ON |ORTHOREXIA NERVOSA

HOLA!

Pusing gak baca judul diatas? Yes, babe, itu adalah ORTHOREXIA NERVOSA atau disingkat ON. Dari namanya mungkin mengingatkan kita pada istilah lain yakni anorexia nervosa. Yak, kamu benar. ON juga ada hubungannya dengan gangguan makan. Dengan AN, ON saudara, namun berbeda. Jika pasien AN tersibukkan dengan kuantitas makanan (dimana mereka bahkan gak makan samasekali), orang dengan ON tersibukkan dengan kualitas makannnya.

Jadi apakah ON itu? Well, ON adalah OBSESI  yang tidak sehat terhadap makan makanan sehat! YES, babe, bahkan makan sehat pun bisa jadi gangguan kalo kamu sudah mulai terobsesi. Lha terus, apa kita lantas gak boleh makan sehat? Eh eh eh, siapa bilang, bukan begitu maksudnya. Walaupun ON ini sendiri masih tenar diarea penelitian dan belum masuk ke Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder (DSM), kajian tentang ON ini hendaknya bisa kita ambil hikmanya. BETUL TIDAAAK? (aduh saya kok malah berasa sedang ceramah).

Yakni; APAPUN ITU, KALAU SUDAH JADI OBSESI atau BERLEBIHAN jadinya tidak baik.

Jadi, kalau teman-teman sedang berusaha untuk menjalani hidup sehat dengan makan sehat, lakukan dengan suka cita. Kenapa suka cita? Karena hati gembira itu salah satu penanda yang bisa kita pakai apakah yang kita lakukan itu masih dalam jalur atau tidak.  Kalau sudah mulai uring-uringan atau tidak ekologis, perlu dievaluasi lagi. Bisa jadi karena memang sedang fase streching karena keluar zona nyaman (yang biasanya cuma memakan waktu beberapa minggu), namun jika sudah terjadi begitu lama dan semakin memburuk uring-uringannya jika ada satu hal saja yang gak pas — oh i hope you know what i mean— , bisa-bisa sebenarnya ada yang kurang benar atau tidak tepat, atau sudah jadi gangguan itu tadi…..  Plis, yang bijak ya, teman!

Ah btw saya jadi ingat lagunya Vetty Vera..

vetty

Hidup ini jangan serba terlalu
yang sedang-sedang saja
Karena semua yang serba terlalu
bikin sakit kepala

Terlalu kaya.. jangan terlalu
Terlalu miskin.. jangan

(Terlalu tinggi?) Jangan!
(Terlalu rendah?) Jangan!
(Terlalu besar?) Jangan!
(Terlalu kecil?) Jangan!

Ho~ sedang-sedang saja
Hidup jangan dibuat susah-susah
yang sedang-sedang saja

Kamu pilih yang mana? (Kanan, kanan)
Kamu suka yang mana? (Kiri, kiri)
Kalau saya punya usul:
yang tengah-tengah saja ho hoi

Kamu pilih yang mana? (Atas, atas)
Kamu suka yang mana? (Bawah, bawah)
Kalau saya punya usul:
yang tengah-tengah saja
Bagaimana?

(Bagaimana ya? Oke!!)

Hidup ini jangan serba terlalu
yang sedang-sedang saja
Karena semua yang serba terlalu
bikin sakit kepala

Terlalu keras.. jangan terlalu
Terlalu lemah.. jangan

(Terlalu gemuk?) Jangan!
(Terlalu kurus?) Jangan!
(Terlalu panjang?) Jangan!
(Terlalu pendek?) Jangan!

Ho sedang-sedang saja
Hidup jangan dibuat susah-susah
yang sedang-sedang saja

Kamu pilih yang mana? (Ujung, ujung)
Kamu suka yang mana? (Pangkal, pangkal)
Kalau saya punya usul:
yang tengah-tengah saja ho hoi

Kamu pilih yang mana? (Depan, depan)
Kamu suka yang mana? (Belakang, belakang)
Kalau saya punya usul:
yang tengah-tengah saja
Bagaimana?

(Bagaimana ya? Oke!!)

Hidup ini jangan serba terlalu
yang sedang-sedang saja
Karena semua yang serba terlalu
bikin sakit kepala

Terlalu kaya.. jangan terlalu
Terlalu miskin.. jangan

(Terlalu tinggi?) Jangan!
(Terlalu rendah?) Jangan!
(Terlalu besar?) Jangan!
(Terlalu kecil?) Jangan!!

