makan terus terus makan

Kenapa sih kita terlalu banyak makan? Apakah memang semua yang saya makan benar-benar saya perlukan? Pertanyaan ini sebenarnya pertanyaan yang sering saya ajukan pada diri saya sendiri, hehehehe.

Harus diakui, banyak situasi yang seringnya membuat kita merasa terpepet dan membuat kita seolah harus makan. Saat rapat (karena ada suguhannya); saat arisan (biasanya enak-enak); saat hangout di cafe (apalagi yang jual cake syantik-syantik 😀 ); pas nonton (kalo gak sambil ngunyah kok kurang ya),,,, dan saat-saat lain (silakan diinget-inget sendiri).

Belum lagi, saat kita ke restoran (biasanya fastfood sih), kita akan ditanya apakah makanan kita mau di up size? Hanya nambah beberapa rupiah, makanan kita jadi double. Apa gak menggoda?

Daan… ya, pun saya , sering banget terbawa suasana. Overeating deh.

Nah, ternyata, lagi-lagi ini ada hubungannya dengan ketidakpekaan kita pada diri sendiri dan kemalasan kita mengandalkan kecerdasan yang kita miliki untuk mendeteksi masalah lapar-kenyang-pingin makan.

Hayo, berapa banyak dari kita yang masih mengandalkan external cue untuk berapa banyak makanan yang kita butuhkan? Menganggap bahwa seporsi makanan yang kita butuhkan itu ya satu porsi makanan yang kita terima (andakaikan kita beli). Kalo separo artinya lebih sedikit, kalo satu ya itulah seporsi. Lha kalo mangkoknya atau piringnya ukuran besar bagaimana? Atau keliatannya kecil tapi nyatanya muat banyak? Jadi seporsi untuk kita itu apa?? Sudah ada risetnya lho, yang intinya mata ini menipu! 😀 (lihat referensi saya dibawah ya). Jadi terlalu mengandalkan hal-hal diluar tubuh kok rasanya kurang bijaksana, wong yang laper ini perut. Hehehe… Atau terkadang kita terlalu terpukau dengan jenis makanan tertentu yang konon dilabel  “rendah lemak” “rendah gula” “low calori” dan sebagainya, yang diam-diam, justru membuat kita makan lebih banyak. Nah, ini yang disebut “health halos“. Gara-gara keliatan baik dan sehat, eh malah jadi mamam kebanyakan :D.

Jadi?

Ya, lagi-lagi saya cuma mau nulis dan sekaligus mengingatkan (selfnote juga lho ini), bahwa kita perlu lebih peka dengan tubuh sendiri.

Eat whenever your body needs to eat.

Happy Monday teman-teman.

IMAG0209

/katagita

resource:

American Economic Review: Papers & Proceedings 2009, 99:2, 165–169 http://www.aeaweb.org/articles.php?doi=10.1257/aer.99.2.165

Iklan