802

Hari ini adalah hari gizi nasional. Tema hari gizi tahun ini sendiri adalah pencegahan stunting dengan mewujudkan kemandirian keluarga selama 1000 hari pertama kehidupan. Mungkin kita jadi bertanya-tanya, stunting itu apa, sih?

Stunting ini adalah suatu kondisi yang ditimbulkan karena keadaan gizi kronis. Ciri yang paling mudah, anak yang mengalami stunting tinggi badannya jauh lebih rendah dari tinggi badan rata-rata anak diusianya. Selain kurang maksimalnya pertumbuhan fisik, stunting ini juga mengancam perkembangan kognitif anak.

Kita tentu tidak ingin hal-hal semacam ini terjadi pada generasi penerus bangsa ini. Bagaimana kita sanggup bersaing kalau dari segi fisik dan kognitif kita jauh tertinggal? Namun faktanya, prevalensi balita stunting masih cukup tinggi di Indonesia, yakni 37,2% (Riskesdas, 2013).

Lantas bagaimana kita bisa membantu memeranginya?

Pertama, tentu dengan cara seperti yang dijadikan tema hari gizi tahun ini: dengan sangat memperhatikan kualitas 1000 hari pertama kehidupan, yang dimulai dari sejak masih janin hingga usia 2 tahun. Asupan gizi yang berkualitas bagi ibu hamil dan menyusui, pemberian ASI eksklusif dan ASI hingga 2 tahun serta tentu saja: gizi yang berkualitas bagi anak.

Kedua, namun demikian, tidak hanya bagi ibu dan anak, perhatian pada asupan yang berkualitas seharusnya menjadi kebiasaan bagi setiap keluarga, sehingga kualitas kehidupan dan kesehatan pun terus dan menjadi lebih baik. Artinya kita perlu membangun kebiasaan hidup yang baik dikalangan keluarga. Bagaimanapun, keluarga ada pembentuk kebiasaan pertama bagi seseorang.

Tantangannya memang cukup banyak, apalagi saat ini kita hidup dilingkungan obesogenik, yakni lingkungan yang dipenuhi dengan makanan-makanan lezat namun terlalu tinggi  dan padat kalori, dan biasanya memiliki nilai gizi yang rendah.  Asal enak, memanjakan lidah, dan kenyang. Sialnya, sangat mudah bagi kita untuk mendapatkannya, bahkan hanya dengan ketikan jari, dibandingkan dengan saat mengusahakan makanan penuh gizi. Hal itu kemudian diperparah dengan keadaan lingkungan yang mengkondisikan kita semakin malas dan kurang gerak. Kombinasi antara gaya hidup sedenter plus kebanyakan makan, menjadi ancaman yang nyata namun tidak terlalu nampak serius. Tidak nampak serius dan bukan masalah saat ini, namun jika terus-terusan diikuti, akan menjadi bom waktu dikemudian hari.

Kalau sudah begini, menjadi tanggung jawab kita sendiri untuk kembali mengevaluasi kebiasaan kita sehari-hari. Apakah sudah bergizi makanan kita? Apakah sudah cukup gerak kita?

Apakah kita ingin hidup sehat dan berkualitas, kini serta nanti?

dan

Apakah sudah cukup usaha kita? 

 

Selamat Hari Gizi Nasional!

 

/katagita

Curhatan “expert”

Tanggal 9 Desember 2017 yang lalu saya dihubungi oleh seorang mahasiswa akuntasi dikampus tempat saya bekerja. Dia ingin mewawancarai saya, karena ternyata selain menjadi mahasiswa, dia juga partimer di sebuat halaman untuk remaja di sebuah koran. Kebetulan minggu ini tema tulisannya tentang makan, maka dia menghubungi saya (entah dari mana rekomendasinya, saya kok lupa nanya). Ketika saya tanyakan kapan (untuk bikin janji), ternyata yang bersangkutan meminta ASAP (on call) karena hasil wawancara harus selesai paling lama……….. KEESOKAN HARINYA.

Sebenarnya agak dongkol juga, eaaah, perlunya besok pagi, sorenya baru menghubungi. Padahal sore itu saya benar-benar packed dan lelah. Namun berhubung topiknya saya banget (makan), tentu saya usahakan yang terbaik. Dan jalan tengahnya adalah saya minta dia menuliskan pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan sehingga saya bisa jawab dengan tulisan, yang saya bisa lakukan anytime disela-sela kesibukan saya sore-malam itu.