Ho sedang-sedang saja..

Ho sedang-sedang saja..

sedang-sedang saja..

sedang-sedang saja..

Read more: http://www.wowkeren.com/lirik/vety_vera/sedang-sedang-saja.html#ixzz4thQIaUo6

selamat karaokean. tetap sehat, tetap seimbang, tetap semangat!

love,

 

/katagita

(sumber artikel: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/28251592)

Iklan

TIPS DARI RUNTASTIC

Being overweight is preventable and treatable situation. 

Itu adalah kata-kata dari runtastic. Yang bikin saya (yang overweight ini) makin semangat. Btw, hampir seminggu saya tidak joging. Penyebabnya karena saya diluar kota dan tidak punya waktu. Ah klasik banget. Namun sebisa mungkin saya tetap aktif misalnya dengan memaksimalkan langkah dan melakukan gerakan-gerakan ringan semacam squats, plank,  yang bisa dilakukan dimanapun kapanpun. Namun demikian tetap merasa tidak enak juga… Kalau sudah jadi kebiasaan dan tidak dilakukan memang rasanya jadi ada yang kurang. Nah, supaya saya gak larut dalam rasa yang gak enak ini, pagi ini saya dengarkan running story di runtastic. Ada beberapa tips praktis yang diberika, tentang bagaimana ilmu menurunkan berat badan (hmm walau idealnya dengerin ini sambil lari, bukan sambil tiduran seperti saya tadi, hahahaahaha). Tidak sulit sebenarnya, dan yaaa… itu-itu saja…

Ini dia tips yang tadi sudah dijelaskan. Tentu sesuai dengan apa yang saya tangkap dan sudah saya modifikasi kata-katanya.

YOUR JOURNEY TO WEIGHT LOSS: Practical Tips for Success

by Vera Schwaiger (runtastic team)

