Don’t always believe in what you see. Even salt looks like a sugar.

Quote diatas saya dapatkan dari mahasiswa yang baru saja presentasi tentang topik sensasi dan persepsi. Mereka mengambil quote tersebut tentu saja dari google, namun sungguh menggelitik. Mengingatkan saya pada quote di film sleepy hollow. Scene-nya saat itu adalah ketika Ichabod Icrane membuat sebuah ilusi optik, menghasilkan gambar yang seolah sebuah burung yang berada dalam sangkar, padahal sebenarnya adalah dua gambar yang berbeda. Dia pun berujar, “It is the truth, but the truth is not always the appearance.”

Intinya, kedua quote diatas mengingatkan kita untuk tidak gampang percaya. Apa yang kelihatannya nyata belum tentu benar.

Bahkan ketika kita bicara soal makan. Selama ini kita yakin percaya dengan hal-hal yang biasa kita jumpai dan lakukan. Misalnya, jumlah makanan yang kita ambil adalah “wajar, normal, dan pas” , dengan hanya mempercayai apa yang kita lihat. Padahal, seringnya, hanya dengan ilusi optik saja kita mudah terkecoh.

Misalnya saja dalam sebuah riset, ditemukan bahwa orang menuangkan minuman lebih banyak 37% pada gelas yang pendek lebar dibanding ketika menuangkan minuman digelas yang tinggi langsing, walaupun sebenarnya keduanya memiliki volume yang sama. Atau dalam riset yang lain, orang cenderung makan popcorn 45% lebih banyak saat makan popcorn dengan ukuran xxl dibanding mereka yang memesan ukuran large saja.

Apa sih sebenarnya lesson learned dari penelitian-penelitian di atas dan benang merahnya dengan quote diawal tulisan?

Ya, bahwa kita ini adalah makhluk lemah. Hehehehe 😀

Khususnya dalam makanan, sudah, lah stop relying on something external ketika sudah bersinggungan dengan proses MAKAN. Makan ya ketika lapar, dan berhenti sebelum kenyang, dan makan dengan sadar. Kenapa sih musti begitu?? Ya supaya kita tidak overeating atau kebanyakan makan. Kalau kebanyakan makan, trus kenapa? Ya yang paling gampang: berat badan naik dan lama-lama jadi gendut. Hohooo…

Lantas musti gimana dong? Memang mengubah mindset kita itu sederhana tapi harus diakui bahwa……tidak mudah. Sembari mengubah mindset, kita dapat membantu diri dengan mengubah beberapa hal disekitar sehingga membantu kita untuk memiliki kebiasaan makan yang baik, antara lain:

  1. Biasakan mengambil porsi kecil. Kalau kurang bisa nambah kok.. Kids menu bisa jadi pilihan dan pesan setengah juga bisa jadi pilihan, tuh! (separohnya bisa dibungkus untuk dimakan saat lapar lagi nanti)
  2. Gunakan tempat makan yang kecil pula. Ini ngebantu banget supaya kita gak ambil dan makan kebanyakan.
  3. Jauhkan makanan, terutama yang tidak sehat, dari pandangan mata. Jika ingin “pandangan mata pelipur lara” ya pilih makanan yang sehat-sehat ya!
  4. Makan ya ditempat makan dan untuk makan, bukan didepan televisi atau sambil mengerjakan sesuatu didepan computer atau yang lain.

Nah, sederhana, kan? Tentu saja akan paripurna ketika teman-teman makannya dengan SADAR*. Asik, deh!

Selamat mencoba ya teman-teman!
Love foods and be happy!

/katagita

 

*mengenai makan sadar dapat ditemukan somewhere in this blog yah!

**penelitian yang dimaksud adalah penelitian yang dilakukan oleh Prof. Wansink, referensi artikel ini salah satunya dari website http://www.apa.org )

 

Iklan