Stick to healthy eating habit

HAPPY NEW YEAR!

Hihi, sudah agak terlambat ya? Namun tidak apa, ini adalah postingan pertama saya di tahun 2017, sehingga sudah sewajarnya saya buka dengan ucapan ini 🙂

Nah, sudah 2017, pasti banyak yang mengantongi resolusi 2017 yang beraneka rupa. Yang jadi pertanyaan adalah, apakah sudah dijalankan? Goal yang tinggi/sulit memang challenging, namun jika terlalu sulit bisa jadi malah membuat kita tidak lagi bersemangat mencapainya. Oleh karena itu, ukur diri kita sendiri, dan tetapkan goal yang setidaknya memenuhi acuan SMART (spesifik, measurable, achievable, relevant, time-bound). Jadi tidak kegampangan, tapi juga kesusahan. Plus kita tahu kapan harus dicapai dan akhirnya tau bagaimana mencapainya. Bisa dievaluasi juga.

Salah satu goal yang ingin saya capai adalah memiliki kondisi kesehatan yang lebih baik. Kebetulan akhir tahun lalu saya melakukan general check up, sehingga bisa menjadi baseline. Selain itu, jelas, yang bisa dilihat mata nantinya: kondisi kesehatan yang lebih baik akan tercermin salah satunya dengan penampilan yang lebih baik 😉 (baca: langsing). Oleh karena itu, salah satu resolusi saya adalah healthy eating.

Makan sehat, tentu banyakkkkkk banget ya, tantangannya. Apalagi disekitar kita begitu mudahnya ditemukan makanan enak dan lezat (tapi belum tentu sehat 😦 ) dengan harga yang terjangkau. Hedeeeh.

Makanya, mata saya berbinar membaca tips dari The American Heart Association, karena sederhana namun bermanfaat bagi kita yang sedang menjalankan resolusi makan sehat. Here they are:

  • Lebih cerdas dengan pilihan makanan. Kurangi makanan olahan, perbanyak makanan segar, dan baca label kalau membeli produk. Jadi kita tahu apakah bijaksana membelinya? Makanan sehat kadang memang tidak murah. Beli makan memang sebuah bentuk pengeluaran. Tapi jika kita bisa jadikan ini investasi kesehatan dimasa depan, why not kita sedikit effort untuk urusan makan ini? 

  • Jujur dengan makanan anda! Pai apel tentu tidak sama dengan makan apel, yes? 😉 Sekali lagi, makan memang bukan perkara satu dimensi. Kebutuhan emosi bahkan kadang perannya lebih besar daripada kebutuhan biologis. Jadi memang kejujuran dan komitmen sangat penting, heheh. If, you have problem dealing with this psychological problems, seek for help! Meet the expert! They would happily to help!

  • Masak sendiri lebih sering! artinya, bawa bekal. Bagi yang gak punya dapur seperti saya, gak masalah. Banyak makanan sehat gak menuntut untuk dimasak kok! Bahkan tinggal cuci-makan (hehehehe). Plus, resep makanan sehat sekarang ada dimana-mana. Kalau memang situasi dan kondisi sangat tidak memungkinkan untuk masak? Be wise. Pintarkan diri dengan cara banyak riset (baca), sehingga disituasi apapun, you know what you have to do.

  • Kurangi garam (dan gula ya, cyint!), menambahkan kacang-kacangan dalam makanan, dan juga perbanyak serat! Nom, nom, nom. 

  • Kalau kita ke pesta, pasti banyak makanan enak. Boleh, mencoba yang memang kita inginkan. Dikit aja, namanya juga cicip. Selebihnya, isi piring dengan buah dan sayur, yes (dan air putih!). (Rugi? Rugian mana kalo habis pesta malah sakit kepala dan begah? Hehehehe)

  • GET ACTIVE! Hayo, musti rajin olahraga. Gak perlu ikut gym mahal, kok. Sekarang banyak free apps yang bisa kita pakai untuk menjadi guide exercise di rumah (bahkan dikamar). Ataaau ya okelah kalo GAK SEMPAT. Artinya kita yang musti lebih mengaktivkan diri kita: parkir agak jauh dari tujuan sehingga kita jalan; pilih tangga alih-alih lift, dan sebagainya.

GIMANA? Oke kan? stick to healthy eating habit enggak sulit kan? Tetap semangat, ya!

Sehat itu kayak cinta. Tak bersyarat, namun perlu usaha.

-Katagita, 2015

salam,

/katagita

Iklan