Sejam kemudian dia pun mengirimkan daftar pertanyaannya. Syukurlah malamnya saya sempat memberikan jawaban saya. Besoknya dia menghubungi saya untuk meminta foto, konon untuk profil saya. Ya jelas saya carikan foto terbaik. Sayangnya foto yang cakep filenya kekecilan terus. Hahaha.. (oke kita skip aja bagian ini). Eh sorenya, dia mengajukan saya satu pertanyaan lagi, yang langsung saya jawab. Saya rasa sih jawaban saya cukup jelas, ya.

Si mbak ini kemudian meminta saya informasi tambahan tentang tips makan, maka saya pun kemudian memberikan alamat blog saya di www.katagita.com supaya dia bisa menemukan sendiri yang dia mau, karena di blog ini banyak banget kan tips tips makan… dan ya sudah, soal wawancara itu pun usai. Saya penasara bagaimana jadinya. Sayangnya saya tidak diberi unjuk draft tulisannya seperti apa.

Seminggu kemudian, tanggal 18 Desember 2017, dia menghubungi saya untuk memberikan tulisan yang sudah selesai dibuat dan dimuat. Senang sekali rasanya, karena saya yakin melalui ini saya sedikit derecognize oleh orang (yang membaca tentu saja 😀 ). Namun sayangnya, setelah membaca saya kecewa, karena menurut saya isinya ngacoo… Huhuhuhuhu….

Saya pun protes kepada ybs, mengapa isi artikelnya ngaco dan tidak nyambung begitu….. Konon katanya, dia mengira kalau yang di web itu masih bersangkutan. Ya memang masih bersangkutan, tapi yang mana dulu nihh… Gak asal juga kan.. Huhuhuhu.. Kemudian dia saya sarankan agar lain kali bisa ditunjukkan dulu artikelnya sebelum naik cetak. Kalau salah begini kan.. DUH!

Jadi, ini dia artikel yang dia tulis:

Screen Shot 2018-01-14 at 6.42.30 PM

Masukkan keterangan

Banyak Belum Tentu Nikmat?

MAKAN sepuasnya dengan sekali bayar? Jangan kasih kendor! Lahap terus! Hayo ngaku deh,
hal tersebut pasti ada dalam benak kamu saat melihat makanan yang menggoda selera. eits, tapi ternyata, nggak semua orang akan tergiur melihat makanan dengan porsi banyak lho. Penasaran? Simak yuk penjelasan Anggita dian Cahyani SPsi mA tentang hal itu.

menurut Anggita, konsep all you can eat yang lagi kekinian di kalangan remaja memiliki dua sisi yang bertolak belakang. dosen psikologi Universitas
Bina nusantara itu juga menuturkan, makanan yang terpampang secara banyak bisa ngebuat pengunjung jadi kenyang duluan lho.

’’Seseorang yang sedang menikmati makanannya terkadang terlena dan susah berhenti. Tanpa disadari menjadi mindless eating atau dalam sekejap bisa menghabiskan banyak makanan di luar porsinya,’’ kata Anggita.

nah, dalam dunia psikologi, hal tersebut disebut orthorexia nervosa atau lebih dikenal dengan nama on. Seseorang dengan kebiasaan itu memiliki obsesi yang nggak sehat terhadap makanan sehat. istilah lainnya adalah anorexia nervosa. ’’Biasanya, orang itu akan melihat dari sisi kuantitas makanannya. Kalau udah membeludak, dia akan menjauh serta merasa kenyang,’’ tutur perempuan penyuka soto ayam tersebut.
Selain itu, kebiasaan latah atau pengin ikutan tren mendorong masyarakat untuk ikut mencicipi konsep buffet itu. Padahal, makanan yang dipesan belum tentu habis dilahap. ’’Pentingnya eksistensi di media sosial juga memengaruhi masyarakat buat ikut mencoba resto ini. Padahal, diaa belum tentu suka dengan bentuk penyajian ini,’’ ucapnya.
di sisi lain, orang dengan makan yang kebanyakan juga nggak akan merasakan kenikmatan yang hakiki. Yup, kita malah merasakan begah enggak karuan karena makan berlebihan. ’’Prinsip makan paling sederhana kan karena lapar. Kalau udah berlebih, orang jadi cenderung mager (males gerak) dan bisa membuat kinerja melamban. Harusnya kita menyadari apa yang kita makan,’’ tuturnya. (khr/co1/hth)

———————————————————————————————————————————–

Diatas adalah tulisan yang dibuat dan dimuat. Terus terang agak pusing dengan tulisannya :D. Nah, bagian yang dimerah-merahi itu yang paling membuat saya gak habis pikir, karena saya tidak pernah bilang demikian. HUHUHUHUHU… Salah kaprah sekali ya, padahal ON kan bukan tentang itu (silakan baca artikel tentang ON di sini) ETAPI, lha kok bisa jadi begitu nyambungnya disitu….

