ma..distraksi..kan

CAM01973

Hari gini, segala sesuatu berjalan dengan begitu cepat. Bangun tidur………………………………………………………………………………………tau-tau udah tengah malam dan sudah saatny tidur lagi. Kalau Brian O’Connor dalam Fast & Furious (7) bolak balik bilang bahwa “car can’t fly” dalam kasus kita bersama ini TIME indeed CAN FLY.

Klasik sih, namun pernah gak kita sejenak hening untuk memikirkan apa saja yang terjadi while we’re away? (ini kayak twitter banget sih). Jalanan yang tetiba penuh, tanah lapang yang sekarang sudah jadi apartemen, wajah yang ternyata mulai ada keriputnya… hingga tubuh yang ternyata makin melebar ( ^_^v ) , atau tetangga sebelah yang ternyata makin kece 😉

Bukannya dalam menjalani hidup kita tanpa kesadaran (mindless) namun, seringnya kita terdistraksi saat melakukan suatu aktivitas, yang menyebabkan kita kurang menyadari apa yang sedang dan telah kita lakukan, dan woooopss… terjadi tetiba-tetiba itu tadi. Misalnya saja saat saya menuliskan postingan ini. Berapa kali saya sambil bolak-balik cek hape: lihat pesan di wotsap, membalas pesan di line, dan melihat siapa yang nge-like saya di insta. Belum lagi menjawab pertanyaan rekan dan juga telpon disamping saya yang kebetulan berdering-dering. TERDISTRAKSI.

Nah, perkara yang sama juga terjadi dalam konteks perilaku makan. Seringkali kita makan sembari terdistraksi.  Berapa banyak dari kita ya, yang makan sambil nonton teve, atau maen game, atau ngecek smartphone? Memang sih, tidak ada yang salah dengan itu, apalagi ketika isu efisiensi waktu yang didengungkan. Perut kenyang, komunikasi dengan si dia tetap berjalan, dapet hiburan, dan tetap eksis. Tidak akan menjadi masalah hingga suatu hari kita mendapati: kok berat badan saya rasanya makin banyak saja ya? atau tetiba kolesterol tinggi.

Nah, nyatanya, makan sambil terdistraksi ternyata membuat kita jadi ngemil lebih banyak. Yap, dalam sebuah eksperimen yang dilakukan oleh Cooper dkk (2011) yang membagi dua kelompok menjadi kelompok yang terdistraksi (makan sembari main game) dengan yang tidak terdistraksi saat makan ternyata menghasilkan beberapa temuan. Kelompok yang makan terdisraksi (disambi ngegame), mereka menjadi: 1) makan lebih cepat 2) tidak bisa mengingat apa yang dimakan 3) makan snack lebih banyak setelahnya 4) dan kurang merasa kenyang setelah makan.

Hmmm, ternyata, walau tidak nampak efek langsungnya, makan sambil terdistraksi memberikan akibat yang kurang pas terhadap usaha kita mencapai atau mempertahankan berat ideal.

JADI?

Ya kalau saya yang lagi menginginkan berat badan ideal tentu tidak akan lagi makan sambil mengerjakan yang lain-lain. Beeeeh mending saat makan hanya ada saya dan makanan, supaya hubungan kami tetap langgeng dan tujuan kami tercapai 😀

cheers,

/katagita

resource:

http://ajcn.nutrition.org/content/93/2/308.full.pdf+html

Iklan