Runtuh

566201_311317872312634_269124426_n

Ini bukan hanya kisah tentang Alfie, anjing yang ada pada gambar diatas. Namun ini adalah tentang bagaimana saya yang.. tiba-tiba bisa hilang rasa takut pada anjing, setelah bertahun-tahun (atau puluhan tahun?) lamanya saya takut dengan anjing.

Begini ceritanya. Awal mula ketakutan terhadap anjing adalah karena saya pernah digigit anjing sewaktu kelas 1 SD. Yang jelas dengan tubuh ringkih (fyi waktu itu badan saya kurus kering, hahaha), seekor anjing yang baru saja beranak menggigit bagian belakang lutut saya. Hahaha, kalau ingat peristiwa itu saat ini, antara geli dan miris rasanya. Yang jelas, gara-gara gigitan itu saya harus menerima banyak suntikan ditubuh kurus kering itu (kalau gak salah suntik rabies, ya?). Dan efek yang lebih nyata lagi setelahnya adalah saya jadi takut anjing. Setiap ada anjing, rasanya dada ini mau copot, berdetak kencang, dan lutut lemas (eh ini takut anjing apa jatuh cinta ya, kok rasanya sama? #eaaa). Terus saja begitu, bahkan saya pernah hampir semaput ketika tiba-tiba ada anjing besar yang mendadak menyalak disamping saya (padahal berbatas pagar).

Anyway. Saya lanjutkan kisah ini ya. Sebelum Alfie, sebenarnya ada anjing lain yang bernama Nula. Dia adalah anjing teman saya di Belanda. Nula adalah anjing pertama yang seliweran dideket saya dan saya bisa (mencoba untuk) tetap cool. Walaupun, keadaan fisiologis saya tidak bisa dibohongi. Dada saya beredetak lebih kencang, mata saya awas seolah akan ada bahaya yang terjadi. Tapi saat itu saya sudah cukup bangga karena ‘setidaknya sudah mencoba’ walau jangan harap saya mau menyentuh Nula.

Nah lain cerita dengan Alfie ini. Pertama kali bertemu dengan dia, detak jantung saya memang keras jadinya. Namun hanya sesaat. Setelah itu Alfie mendekatkan dirinya kesaya, saya pun dengan mudahnya kemudian berlutut agar bisa menyapanya. Kami pun saling menatap, dan OMG his puppy eyes are real. Saya pun menepuk-nepuk badan Alfie, tak lama kemudian memeluk meluk, dan… ya sudah seperti itu saja.  Rasa takut yang membentengi saya selama 21 tahun runtuh begitu sajaBahkan hari-hari selanjutnya, Alfie dan saya adalah seperti best friend yang tak terpisahkan. Sampai sekarang, bukan hanya tidak takut dengan Alfie, saya juga bisa beneran cool setiap kali harus berhadapan dengan anjing.

“Happiness is not the absence of problems, it’s the ability to deal with them.” 
― Steve MaraboliLife, the Truth, and Being Free

Hm, jadi pengen nyanyi lagunya counting crows, accidentally in love..

So she said what’s the problem baby
What’s the problem I don’t know
Well maybe I’m in love (love)
Think about it every time
I think about it
Can’t stop thinking ’bout it

How much longer will it take to cure this
Just to cure it cause I can’t ignore it if it’s love (love)
Makes me wanna turn around and face me but I don’t know nothing ’bout love

Come on, come on
Turn a little faster
Come on, come on
The world will follow after
Come on, come on
Cause everybody’s after love

So I said I’m a snowball running
Running down into the spring that’s coming all this love
Melting under blue skies
Belting out sunlight
Shimmering love

Well baby I surrender
To the strawberry ice cream
Never ever end of all this love
Well I didn’t mean to do it
But there’s no escaping your love

These lines of lightning
Mean we’re never alone,
Never alone, no, no

Come on, Come on
Move a little closer
Come on, Come on
I want to hear you whisper
Come on, Come on
Settle down inside my love

Come on, come on
Jump a little higher
Come on, come on
If you feel a little lighter
Come on, come on
We were once
Upon a time in love

We’re accidentally in love
Accidentally in love [x7]

Accidentally

I’m In Love, I’m in Love,
I’m in Love, I’m in Love,
I’m in Love, I’m in Love,
Accidentally [x2]

Come on, come on
Spin a little tighter
Come on, come on
And the world’s a little brighter
Come on, come on
Just get yourself inside her

Love …I’m in love

salam,

/katagita

Iklan