Nah makanya, melalui tulisan ini saya hendak curhat sekaligus mengkonfirmasi supaya informasi yang diberikan tidak salah. Oleh karena itu pula saya merasa perlu menampilkan disini jawaban apa yang sebenarnya saya berikan saat itu.

Q adalah pertanyaan yang diberikan, A adalah jawaban yang saya tuliskan.

Q: 1. Konsep makanan all you can eat menyajikan makanan yg banyak umumnya bikik kenyang duluan, kok bisa bu? Hubungannya dengan psikolog seseorang apaa?

A: kata siapa? belum tentu. mungkin karena penyajiannya yang tidak menarik, makananya terlalu banyak, ini yang membuat orang menjadi merasa kenyang duluan. karena terlalu terekspos membuat kita overload. tapi pada umumnya justru all you can eat membuat orang makan lebih banyak.

2. Makan sepuasnya dengan waktu terbatas, biasanya makan akan lebih banyak dengan waktu yg cepat. Baik atau tidak?

A: ya benar, karena merasa boleh makan sepuasnya, biasanya juga harganya tidak murah, membuat orang “tidak mau rugi”. akhirnya menjadi maruk dengan makan sebanyak-banyaknya. disatu sisi ada batasan waktu, membuat mereka menjadi makan dengan cepat.
Akhirnya yang terjadi adalah “mindless eating”, atau makan tanpa disadari. tau-tau habis banyak, tau-tau kekenyangan… melebihi apa yg sebenarnya kita butuhkan. kira-kira yg seperti ini baik atau tidak?
apa yang terjadi kalau makan kebanyakan? yang jelas bukannya merasakan kenikmatan, malah begah tidak karuan. plus… kalau dibiarkan terus-terusan.. hmm ya ga heran kalo timbangan terus bergerak kekanan.

3. Krn konsep makan sepuasnya kadang masyarakat umum iseng icip2 makanan yg mrk kurang suka, apakah baik seperti itu?

A: Prinsip makan paling sederhana adalah makan karena lapar dan berhenti ketika sudah cukup, sebelum kekenyangan. Selain itu kita juga harus menyadari apa yang kita makan, atau dengan kata lain menikmatinya. Sehingga ketika perut kenyng kita bisa menangkap sinyal itu dan merasa cukup. kalau kita terus makan makanan yg tidak disukai, tidak bernutrisi, bahkan tidak dibutuhkan tubuh, sehingga tubuh protes dan kita tidak merasa puas, kira-kira kita akan cari makanan yang lain lagi gak? (walaupun sebenarny perut sudah penuh)

4. Konsep makanan ayce sedang hits di remaja jaman sekarang, banyak mrk akhirnya jd ikut2an kepo nyobaik makan di ayce, gimana pendapat ibu dgn kasus remaja kyk ginii?

A: Saya sendiri menggolongkan diri sebagai orang yang suka makan. Kadang sayang juga kepo dengan makanan baru. Namun, sebelum ikut-ikutan, sangat perlu menanyakan pada tubuh: 1) apakah memang sedang lapar? 2) apakah benar benar ingin makan makanan ini?

Nah andaikata ternyata makanannya enak sekali, kadang kita terlena dan susah berhenti. ini yg kurang tepat.

sekali lagi , be a mindful. icip-icip boleh, namanya juga icip, cuma sedikit. hehehehe. tp jangan sekedar terperdaya oleh mata dan tejajah oleh lidah. listen to your body, kapan anda harus makan dan kapan anda harus berhenti makan. terdengar mudah, tapi pada prakteknya perlu latihan dan pembiasaan. namun jika ini sudah jadi kebiasaan, your body will thank to you. dengan selalu mendengarkan tubuh kita saat makan, maka tidak hanya membuat tubuh kita lebih sehat namun wellbeing kita juga akan meningkat.

