26 Desember 2017

Jika tahun lalu kamu memutuskan packed your bag and had short gateway somewhere in Jakarta just by yourself, hari ini tak jauh beda, sebenarnya. Seharian ini kamu cuma dikamar saja. Rasanya kamu memang tidak ingin kemana-mana dan bertemu siapa-siapa. Kamu gak mau spending for nothing. (Ah ini kayaknya yang membedakan dengan tahun lalu. Karena tahun lalu, kamu masih ingin berhura-hura) (hey! Harusnya ini dianggap sebagai progres, bukan?)

Tahun 2017 ini, banyak hal yang kamu syukuri. Mulai dari akhirnya diterima program s3, juga akhirnya dapat bantuan dana pendidikan untuk itu dari pemerintah. Dari situ rasanya hidupmu hanya akan kamu dedikasikan untuk sekolah dan karir, serta rencana untuk mewujudkan rencana 7 tahun kedepan, oh well, bisa dibilang hidupmu tak pernah sefokus itu. Walau harus kamu akui, kamu agak gemetar, karena terus terang, sedikit meragukan diri apakah kamu bisa melakukannya.

Man proposes, God disposes.

Tuhan ternyata memberimu rencana yang sedikit lain. Sesuatu yang sedikit lebih menantang. Ya, ya, ya..  Dia memberimu anugrah berupa janin yang bertumbuh dalam rahimmu.

Kaget? Pasti. Aku bisa lihat dari sorot matamu. Kamu juga takut, bukan? Sama sekali out of the plan. Sama sekali diluar jalur. Tapi hebat kamu, sedari awal kamu merasa dan declare bahwa kamu akan baik-baik saja dan bisa menghadapi semua ini.. walaupun sendirian.

Tapi yang terjadi sepertinya tidak demikian. Tanpa ada yang tahu, air matamu tumpah hampir setiap malam. Kamu bisa tertawa didepan banyak orang, namun setiap petang datang yang kamu lakukan hanya memejamkan mata saja dan tak ingin bangun keesokan harinya. Jangankan ditanya progres sekolah, menyentuh laptop saja kamu tidak bisa. Hanya termangu didepannya dan entah sebenarnya kamu berada dimana.

Terus saja begitu hingga hari ini.

Akhrinya kamu sadar bahwa kamu tidak baik-baik saja. Di hari ulangtahunmu ini. Oh, Thank, GOD!

Ya, Git, kamu ini, bagaimanapun hanya manusia biasa, yang juga bisa gentar menghadapi hal-hal yang tidak sesuai harapan. Wajar, jika kamu pun diam-diam memiliki harapan supaya tidak dibiarkan menghadapi semua ini sendirian. Wajar, jika sebenarnya kamu menyimpan kemarahan karena sudah diperlakukan dengan tidak adil. Wajar, jika kamu menangis dan merasa lemah, seakan tak kuat menanggung beban sendirian. Wajar jika kemudian kamu merasa kecewa karena yang terjadi tidak sesuai dengan yang direncanakan.

And it’s okay untuk merasa demikian.

It’s totally okay.

But the thing is: YOU CHOOSE TO BE STRONG. And YOU ARE.

And now, you just do really need to accept it. Sadari, akui dan terima semua perasaan itu, and move on.

Kamu  tidak perlu lagi bersembunyi dari perasaanmu, namun kamu juga jangan mau dilemahkan karena itu. Yeah, seperti saat ini, get back up, girl!

Sekali lagi, you are strong woman, Git. Tuhan tidak mungkin salah memilihmu.

Dia juga tidak akan mengijinkan sesuatu terjadi untuk kesia-siaan. Ingat kata Frankl: selalu ada ruang makna untuk setiap peristiwa.

Dan tentu saja, selalu ada ruang untuk bahagia. 

Selamat ulang tahun, Git. 

 

/katagita

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s