Yakin, sudah benar?

Suatu hari ibu membawa sepiring mie. Katanya, ”Nih dimakan!” Saya cuma mengangguk pelan. Yang jelas, yang saya pikirkan saat itu adalah, ”Hidih makanan apaan itu? Mie tapi warnanya abu-abu tak jelas. Memang sih, berpadu dengan irisan bawang goreng dan daun seledri  juga sambal, tapi warna dan bentuk mie-nya lho! Gak jelas! Pasti tidak enak!” (Dan terus terang saya malas memakannya).  Namun karena dilihatin ibu, saya pun megambil mie tersebut dan meyuapkannya kemulut. Memakannya.

Dan, ehm, harus diakui, rasanya jauh dari tampilannya. Mienya kenyal, enak dan gurih. Belakangan saya tau bahwa makanan tersebut bernama mie lethek. Lethek atau kotor seperti warnanya yang abu-abu tak jelas, karena mie tersebut berbahan utama dari ketela. Bukan karena basi atau beneran kotor.

Nah, sebenarnya pengalaman saya dengan mie lethek tadi pasti juga sering dialami oleh semua. Hanya dengan penilaian sekilas pertama atas sesuatu, kita pun membuat JUDGEMENT atau PENILAIAN.

Ada dua hal yang terjadi saat kita melakukan judgement atau penilaian: filtering dan inference. Saat melakukan filtering atau penyaringan, kita cenderung melihat hal yang bisa kita lihat dan ingin kita lihat saja dan mengabaikan hal-hal lain. Dengan melakukan interference atau kesimpulan, kita melengkapi informasi yang sudah kita saring tadi, yang seringnya melampaui kebenaran yang sesungguhnya (karena sebenarnya kita belum memiliki informasi yang lengkap).

Hal ini lah yang terjadi saat saya membuat penilaian soal mie yang dibawa ibu. Melihat tampilan mie saja  dan sudah menolak duluan tanpa mencoba. Untung yang memberi ibu saya, sehingga saya (walau awalnya terpaksa) pada akhirnya tidak melewatkan kesempatan menikmati makanan enak.

Jadi, membuat penilaian dengan cepat itu tidak salah, karena memang ini mekanisme umum yang terjadi untuk membantu kita lebih mudah memahami dunia. Kalau tidak, ibarat mesin, bisa-bisa kepala kita meledak karena overheat kebanyakan mikir. Namun, jika kita mengandalkan segalanya dengan judgement singkat, atau bahkan membuat keputusan atas sesutu berdasarkan penilaian yang ternyata belum tentu benar, apakah sudah bisa dibilang  tepat?

being wise.png

gambar dari sini 

Iklan