Additional question:

Q: btw ini naskah psikolog, belum keliatan apa aja indikasi, alasan knp org jadi kenyang duluan sblm makan grgr liat makanan yg banyak

A: yg bilang gitu kan mbak. sy kan udah jelasin, bisa jadi efek overload exposure. kebanyakan eksposnya jd malah males. tp dalam makan biasanya kl prasmanan dan dalam keadaan kelaparan bisa malah membabi buta.

Kemudian, untuk referensi tambahan saya minta ybs membaca http://www.katagita.com. Eeeh lha kok malah jadi beginiiii… 

Pernah juga gak mengalami kejadian yang sama? Kalau sudah begini, sebaiknya harus bagaimana sih???

 

Salam huhuhuhu,

 

/katagita

Meja Komputer Portabel dari Ace Hardware yang ACE Banget!

Beberapa hari yang lalu, saya ke ACE Hardware untuk mencari beberapa barang, salah satunya adalah coffe table. Namun demikian, tidak sesuai namanya, meja yang saya cari nantinya tidak akan terlalu saya gunakan sebagai meja kopi (dan camilan-camilan lain ehehehe), namun meja ini harapannya bisa saya fungsikan untuk meletakkan laptop dikala saya ingin belajar disofa depan TV 😀

Setelah muter-muter dan sempat tergoda barang-barang yang sebenarnya tidak ada dilist belanjaan, akhirnya ketemulah beberapa meja yang hampir sesuai kriteria. Meja yang tidak terlalu besar yang bisa difungsikan sebagai coffee table atau meja serbaguna. Beruntung saat itu saya ke ACE bersama sobat saya sehingga dia bisa kasih feedback juga (kalau enggak bisa-bisa saya malah bawa pulang meja taman, hehehe). Karena tiga meja yang ada disana adalah: meja laptop portable lipat yang ukurannya mini-dengan kaki pendek yang biasa buat sarapan dikasur itu-, meja taman berbentuk bundar yang ya sebenarnya memang lebih cocok ditaman, dan meja laptop portable dengan kaki yang cukup panjang dan bisa dilipat.

Awalnya sih saya tertarik dengan meja taman berbentuk bundar itu (estetika yang utama) walau dalam hati mikir juga, gimana ntar gw ngetik-ngetik pake laptop diatas situ ya? Lalu diprotes Fifa sahabat saya, yang lebih cenderung memilih kepilihan ketiga. “Itu kan meja taman, Git!”, katanya. Sebenarnya saya setuju, hanya saja meja pilihan ketiga itu hanya berwarna putih abu-abu, ga ada cantik-cantiknya sama sekali seperti meja taman yang bentuknya bundar, dengan kaca tebal ditengahnya (hihihi, murah banget sih anaknya, mudah tergoda dengan tampilan luar 😀 ). Akhirnya saya setuju dengan pendapat Afifa, karena kembali ke tujuan awal saya mencari meja kan untuk laptopan disofa!

 NAMUN…

Setelah meja ini sampai dan setelah akhirnya saya berselera untuk bekerja dengan laptop (dan didepan tv, hehe), saya baru merasakan betapa pilihan ini sudah benar.

Meja ini praktis bener. Bisa disesuaikan tingginya. Bisa disesuaikan kemiringannya, bisa ditarik sehingga ketika saya sandaran ke sofa, meja pun mendekat dan menyesuaikan. Dan bisa dilipat kalo lagi gak dibutuhkan sehingga tidak makan tempat! Duuuuuh terharuuuu…

AKHIRNYA GUE GAK SALAH PILIH! ^_^v

Kisses,

 

/anggita

Ini dia penampakan si meja kebanggaan itu:

IMG_3591

Nah buat kamu yang pengen juga, bisa segera cus ke ACE HARDWARE yah. Selamat mencoba hohohoho!

ON |ORTHOREXIA NERVOSA

HOLA!

Pusing gak baca judul diatas? Yes, babe, itu adalah ORTHOREXIA NERVOSA atau disingkat ON. Dari namanya mungkin mengingatkan kita pada istilah lain yakni anorexia nervosa. Yak, kamu benar. ON juga ada hubungannya dengan gangguan makan. Dengan AN, ON saudara, namun berbeda. Jika pasien AN tersibukkan dengan kuantitas makanan (dimana mereka bahkan gak makan samasekali), orang dengan ON tersibukkan dengan kualitas makannnya.