  1. Ngurangin makan, diet-dietan, bukanlah kunci. Kalau iya, harusnya banyak orang yang sukses soal diet. Nyatanya bermunculan berbagai jenis diet yang ditawarkan. Faktanya adalah: setiap orang tetap butuh kalori untuk energy, supaya tetap bertahan hidup walaupun tidak melakukan apa-apa sepanjang hari, atau disebut basal metabolic rate. Kemudian ada active metabolic rate atau kalori yang dibutuhkan berdasarkan aktivitas harian yang dilakukan. Basal ditambah active, kamu pun dapat rata-rata energy yang kamu butuhkan.
  2. Oleh karena itu, coba untuk bakar 500 kalori lebih banyak setiap hari melalui olahraga, atau kamu bisa menghemat 500 kalori dari makanan. Lakukan selama seminggu, maka hal itu akan setara dengan penurunan berat sebesar 0,5 kg.
  3. Tahan godaan untuk tidak ngemil setelah olahraga.. Hehehe ini yang berat, biasanya setelah olahraga pikiran kita terlalu pintar dan pede dengan berpikir “I deserve this and that”. Oh ya, tips sederhana yang lain: save calories from beverages. Minum yang cantik-cantik itu juga banyak kalorinya loh.. Jadi mendingan swap your drink to water. Karena minum minuman enak tanpa dinyana 500 kalori bisa terkonsumsi hanya dalam sekali slurp, tanpa sadar dan terasa. Belum kalo kita lihat kandungannya. Huhuhuhuhuhuhu!
  4. Nah tapi kadang tricky juga. Yang kalorinya lebih sedikit belum tentu lebih baik. Misalnya ada makanan diet produksi pabrikan yang mungkin hanya sekitar 100 kalori sekali konsumsi, sementara buah, kacang, atau sayur tertentu mungkin lebih dari itu. Nah, disinilah kita perlu lebih bijak dengan tidak hanya memperhatikan kalori, namun juga kandungan. Yang alami jelas lebih baik, dan biasanya efeknya jauh lebih baik pula untuk tubuh. Misalnya, kita jadi kenyang lebih lama, plus efek jangka panjang untuk tubuh jauh lebih baik.
  5. Ingat: don’t obsesse with CALORIES! Sekali lagi penting juga memperhatikan KANDUNGAN.
  6. Sekali lagi, kalori kita butuhkan untuk hidup. Kalori adalah bahan bakar kita, sehingga pastikan bahwa bahan bakar kita BERKUALITAS. Makan lebih sedikit belum tentu kemudian jadi turun berat badannya, karena bisa-bisa malah yoyo effect. Sekali lagi perhatikan hal-hal yang sifatnya lebih
  7. Diet-dietan tidak sehat buat tubuh, sayang gak banyak yang peduli, karena yang penting turun berat badan. Turun cepat, naek cepat, ini yang disebut yoyo effect yang efeknya justru memperlambat metabolism tubuh. Padahal metabolisme tubuh yang baik adalah asset berharga jika kita ingin menurunkan berat badan. Jangan juga dikira makan dalam porsi yang sangat kecil itu selamanya baik. Tricky! Sedikit coklat, satu butir cookies, dua gigit keripik kentang… aaah. Lama-lama menjadi bukit….. EAT MODERATELLY.
  8. Dulu… makanan musti diusahakan, dan aktivitas manusia sungguhlah banyak. Sekarang… makanan gampang banget didapatkan, sehingga kamu musti mengusakan AKTIVITAS. Pilih aktivitas yang memang kamu suka. Ikuti aturan sederhana dalam latihan: kombinasikan latihan endurance dan Misalnya saya suka jogging dan latihan dengan NTC. Keduanya membantu melunturkan lemak dan membentuk otot. Hal ini juga bagus untuk metabolism tubuhmu, bahkan disaat kamu istirahat otot terus membakar! Yeah!
  9. Stick to it at least 3 weeks. Make it habit. Beri tubuhmu kesempatan untuk “terbiasa”. If you fall, stand up and get through. Kamu bisa! That’s how we learned to walk or to ride a bike, isn’t it?
  10. MELANGKAHLAH! Pakai pedometer! Dengan ini kamu bisa lihat berapa langkah yang sudah kamu tempuh setiap hari. Hal ini membantumu untuk tetap aktif dan termotivasi . Set minimum 5000 langkah per hari
  11. Jika sudah…. set goal yang lebih tinggi lagi… 8000 steps? 10000 steps? (kalo kata iklan susu kala itu 10000 langkah/hari juga membantu mencegah osteoporosis)
  12. Starts small: tentu akan jadi memberatkan ketika kamu yang tidak pernah olahraga atau beraktivitas tiba-tiba memiliki goal: olahraga 5x/minggu atau 10000 langkah perhari? Ketika kamu tidak bisa memenuhinya, yang ada justru rasa “gagal” yang bergejolak, dan trickynya, kita jadi merasa… tidak mampu lalu ujungnya… menyerah.

Jadi, daripada demikian, sebaiknya mulai dari goal yang kecil kemudian ditingkatkan dari waktu ke waktu. Don’t too much too fast. Step by step.

