What did you do to make sense of the world?

Krisis eksistensialis, begitulah saya menyebutnya ketika tidak bisa lagi menjelaskan dengan akal sehat saya, bagaimana saya harus memaknai dunia untuk menghadapinya. Kalau sudah begini yang saya lakukan biasanya adalah berhenti sejenak dari apapun itu. Disconnect. Bisa kemudian saya diam saja tidak melakukan apa-apa, bisa juga dengan melakukan hal yang sama sekali lain dari saat itu, intinya get disconnected for a while. Kenapa? Untuk memgambil jarak. Ngenggar-enggar penggalih, kata orang jawa (eh kayaknya saya pernah nulis soal ini disini). Kalau sudah demikian, biasanya saya merasa lebih baik dan berpikir waras: bahwa saya gak perlu gimana-gimana, jalani dan hadapi saja dengan baik dan senang maka kita akan senang, karena itu semua adalah pilihan dan jadi keputusan kita sendiri. Pengen nangis, silakan, namun setelah itu kembali, hadapi, dan jalani. Sekali lagi senang, susah, kita sendiri kok yang menentukan.

Wahaha, prolognya bikin pusing ya, intinya semua ini tergantung mindset kita. Dan mindset inilah yang akan jadi bahasan saya kali ini.

mind-clipart-mindset-15

Kita mungkin sudah familiar dengan mindset. Nah ternyata selain membantu kita make sense of this world dan tetap waras, mindset ini juga membantu mereka yang suka diet agar tidak fail saat diet. Jadi, menurut penelitian, mereka yang tukang diet dengan mindset “sehat”, lebih tidak gampang ”jatuh” ketika ada makanan makanan lezat menggoda dibandingkan mereka dengan mindset “senang”.  Heh? Iya. Pertama, mindset itu sesuatu yang bisa kita bangun. Saat sedang diet, bangun mindset tentang kenapa sih kamu diet, dan pilihkan mindset sehat. Bayangkan apa yang terjadi kalau kamu jadi sehat karena dietmu itu. Hal ini ternyata membuatmu lebih bisa bertahan dengan dietmu. Kedua, ternyata tema mindset itu juga mempengaruhi seberapa efektif hal tersebut mempengaruhi kita. 

Untuk bertahan dalam diet. Hahahaha, bertahan. Kayak lagi perang aja ya. Ya, karena yang namanya dieter itu berat, say. Kalau kamu gak kuat, bisa-bisa kamu malah terjerembab lubang.

Heh, apa lagi iniii?  

Hohoho, kalau kalian rajin baca tulisan saya, pasti kalian setuju kalo sebaiknya sih kita gak usah diet-dietan. Kalaupun mau diet, harus ada batas waktunya, enggak bisa terus-terusan. Kenapa? Sederhana, kita gak suka diatur-atur. Ketika kelamaan tertekan dalam diet, maka bisa jadi suatu hari kita malah balas dendam. Hahaha, gak usah nunggu lama-lama pun kadang kejadian juga, kan? Siapa yang suka nahan-nahan makan dari pagi sampe sore,,,, eh malemnya makan gila-gilaan? Hahahahaha… (opps ga maksud nyindir, loh).

Oleh karena itu, jika ingin mengatur berat badan, bukan dengan diet, tapi dengan mengubah gaya hidup kita. Makan ya ketika lapar. Berhenti sebelum kenyang. Pilih yang bernutrisi. Cukup gerak. Cukup istirahat. Atur stress. Udah, deh beres. Nanti yang lain-lain akan mengikuti. Yang jelas, hidup akan jadi lebih menyenangkan.

(Untuk menutup, saya mau kasih lirik lagu ”TRUE COLORS” dari soundtrack film Trolls. Kenapa lagu ini, karena lagu ini bikin saya tenang disaat merasa kurang baik. Who’s in the same boat?)

 

You with the sad eyes\ Don’t be discouraged, oh I realize\ It’s hard to take courage
In a world full of people \ You can lose sight of it all
The darkness inside you\ Can make you feel so small
Show me a smile then \ Don’t be unhappy
Can’t remember when \ I last saw you laughing
This world makes you crazy\ And you’ve taken all you can bear \ Just call me up\ ‘Cause I will always be there
And I see your true colors \ Shining through
I see your true colors \ And that’s why I love you
So don’t be afraid to let them show
Your true colorsTrue colors are beautiful
I see your true colors \ Shining through (true colors) \ I see your true colors
And that’s why I love you
So don’t be afraid to let them show
Your true colors
True colors are beautiful (they’re beautiful)
Like a rainbow
Oh oh
Iklan