love body

Saya selalu suka mengikuti sosial media penggiat “LOVE BODY MOVEMENT”, khususnya saat ini, melalui account instagram.  Yang saya maksudkan dengan love body movement adalah segala macam bentuk aktivitas yang intinya adalah mendukung agar kita dapat lebih mencintai tubuh kita sendiri. Mencintai berarti menerima apa adanya, mencintai berarti tidak malu dengan keadaannya, mencintai berarti merasa nyaman dengannya.

Kenapa?

Karena saya sendiri memiliki ketidaknyamanan dengan tubuh ini. Saya merasa malu dan tidak nyaman karena tubuh saya memiliki banyak strechmark. Kulit saya tidak elastis, sehingga perubahan berat yang terjadi menyisakan kenangan yang nyata berupa strechmark. Belum lagi selulit. Kulit saya adalah tipe kulit jeruk, yang semakin kesini, nampaknya selulit makin meraja lela! Inilah yang kemudian membuat saya merasa tidak sendiri. Dengan keberadaan mereka yang sangat supportive, agar mencintai tubuh sendiri. Hal ini membuat saya menjadi lebih percaya diri.

Kamu tau? Seksi yang sebenarnya itu adalah KEPERCAYAAN DIRI YANG KITA MILIKI!

BODY LOVING VS PORNOGRAFI (DAN CAPER)

Sayangnya, lingkungan sosial kita saat ini tidak terlalu mengijinkan seseorang untuk dapat dengan gamblang menjadi seorang pendukung body movement seperti yang sering dilakukan diluar sana. Biasanya, penggiat love body movement tidak segan-segan untuk menampilkan bagian tubuh mereka yang, dalam kultur kita, adalah bagian yang kurang sopan untuk ditampilkan dimuka umum. Saya paham,  buka-bukaan ini karena banyak orang yang merasa insecure dengan bagian-bagian tubuhnya yang tersembunyi. Misalnya saja perut, atau bagian-bagian lain yang rawan strechmark seperti lengan, pinggul, paha atas.  Jadi ya salah satu cara bahwa “it’s ok to have that scars” ya dengan cara menunjukkannya pada dunia. Lha tapi kalau misalnya tetiba saya yang foto pakai bikini sehingga teman-teman yang lain bisa melihat bahwa: hei! I have the same issue, maybe worse, but it won’t bother me at all! you are not alone! Bisa gempar dunia persilatan! Yang ada dikira lagi stress atau cari perhatian. Atau malah dianggap sebagai bentuk pornografi. Alamak!

Lalu?

Well, saya akan memutar otak dan mengerahkan segala daya kreativitas saya untuk mensupport love body movement ini, versi saya, versi Indonesia. Any idea?

Love,

 

/anggita

 

Screen Shot 2017-04-20 at 10.49.22 AM

postingan saya diblog yg lain (too bad i didnt remember the login-pswd). THAT ONE DAY I WILL MAKE THE SAME POSE! (with that confident!)

Iklan