surat untuk idola

Gara- gara harus mencari file lama, saya pun bongkar-bongkar hardisk eksternal. Eh tidak sengaja nemu sebuah dokumen. Nama filenya “surat untuk idola” yang ternyata isinya sebuah ucapan ulangtahun untuk seorang dosen idola saya dikala kuliah dulu. Beliau adalah cinta platonik saya. Sayang kalau tidak di post 🙂 Yang jelas secara langsung maupun tak langsung, beliau memiliki peran yang cukup signifikan atas saya yang sekarang, tentu dalam konteks yang positif.

Dia yang sudah merubah konstrak lelaki ideal dalam benakku. Jika dulu saya hanya melihat seberapa “laki-laki” seorang pria dari wajah dan penampilannya. Saat itu, gaya badboys yang sedikit urakan dan melawan arus sepertinya keren. Namun mengenalnya membawa saya pada satu kesimpulan. Bahwa lelaki cerdas itu seksi. Apalagi rapi dan wangi.

Memang, bukan berarti dia tanpa cela. Kata orang dia sombong. Dapat diartikan negatif, namun tidak pernah merubah citra dirinya di otak saya. Yang jelas dari dia pula saya mendapatkan kesimpulan lain lagi: nggaya is oke as long as sembodo. (Dibilang) bermulut besar jika memang memiliki kemampuan dan bukti besar, mengapa tidak?

Hahaha, dia memang keren. Sejak 2002 hingga sekarang, saya telah dan sedang serta semakin termehek-mehek kepadanya. Karenanya pula, saya menikmati belajar beserta segala prosesnya, hingga membuat saya begitu mencintai ilmu pengetahuan dan memiliki tekad untuk terus berjuang.

Walaupun tidak jarang, dia menyakiti perasaan saya atas sesuatu yang saya yakin tidak sengaja dilakukannya. (Iya saya yakin tidak sengaja, karena saya dan dia tidak pernah dekat secara fisik.) Sehingga kalaupun saya sakit hati pasti karena perasaan saya terhadapnya sering saya dramatisir dan saya terlalu sering lebay secara emosional .

Dia boleh jadi masuk menjadi actor penting dari beberapa actor utama dalam hidup saya. Ya, walau dia ndak sadar. Indikatornya, dia selalu hadir dalam setiap episode kehidupan saya, baik secara langsung maupun tidak.

He is my idol.

“Selamat Ulang Tahun , Pak.

Semoga Allah selalu merahmati bapak dan keluarga.

Terus berkarya,, tetap bahagia.”

 

My warmest regards,

/Anggita

/katagita

Iklan