Jadi apakah ON itu? Well, ON adalah OBSESI  yang tidak sehat terhadap makan makanan sehat! YES, babe, bahkan makan sehat pun bisa jadi gangguan kalo kamu sudah mulai terobsesi. Lha terus, apa kita lantas gak boleh makan sehat? Eh eh eh, siapa bilang, bukan begitu maksudnya. Walaupun ON ini sendiri masih tenar diarea penelitian dan belum masuk ke Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder (DSM), kajian tentang ON ini hendaknya bisa kita ambil hikmanya. BETUL TIDAAAK? (aduh saya kok malah berasa sedang ceramah).

Yakni; APAPUN ITU, KALAU SUDAH JADI OBSESI atau BERLEBIHAN jadinya tidak baik.

Jadi, kalau teman-teman sedang berusaha untuk menjalani hidup sehat dengan makan sehat, lakukan dengan suka cita. Kenapa suka cita? Karena hati gembira itu salah satu penanda yang bisa kita pakai apakah yang kita lakukan itu masih dalam jalur atau tidak.  Kalau sudah mulai uring-uringan atau tidak ekologis, perlu dievaluasi lagi. Bisa jadi karena memang sedang fase streching karena keluar zona nyaman (yang biasanya cuma memakan waktu beberapa minggu), namun jika sudah terjadi begitu lama dan semakin memburuk uring-uringannya jika ada satu hal saja yang gak pas — oh i hope you know what i mean— , bisa-bisa sebenarnya ada yang kurang benar atau tidak tepat, atau sudah jadi gangguan itu tadi…..  Plis, yang bijak ya, teman!

Ah btw saya jadi ingat lagunya Vetty Vera..

vetty

Hidup ini jangan serba terlalu
yang sedang-sedang saja
Karena semua yang serba terlalu
bikin sakit kepala

Terlalu kaya.. jangan terlalu
Terlalu miskin.. jangan

(Terlalu tinggi?) Jangan!
(Terlalu rendah?) Jangan!
(Terlalu besar?) Jangan!
(Terlalu kecil?) Jangan!

Ho~ sedang-sedang saja
Hidup jangan dibuat susah-susah
yang sedang-sedang saja

Kamu pilih yang mana? (Kanan, kanan)
Kamu suka yang mana? (Kiri, kiri)
Kalau saya punya usul:
yang tengah-tengah saja ho hoi

Kamu pilih yang mana? (Atas, atas)
Kamu suka yang mana? (Bawah, bawah)
Kalau saya punya usul:
yang tengah-tengah saja
Bagaimana?

(Bagaimana ya? Oke!!)

Hidup ini jangan serba terlalu
yang sedang-sedang saja
Karena semua yang serba terlalu
bikin sakit kepala

Terlalu keras.. jangan terlalu
Terlalu lemah.. jangan

(Terlalu gemuk?) Jangan!
(Terlalu kurus?) Jangan!
(Terlalu panjang?) Jangan!
(Terlalu pendek?) Jangan!

Ho sedang-sedang saja
Hidup jangan dibuat susah-susah
yang sedang-sedang saja

Kamu pilih yang mana? (Ujung, ujung)
Kamu suka yang mana? (Pangkal, pangkal)
Kalau saya punya usul:
yang tengah-tengah saja ho hoi

Kamu pilih yang mana? (Depan, depan)
Kamu suka yang mana? (Belakang, belakang)
Kalau saya punya usul:
yang tengah-tengah saja
Bagaimana?

(Bagaimana ya? Oke!!)

Hidup ini jangan serba terlalu
yang sedang-sedang saja
Karena semua yang serba terlalu
bikin sakit kepala

Terlalu kaya.. jangan terlalu
Terlalu miskin.. jangan

(Terlalu tinggi?) Jangan!
(Terlalu rendah?) Jangan!
(Terlalu besar?) Jangan!
(Terlalu kecil?) Jangan!!

Ho sedang-sedang saja..

Ho sedang-sedang saja..

sedang-sedang saja..

sedang-sedang saja..

Read more: http://www.wowkeren.com/lirik/vety_vera/sedang-sedang-saja.html#ixzz4thQIaUo6

selamat karaokean. tetap sehat, tetap seimbang, tetap semangat!

love,

 

/katagita

(sumber artikel: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/28251592)