WORK IT ON

Ini adalah cerita tentang komitmen. Cerita tentang konsistensi. Cerita tentang MENCAPAI TUJUAN.

Adit, 23 tahun

Adit lahir dan bertumbuh menjadi anak yang menggemaskan. Tentu saja menggemaskan menurut pandangan umum. Pipi chubby, badan gembil, dan apapun yang menjadikan dia cubit-able.

Situasi itu tentu menyenangkan bagi dia dan orangtuanya terutama, karena pandangan umum menyatakan bahwa anak kecil sehat itu adalah anak yang tidak kekurangan berat (baca: kurus), namun yang cukup berat… ehm.. bahkan kelebihan berat. Yaaah itulah anak sehat versi kita (silakan Tanya ibu-ibu yang pernah mengalami “omelan” karena anaknya yang kurus dan dianggap kurang gizi).

Namun, semakin Adit tumbuh dan berkembang menjadi seorang remaja, gemuk yang tadinya menggemaskan berubah arah menjadi sesuatu yang membuat sangat tidak nyaman. Yap!

Gemuk berubah pasangan, menjadi identik dengan jelek (dan lain-lain yang tak perlu saya sebutkan). Tentu ini mengganggu pikiran Adit, dan menjadi semacam perintang pergaulan.

Dengan berat 80 kilogram dan tinggi 165, Adit mulai memiliki kesadaran bahwa dia gendut. Namun, kesadaran itu tidak serta merta membawa dia untuk memerangi kegendutan tersebut. Sekian lama berjalan, dan rasa tidak nyaman menjadi seorang gendut juga semakin menumpuk……

Kemudian, teman satu kostnya yang gendut dan kemudian rajin olahraga, turun berat badan dengan cukup signifikan. Adit pun mulai tertarik. Plus, rasa tidak nyaman akan tubuh gemuk itu berubah menjadi sebuah kelelahan.

“ GOSH! I AM TIRED BEING FAT!”

Sejak hari itu Adit pun bertekad bahwa dia harus mengambil langkah dan membuat keputusan. Berkomitmen dan menjalankannya.

Adit, kemudian merubah pola makannya. Dia yang tadinya pemakan segala, memutuskan menjadi seorang vegan. Sebuah langkah ekstrim, sih, saya bilang. Namun ini adalah keputusan Adit yang sudah dipikirnya masak-masak. Selama vegan dan tetap memperhatikan nutrisi, kenapa tidak?

Selain pola makan, Adit juga mulai rajin latihan. Dia pun bergabung dengan gym di kotanya. Selain itu, Adit pun menggunakan jasa Personal Trainer (PT) untuk membantunya berlatih di gym dengan tepat dan efektif.

Dan..

Setelah 6 bulan masa up and down,,, Adit pun yang tadinya memiliki berat badan 80 kg menjadi lebih langsing dengan 65 kg. Selain langsing –sehingga tidak menjadi “jelek” ketika gendut, Adit juga menjadi lebih sehat, lebih bersemangat, dan terlihat menarik J. Self-esteem seorang Adit, pun meningkat tajam. Menariknya pula, selama perjalanan tersebut dia pun belajar menerima diri. Well, ketidakinginan untuk menjadi gemuk memang tetap ada, namun Adit kini lebih bisa menerima diri dan tubuhnya. Tidak ada manusia yang dilahirkan sempurna, and that’s just fine.

Terdengar mudah dan seperti video transformasi yang sering kita lihat di youtube, ya?

Sayangnya seperti yang kita semua tahu pula, 6 bulan tersebut bukan semudah yang saya tuliskan disini. Semua butuh ketekunan, butuh kesabaran, dan usaha yang luar biasa.

Maka saya pun menanyakan kepada Adit, apa yang membuat kamu kembali on the track saat kamu merasa down, lelah, atau malas?

Jawaban Adit sederhana: “Saya memiliki tujuan, dan tujuan itu yang membuat usaha saya terus berjalan.”

Wow.

Kisah transformasi Adit memang tidak seheboh yang sering kita lihat, jadi sixpacks dalam beberapa minggu saja, atau tetiba menjadi langsing. Namun, yang bisa kita pelajari dari dia ada beberapa hal.

  1. Kita bisa, jika kita mau
  2. Change things you can change, accept you can’t change
  3. Tujuan (goal) adalah bahan bakar yang memelihara usaha kita terus berjalan.

(adit bisa dijumpai di twitter @aditya_nw )

Iklan