tentang cinta dihari minggu

Soal cinta. Percintaan. Siapa yang belum pernah terbentur masalah cinta?

Mengapa terbentur? Ya, karena seperti halnya hukum jatuh yang lain, jatuh cinta itu rasanya… sakit. Dunia terasa indah, hati terasa nyaman. Wajah terus saya ingin menampilkan senyum berseri-seri. Sebuah lagu Perancis menggambarkan dengan sempurna rasanya jatuh cinta ini dengan dunia yang menjadi berwarna pink semua..

Hold me close and hold me fast
The magic spell you cast
This is la vie en rose

When you kiss me, heaven sighs
And though I close my eyes
I see la vie en rose

When you press me to your heart
I’m in a world apart
A world where roses bloom

*And when you speak, angels, sing from above
Everyday words seem
To turn into love songs

Give your heart and soul to me
And life will always be
La vie en rose
Read more: Louis Armstrong – La Vie En Rose Lyrics | MetroLyrics

Sayangnya, dunia yang berwarna pink itu bisa serta merta menjadi biru dan bahkan hitam ketika cinta kita tak berbalas, misalnya. Atau, sekedar membayangkan apakah dia yang disana sedang memikirkan kita juga, membuat kita mudah terjebak dalam kegalauan.

Kalau sudah demikian emotional eating akan sangat mudah menjangkiti… Demi menguragi rasa perih yang muncul dari lubang di hati, kita pun mulai mencari-cari pelipur lara. Yang paling mudah ya dengan……… makan. Kalau tidak jadi tidak doyan makan? Jangan salah, ini juga pertanda bahwa kita seorang emotional eater. Menghubung-hubungkan keinginan untuk makan dengan keadaan emosi tertentu, dan bukan sinyal dalam tubuh (lapar).

Jadi, andaikan kamu sedang mengalami kisah cinta syahdu yang membuat hari-harimu seperti sedang naik roller coaster yang tak berujung, sadari bahwa ada kemungkinan kamu akan mencari pelarian ke hal yang lain. Jika iya, carilah yang positif, bukan dengan makanan.

Masih ingat kan, cara memecah emotional eating?

SADARI — bahwa “ada yang tidak beres”
KENALI — ketidak beresan itu sebenernya apa, apa yang menyebabkan
ATASI — atasi sesuai dengan sumber penyebabnya.
Misalnya, hari ini kamu merasa hatimu berdesir-desir terus. Cemas. Galau. Gak enak. Tidak biasa. (SADARI). Ternyata, ini disebabkan karena si dia tidak pernah membalas teks yang kamu kirimkan. Artinya kamu sedang merasa marah atau kecewa (KENALI). Marah atau kecewa biasanya muncul karena kita merasa diperlakukan dengan tidak adil. Nah, tinjau lagi mengapa perasaan ini muncul? apakah kamu merasa perhatian yang kamu berikan diabaikan? Apa yang kamu harapkan tidak terpenuhi? Teks yang kamu maksudkan sebagai bentuk perhatian justru tidak dihargai dengan tidak diberi kabar apapun? Nah, kalau sudah begini, cari cara untuk mengatasi dengan tepat. Misalnya ketika nanti ada waktu, ajak dia berbicara dan sampaikan hal dengan kacamatamu dan dengarkan juga pendapat dari kacamatanya. Biasanya sih masalah missunderstanding saja. Cewek inginnya diperhatikan dan memperhatikan melulu tanpa kenal waktu, |sementara bagi cowok, memperhatikan bukan berarti balas berbalas teks sepanjang waktu. |Cewek ingin jadi prioritas tanpa kenal batas, | sementara bagi cowok, tentu mereka memprioritaskan wanitanya, namun profesionalitas juga tetap dipegang; artinya ada tempat dan waktu. Selama gak urgen ya yang sesuai porsi saja, lah. Nanti kan ada waktunya full time attention buat sang wanita |. Nah selain memahami bahasa dan pola pikir pria vs wanita ini, penting juga bagi kita semua, untuk selalu memiliki pikiran yang positif dan waras. Seperti halnya makan yang diawali karena rasa lapar dan diakhiri dengan rasa kenyang serta berakhir dengan rasa puas dan nyaman, cinta pun demikian. Ketika cinta yang harusnya membuat dunia kamu menjadi pink dan penuh bunga namun yang terjadi justru warna kelam dan hati yang lara… UPS, ada yang salah. Fix it. If you can change it, change it. If you can’t change it, change your mindset. (Plus, kembalikan saja semuanya pada Yang Maha Memiliki Hati ini. He knows best).

Keep mencintai dengan waras, stay away from emotional eating, yah!

Give your heart and soul to me
And life will always be
La vie en rose

/katagita

Iklan