  1. Start up with just a few minutes each day. Misalnya stretching 5 menit setiap kali bangun. Jalan pagi 25 menit.
  2. Kombinasikan latihan dalam aktivitas sehari-hari. Misalnya, setiap kali ke toilet, squat tiga kali. Di kursi kerja, do scissors. Walopun sederhana, kalo dilakukan setiap hari.. you will see the result.
  3. Kita selalu memperhatikan kualitas bahan bakar untuk mobil dan lain-lain, tapi justru jarang memperhatikan bahan bakar kita sendiri. Yap, bahan bakar kita kan makanan, jadi, yuk, mulai pilih bahan makanan berkualitas untuk menghasilkan yang terbaik dari kita. Dan… ini bisa dimulai diawal hari: SARAPAN.
  4. DON’T SKIP BREAKFAST. Breakfast is your engine. Important for your body and your brain. Trus sepanjang hari gimana? Makan biasa aja. Yang penting eat moderately, and choose wisely.
  5. Be smart and rely on natural fat burning cycle (4-6 hours between meals). Kalo mulai kruyuk2 diantara waktu makan? Ya minum air putih. Pastikan kalo kamu lapar. Grab fruits, kacang, ah pasti sudah tahu lah ya pilihan yang terbaik itu apa? J
  6. IT’s A MUST: DRINK WATER. Best liquid for your body. Want to add some flavor? Tinggal tambah lemon, jahe, timun, apapun yang kamu butuhkan.
  7. UNSWEETENED TEA is also choice. No soft drink. Di meksiko tingkat konsumsi soft drink sangat tinggi, dan yap, kasus obesitas disini juga tinggi. Kadang, kita berpikir bahwa “sekali-sekali” gak papa bukan? Tapi you may think it all over again: ketika kamu minum A, apakah sekali cukup? Gimana dengan teman-temannya (misanya saya, yang kalo ngeteh musti ada kue, blab la… hehehehe). Kalo alcohol bagaimana? Well, alcohol often stimulates our appetites. We crave for good midnight snack, we need a good hangover breakfast. Efeknya bisa langsung terasa dipinggang. But if it is really necessary for you like you’d die without, as long as you can keep it balance. Hmm..
  8. Nulis “nutrition diary”. Atau log book Coba tulis apa yang kamu makan setiap saat setiap hari. Lalu perhatikan polanya. Garis bawahi makanan yang berkualitas. Pelajari kebiasaanmu. Apa yang menjadi kelemahanmu, apa yang sudah baik. Pada waktu apa kamu merasa lemah, hal seperti apa yang bisa membuat kamu puas. Dari situ, kamu bisa mengelola diri dengan lebih baik dan bisa mengatasinya setiap tantangan yang muncul.
  9. Makan ketika lapar! Kalo sedikit-sedikit lapar?Sekali lagi: belajar mengelola diri. You can’t stop the wave but you can learn to surf!
  10. CRAVING? Ada beberapa pilihan yang kamu bisa lakukan: mengusir keinginanmu (yang biasanya malah jadi makin pengen), atau kamu jalan ke kulkas dan makan coklat sampe habis… lalu merasa bodoh bersalah dan tidak berdaya……

Atau pilihan yang lain: tetap datangi coklatnya. Lihat baik-baik. Cium wanginya. Potong-potong kecil. Ambil sepotong kecil. Rasakan coklat itu didalam mulutmu, rasanya, teksturnya, suhunya., hingga akhirnya kamu telan. Nikmati!. Tidak perlu banyak keeping, kamu pun bisa kembali dengan rasa puas, senang, dan tidak merasa bersalah.

Sekali lagi You can’t stop the wave but you can learn to surf! SURF THE WAVE OF TEMPTATION! MODERATION IS ALWAYS KEY.

  1. STOP CLASSIFYING FOODS as GOOD or BAD. Ingat! Semakin dilarang biasanya kita makin pengen.
  2. Selama kita makan dalam jumlah yang wajar, apapun yang kamu makan sebenarnya oke-oke aja. S dan K-nya adalah: KAMU MUSTI MENIKMATINYA.
IMG_1127 2.JPG

enjoy everything as you were in BALI

  1. Pulang kerja.. laper.. cari makan dan makan.. sambil nonton tv.. atau sambil ngobrol… tau-tau habis. Ini sering banget nih.. Makanya mulai sekarang: FOCUS on YOUR MEAL! Feel how your feeling of fullness kicks in.
  2. BE HERE AND NOW. STARTS ENJOYING EVERY SINGLE THINGS (especially foods) CONSIOULSY. BE MINDFUL! Memang kita pengen cepet-cepet kurus, langsing, tapi.. ini kan bukan roro jonggrang. Enjoy the process. Make it last forever… TAKE YOUR TIME!
  3. Dan ini adalah kunci segala kunci: KEEP GOING

 

Nah, gimana? Praktis dan bener banget, bukan? Yang jelas tips diatas membantu kita membangun kebiasaan yang sustainable,  yang tidak hanya akan membantu kita menurunkan berat badan, namun memiliki hidup yang lebih berkualitas.

Salam,

/katagita

 

You can’t stop the wave but you can learn to surf!

Ketika Maslow Menyadarkan Saya untuk Tidak Diet Lagi

Apa sih yang membuat orang terus bergerak dan hidup? Konon adalah motivasi, motivasi inilah yang membuat kita tetap maju dan dengan lantang selalu menyanyikan “the show must go on” apapun yang sedang dan akan kita hadapi didepan.
Oleh karena itu, banyak sekali kajian tentang motivasi yang dilakukan, karena ya itu tadi, motivation keeps us alive, motivation makes us go beyond and further. Motivasi konon adalah prediktor dari setiap keberhasilan dan capaian kita. WOW.

