Cerita dari Wonosobo (3)

Masih Day 2.

(Ini adalah cerita yang tidak pantas ditiru pada bagian tertentu, khususnya pendakian tanpa persiapan)

Yap, kami memang traveler sejati. Berpetualang tanpa terlalu teguh pada itinerary, hehehehe. Berhubung mengalami kekecewaan dengan kamar yang disinggahi plus menemukan teman seperjalanan, akhirnya saya dan sahabat memutuskan untuk ikut mendaki Gunung Prau bersama kawan baru yang sudah berbaik hati menerima kami main di tenda. Plus, kami mengundang satu lagi teman di Jogja untuk bergabung dan eeeeee dia mau.

Memang dadakan dan tanpa persiapan. Namun ditengah kemendadakan itu saya masih memikirkan standar keselamatan minimum: minjem sepatu yang proper buat naek gunung. Tanpa itu saya tidak mau melanjutkan rencana ini, karena sepatu yang saya pakai saat itu, untuk menaiki Bukit Sikunir saja membuat saya beberapa kali hampir jatuh terpeleset. Untungnya dapat sepatu pinjaman, yah, walo rasanya jadi gak cantik hihihi. Yang penting aman.

img_1997

mengenakan sepatu outdoor legendaris ala tentara amerika, dengan kombinasi celana jeans dan baju kemarin. EEEEEEK #janganditiru #kurangproper

Benarlah, setelah mandi-mandi, merapihkan barang-barang, mengembalikan tenda, menunggu cowok-cowok jumatan sambil tidur-tiduran diruang tengah homestay yang sumpah dingin banget, kami pun menuju ke basecamp. Sayangnya: HUJAN! Bahkan cukup deras. Dag dig dug sih, karena kalaupun reda, artinya akan: LICIN. Namun karena tekad kami bulat, kami tetap meneruskan rencana, pun sudah bersiap-siap jas hujan segala. Dan ketika hujannya tinggal rintik-rintik, kami pun segera menuju ke basecamp yang letaknya sekitar beberapa kilo dari tugu DIENG.

Dan…..Dijalan, wooow.. ketemu pelangi. Tentu saja tidak terlewatkan untuk diabadikan. Cekrek!

img_2007

PELANGI DI WONOSOBO

Sampai di basecamp Patak Banteng, kami menuju ke salah satu penyedia peralatan. Disana kami tidak langsung naek, namun melakukan persiapan-persiapan. Selain menyiapkan peralatan yang dibutuhkan, yang kami lakukan adalah: mengurangi barang yang tidak diperlukan dan membawa yang memang perlu. Ohya, sebelumnya kami juga berbelanja berbagai keperluan (baca: AIR MINERAL DAN INDOMIE, dan juga PANGPANG, snack idola saya, Hahahaha) untuk diatas nanti. Hiiih excited banget.

Dan, dimulailah. Agak tegang sebenarnya. Secara terakhir beginian adalah…………….waktu SMA. Tapi yasudah, pasrah dan pantang menyerah saja. Kira-kira jam 4-5 sore kami mulai naek . Konon membutuhkan waktu 2,5-3 jam untuk sampai puncak. Dan… yeah, menuju pos 1, yasalam, menggeh-menggeh, hahahahaha… Namun pemandangan indah (dan pendaki-pendaki lain yang semangat dan beraneka bentuk, bahkan yang “lebih gak proper”) membuat kami -saya- tetap semangat. Jalannya masih aman dan banyak bonus. Lewat pos pertama, langit mulai gelap. Jalanan juga mulai sulit. Sulit karena sisa hujan, jadi licin. Plus pemandangan mereka yang turun dari puncak yang mukanya gak karu-karuan dan badannya (apalagi celananya) kuotor bingits. Hahahaha. Ini membuat saya yang pendaki cemen agak-agak gimana gitu, tapi untunglah kami setim ini selow jalannya dan saling mendukung. Jadi halangan dan rintangan tak terasa berat lagi, (atau terasa berat namun sudah kepalang basah, hehehe), sampe akhirnyaa……. tibalah kami di tempat tujuan kami: puncak Prau. RUAME! adalah kesan pertama saya. Sudah kayak pasar. Maklumlah, kalau tidak salah, kala itu adalah long weekend. Karena ramai itu pulalah kami mulai mencari spot untuk membangun tenda. Setelah mendapatkan spot kami pun mulai bersiap mendirikan tenda. Saya kebagian jaga barang-barang didekat pohon.

Dan ya sudah. Cerita malam itu sampai disini. Saya gak ingat apa-apa lagi. My friends owe me a story! Aneh. Saya tidak punya kenangan. Gak mungkin banget kan, masak tau-tau saya ketiduran sebegitu hebatnya. Tau-tau dibangunkan sudah ditenda, bau counterpain dimana-mana, sudah menjelang waktu menikmati timbulnya matahari pagi.  OMG. and it remains mistery for me.

Menurut kamu, apa yang terjadi?

#tobecontinue

#latepost

/katagita

“In this world, it is too common for people to search for someone to lose themselves in. But I am already lost. I will look for someone to find myself in.” 
― C. JoyBell C.

Iklan