tanpa judul

hatiku sakit sayang, engkau tinggalkan.
tapi bagaimana bisa ya, sementara kita saja tidak pernah bersama.

aku melara saat kamu tak ada. walaupun memang, jangankan janji menjaga selamanya, untuk berdua saja, tak pernah ada.

aku memang hanya manusia lemah yang selalu berharap agar dianggap dan diterima. begitu terus sampai aku berpikir bahwa aku ini memang ada. ada buat kamu dan bersama kamu.

ohya, aku memang ada buat kamu, ya. diriku merelakan begitu. tapi yang kedua,, rasanya memang pikiranku saja.

hatiku sakit memikirkan kamu.  yang besar kemungkinan, kamu tidak memikirkan aku.
apa aku berhenti berpikir saja ya?
aku pikir itu langkah yang mudah. agar hatiku ini, tak lelah. aku pun juga tak lantas jadi lemah.

aaahhhh bodohnya aku. tetap saja memikirkan kamu.

ucapan marianne beausejour ada benarnya juga. pada max vatan: “agen-agen itu tidak terbunuh karena bercinta. yang membunuh adalah… perasaan mereka…”

baiklah. aku paham.

dan aku pun terus memikirkan kamu. oke, aku terima jika kamu bodohkan aku. sambil terus berharap engkau… ada buat aku.

sudah ya, tidak apa-apa. walau sakit, aku menikmatinya. ini yang buat aku jadi tahu diri dan gak besar kepala. bahwa aku ini cuma manusia lemah tak berdaya.

argopeni 30 november 2016

/katagita

Iklan