TATAG

Salah satu pelajaran berharga di 2016 ini adalah perihal beberapa nilai-nilai kehidupan yang selama ini saya ketahui namun tidak pernah saya selami kedalamannya. Frase yang bilang: kamu gak akan ngerti sampai akhirnya kamu mengalami,  saya pikir ada benarnya juga. Walaupun memang ada yang namanya vicarious learning (belajar dari pengalaman orang lain) namun pengalaman pribadi pasti jauh lebih mengesankan (awas typo jadi mengenaskan 😀 ). Apalagi ketika pengalaman itu benar-benar kita alami dengan sepenuh hati dan rasa, melibatkan seluruh indra, lalu kita internalisasi, refleksikan, dan kita jadikan pelajaran sehingga menjadi sebuah loop pembelajaran yang utuh.

Nah, salah satu nilai yang saya pelajari, yang dapat dijadikan sebagai pedoman perilaku kedepan adalah: TATAG.

Tatag didefinisikan sebagai: tidak memiliki rasa “sumelang” atau was-was. Orang seperti ini akan selalu “siap” melaksanakan tugas. Walaupun uang jalannya kecil, sarana terbatas dan medan sulit, ia tidak gentar.

(sumber dari sini).

Selama ini, saya terlalu banyak berpikir dan sumelang, kata orang Jawa. Bagaimana jika a? apa jadinya jika nanti malah jadi b? Saya terlalu banyak merencanakan, sudah itu galau dalam menjalaninya. Fyi, saya adalah penganut “when you fail to prepare, you prepare to fail.” Namun satu variable yang sering terlupa dari frasa itu adalah: tatag. I prepare everything, but then i start doubting myself, the condition, bla, bla. This is actually the real way to fail. Jadi, sama juga bohong.

Jadi, gimana nih rencana 2017 kamu? Jangan lupa ya, TATAG musti disertakan!

/katagita

f83a06168f3bcbb2594c73034dfaac7f

 

 

Iklan