I choose……….

Makan memang menjadi salah satu hal kunci ketika kita sedang membahas topik kelebihan berat badan.

Melalui sebuah penelitian dengan menggunakan tikus, Tordoff menyimpulkan bahwa konsumsi makanan yang terlalu banyak (overconsumption) terjadi semata-mata karena tersedianya makanan yang enak disekitar kita. Tikus dalam penelitian tersebut makan lebih dari yang dibutuhkan karena dia sering dihadapkan dengan makanan yang lezat, yang memang dia sukai, sehingga dia pun menjadi lebih banyak makan. Tentu saja manusia akan berbeda dengan tikus, misalnya saja dari segi kemampuan kognisi. Namun dari penelitian Tordoff ini kemudian dikenal sebuah istilah obesity by choice.

Oleh karena itu, masalah kelebihan berat badan ini harus mulai dikaitkan dengan isu konsumsi makan yang berlebihan (overeating atau overconsumption). Makan sudah bukan lagi merupakan hal yang terkait dengan kebutuhan fisiologis saja. Lebih fundamental, makan merupakan perkara decision making atau pengambilan keputusan, mulai dari apa yang akan kita konsumsi hingga seberapa banyak konsumsi kita.

Modernisasi membuat hidup kita semakin mudah, misalnya membuat kita memilik banyak pilihan makanan yang enak dan lezat. Namun sayangnya, kebanyakan pilihan yang memudahkan itu kurang  memiliki nutrisi dan juga tinggi kalori. Saat ini, harus dikui bahwa lebih mudah bagi kita menemukan makanan siap saji/ instan dibanding dengan menemukan makanan yang masih dalam wujud asli atau mendekati aslinya. Tidak hanya mudah ditemukan, makanan instan ini juga biasanya lebih murah, dan tidak jarang juga lebih enak.

Kembali ke penelitain Tordoff, bahwa makhluk hidup cenderung mengkonsumsi lebih ketika dihadapkan pada sesuatu yang disukai, terlepas dari bagaimana akibat yang akan ditimbulkan nantinya. Yang jelas, mengkonsumsi makan enak dan disukai memberikan kenikmatan yang nyata: saat itu juga.

JADI,

perilaku makan sudah bukan lagi perkara memenuhi kebutuhan fisiologis supaya mampu bertahan hidup saja. Lebih mendasar, makan adalah sebuah proses pengambilan keputusan: apakah kita memilih segala macam bentuk kelezatan dan kenikmatan yang ditawarkan makanan dimasa kini, atau lebih memilih menghindari efek jangka panjang ketika dari pilihan kita tersebut nyatanya merugikan dimasa depan, apalagi jika dilakukan secara berlebihan.

Lalu, kamu memilih apa?

 

/katagita

source:

Tordoff MG. Obesity by choice: the powerful influence of nutrient availability on nutrient intake. Am J Regul Integr Comp Physiol. 2002;282:R1536 –9.

Iklan