Mollycoddling

Pernah dengan kata-kata yang saya jadikan judul diatas? Sebelum anda kemudian diam-diam googling, tentu :).

Yes, saya sendiri mendengar istilah ini dari serial favorit saya yang berjudul “Master of Sex” . Saat itu Libbi, istri Bill, salah satu tokoh central dalam serial tersebut, melarang anaknya untuk main futball karena dia cidera di permainan pertamanya. Kemudian muncullah istilah ini, yang diucapkan oleh coach sang anak, bahwa ibunya, Libbi, sudah mollycoddling anak laki-lakinya itu.

Dari penjelasan diatas, sudah dapat sedikit gambaran, kan mengenai mollycoddling? Yak! Terjemahan bebasnya adalah memanjakan secara berlebihan. Memanjakan disini bisa juga  overprotective, memperlakukan terlalu halus, namun semua dalam kapasitas yang berlebihan.

Nah, bagaimana dengan kamu?? Pernah me-mollycoddling-kan sesuatu? Hmm, umumnya sih saya yakin pernah. Kalau me-mollycoddling diri sendiri? Pernah juga gak? Atau sering?

Ya, memanjakan, melindungi diri adalah sesuatu yang wajar dilakukan. Lha kalau bukan kita, siapa lagi? Namun, jika berlebihan, apapun itu rasanya kok jadi kurang baik.

Bagaimana jika memanjakannya adalah dalam urusan makan? Nah looo! Mollycoddling yang sering dijumpai dan terjadi saya yakin salah satunya adalah dalam perilaku makan. Sering sekali kita meng-overindulge- diri kita dengan makanan. Menganggap diri kita terlalu ringkih sehingga dikit-dikit… dihadiahi atau diobati dengan makanan.Senang dikit, makan enak. Susah dikit, makan juga. Marah dikit, makan juga. Semua demi…….membuat kita nyaman. Memollycoddling diri…  dengan makanan.. walo enggak lapar #uhuk.

indulgess_1 Selamat jumat malam,

/katagita

Iklan