Berdamai dengan diri sendiri

Perang yang paling tak ada ujungnya ternyata adalah perang diri sendiri. Perang-perang ini yang pada akhirnya bermanifestasi menjadi kegalauan, kekecewaan, dan ke- ke- yang lain. Yang jelas capek rasanya, dan kita jadi terlalu fokus pada hal yang… TIDAK JELAS.

Oleh karena itu, supaya hidup kita lebih bermakna, perlu sebuah langkah berani: berdamai dengan diri sendiri. Saya pun mulai mencari informasi, bagaimana ya, cara berdamai dengan diri sendiri. Untunglah saya temukan sebuah tulisan dan pemaparan dari teman kuliah saya dulu, Adji Silarus (siapa dia, google aja yah?).

Ada 4 langkah yang bisa dilakukan untuk berdamai dengan diri.

  1. sadari. dengan menyadari bahwa kita suka berperang dan perlu berdamai, maka ini adalah salah satu langkah berdamai dengan diri sendiri.
  2. terima kenyataan. Apapun itu yang terjadi: kegagalan, kesalahan.
  3. jika sudah menerima kenyataan, langkah selanjutnya adalah merawat diri dengan cinta kasih, dengan baik hati.
  4. niatkan diri untuk bahagia: bukan mengejar bahagia

Simple ya, langkah untuk bahagia itu. Percayalah, walaupun simple namun tidak lantas mudah untuk dijalani. Yang jelas, masing-masing bisa mengisinya dengan sesuatu dari hidupnya sendiri, yang tidak akan pernah sama satu sama lain.

Menerapkan langkah berdamai ini membuat saya lebih mengenal diri saya sendiri. Atau sebaliknya juga bisa, langkah berdamai dengan diri ini saya lakukan karena saya mengenal diri saya sendiri. Ah entahlah.

Pertama-tama saya menyadari bahwa ternyata, yang jadi PR saya selama ini adalah diri saya sendiri. Saya abai dan mencoba mengingkarinya, , karena berbagai alasan. Misalnya adalah pemikiran bahwa saya yang terlalu aneh, jika dibandingkan dengan orang kebanyakan. Akibatnya saya perlakukan diri dengan kurang baik, saya perlakukan diri sesuai dengan yang biasanya orang lain lakukan untuk dirinya. Jika orang lain saja bisa, kenapa saya tidak? Demikian selalu pacu diri saya. Namun yang terjadi justru keresahan, kegalauan, dan kelabilan.  Kenapa? Saya bukan oranglain, saya bukan mereka, saya bukan anda, bahkan saya bukan kita. Lantas apa? Ya, bukannya menjadi bahagia, saya berambisi mengejar bahagia. Berusaha memenuhi segala standar kebahagiaan, yang menurut saya akan menuntun menuju bahagia. Dan sudah hukum dari sononya, kalau kita mengejar sesuatu yang dikejar biasanya malah lari. Ha ha ha ha. Yaaah…………….

Oke Ji, you give me highlight. YAP. Berdamai dengan diri sendiri. Kini dan nanti.

success-is-being-at-peace-with-yourself

/katagita

Artikel tentang berdamai dengan diri bisa dibaca disini:

http://citizen6.liputan6.com/read/2648037/chit-chat-forum-liputan6-damai-tak-gentar-bersama-adjie-silarus

Web Adji Silarus ada disini:

http://adjiesilarus.com

Iklan