Kartinian

Kurang pas rasanya jika pada tanggal 21 April ini saya tidak menuliskan tentang hari Kartini. Supaya tidak bosan karena mungkin hampir semua orang membahas hal yang sama, maka saya putuskan untuk tidak menulis apa-apa tentang Kartini saat ini. #piyesih #hehehe melainkan bercerita tentang asiknya Kartinian hari ini.

Kebetulan pimpinan menganjurkan agar kami memakai baju nasional, dan memberikan kebebasan pada tiap unit untuk membuat acaranya sendiri. Jadilah hari ini kami mengadakan semacam perayaan. Makanan melimpah, mulai dari soto, perkedel, gorengan beraneka rupa, manisan mangga, hingga es cendol. Jika hiburang biasanya hanya berupa orang-orang bernyanyi-nyanyi diiringi keyboard dan temannya, kali ini ada fashion show (lebih mirip iring-iringan yah 😀 ) seiring dengan himbauan memakai baju adat tadi. Memang tidak semua excited namun sebagian besar benar-benar mengupayakan himbauan ini.  Jadilah hari ini kami memakai berbagai macam baju daerah yang kebanyakan didominasi oleh kebaya hingga baju dari daerah (mana?), karena saking kreatifnya. Hehehehe. Saya sendiri mendapat hadiah karena dianggap memakai kostum “terindah” hihihi.

Selain perayaan tersebut, sedari pagi handphone ini tak berhenti mendapatka postingan foto dengan quote dari Ibu Kartini, yang tak jarang sama dari group wa satu dengan group wa yang lain. Yah, begitulah the power of social media. Kadang-kadang bikin overload. Namun, ada satu yang jadi favorit saya:

Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Namun satu-satunya hal yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri. – RA. Kartini

Yap! We are what we think we are. We are what we do. We are what we………….. Kontrol diri kawan, kontrol diri.

Ah, lagi-lagi kata-kata itu. 

Selamat hari Kartini, perempuan hebat Indonesia.

/katagita

IMG_0885

Iklan