topic of the week

FORGIVENESS

agaknya menjadi topic of the week bagi saya. Baik meminta maaf dan memaafkan. Apapun alasannya, apapun masalahnya, bagaimanapun sebabnya. Yang jelas, saya sadari penuh bahwa keduanya baik untuk kesehatan lahir dan batin. Memang tidak mudah to forgive and forget, atau to apologize and be forgiven. Namun, usaha meminta maaf dan memaafkan setidaknya adalah usaha minimal untuk kita lebih berdamai dengan diri sendiri.

Saat kita berdamai dengan diri sendiri, banyak keuntungan yang didapat. Selain langkah menjadi lebih ringan dan dapat melihat lebih terang warna-warni indah dunia ( 😀 ), hal tersebut mungkin dapat membantu angka timbangan kita tidak makin dan makin naik.

HEH? EXCUSE ME?

YEAH.

Seperti yang pernah dibahas sebelumnya, kita tidak selalu makan untuk memenuhi rasa lapar kita (hungry). Sering kita makan, tanpa tau apakah sebenarnya kita sedang lapar? Nah, emosi-emosi yang kuat (apalagi marah dan depresi) seringnya memicu rasa lapar ini. Kita makan makan dan makan, tanpa tau mengapa kita makan. Kita makan makan makan, karena makan diasosiasikan dengan rasa nyaman.  Hingga sampai pada suatu ketika angka timbangan semakin naik……dan nah lo! makin pusing lah kita. Nah, oleh karena itu, meminta maaf dan memaafkan adalah hal yang baik untuk dilakukan -apalagi bagi yang bermasalah dengan berat badan- karena secara tidak langsung kita sudah membantu diri mengurai benang kusut yang seringnya hanya terdeteksi tanpa akurasi menjadi “lapar”.

JADI?

selamat berdamai. meminta maaf dan memaafkan.

/katagita

As I walked out the door toward the gate that would lead to my freedom,

I knew if I didn’t leave my bitterness and hatred behind, I’d still be in prison.
― Nelson Mandela

PS. Jika kamu penasaran apakah kamu seorang emotional eater atau bukan silakan lakukan self test disini.

Iklan