Termasuk ketika kita mau mengatur berat badan. Perlu motivasi tinggi dan kuat, cint! Kalau tidak, yaaaa… belum-belum udah nyerah. Apalagi, buat kalian yang seneng dan hobi banget diet. Diet karbo lah, diet paleo lah, diet atkins lah, diet keto, lah. Semua butuh kedisiplinan dan juga of course, to keep itu going we need to stay motivated. Apalagi jika diet yang sedang kamu lakukan adalah hal yang sama sekali berbeda dengan perilaku makan sehari-hari kamu. Dan itu gak mudah lho. Hehehe.

Oke, kembali ke isu tentang motivasi. Jadi tidak heran jika banyak sekali teori yang membahasa tentang motivasi. DAN, berhubung yang akan saya tulis ada hubungannya dengan makan, diet, maka yang saya angkat saat ini adalah salah satu teori motivasi klasik yakni teori motivasi dari Maslow (1928) “The Hierarchy of Needs”. Kenapa teori Maslow, karena menurut Maslow, people keep motivated karena mereka berusaha memuhi kebutuhannya, yang bentuknya seperti piramida. Dimuai dari kebutuhan fisiologis sebagai dasar dari piramida kebutuhan, hingga kebutuhan untuk aktualisasi diri. Oke, buat yang belum familiar, begini gambarnya:

maslow

Nah, lantas kenapa saya bawa-bawa teori motivasi Maslow untuk membahas soal makan dan diet? Karena, pagi tadi saya seperti mendapat AHA momen (ini alasannya ga banget sih ya?, hehehe) LHO, KALAU KEBUTUHAN FISIOLOGIS DAN RASA AMAN ADALAH PONDASI KEBUTUHAN MANUSIA, BISA DIBAYANGKAN DONG, APA YANG TERJADI JIKA KEDUANYA DITEKAN?
Heh maksudnya? Ya bayangin aja, kalau diet kan artinya you are lacking of something (namely FOODS) and you feel UNSAFE dengan apa-apa yang kamu lakukan (yang masih berhubungan dengan makan), you do not allowed to eat this (WHICH ACTUALLY YOU LOVE), musti ini jam segini, musti yang begini yang boleh,…………. HALAH.
Sampai disini saja we may conclude that IT WON’T BE WORKING.
Jadi apa yang saya mau tulis disini adalah Maslow menyadarkan saya untuk: STOP DIETING.

Apakah itu kemudian berarti saya sedang meminta semuanya untuk seenak jidat dengan makan? ENGGAK. What am I going to say is: you need to change your mindset. Why? Karena membatas-batasi diri untuk gak boleh ini itu apalagi berhubungan dengan kebutuhan dasar bukanlah sesuatu yang bijak. Alih-alih diet, change your habit into something healthier. Percuma berbulan bulan kamu menahan-nahan ga makan ini ga makan itu, tapi kemudian setelah berat idaman tercapai, kamu makan seenaknya lagi. Kembali kekebiasaan yang tidak sehat lagi. Malah kasian tubuhmu dipermainkan.

Katanya, dengan usaha yang sama menghasilkan result yang beda adalah gila. Jadi, kalau kamu pensiun diet, kembali kekebiasaan lama dan mengharap hasil seperti saat diet, artinya kamu gila.

EAT WHENEVER YOU ARE HUNGRY,
EAT WHATEVER YOUR BODY NEEDS
(and yeah, body needs nutritious foods)

success-is-being-at-peace-with-yourself

(Lho, lho jadi ini tulisan maksudnya apa? Maslow gimana?

Udah ah, saya mau naek kereta dulu. Kapan –kapan dilanjut. See you in a bit!)

 

Happy weekend,

 

/katagita

I choose……….

Makan memang menjadi salah satu hal kunci ketika kita sedang membahas topik kelebihan berat badan.

Melalui sebuah penelitian dengan menggunakan tikus, Tordoff menyimpulkan bahwa konsumsi makanan yang terlalu banyak (overconsumption) terjadi semata-mata karena tersedianya makanan yang enak disekitar kita. Tikus dalam penelitian tersebut makan lebih dari yang dibutuhkan karena dia sering dihadapkan dengan makanan yang lezat, yang memang dia sukai, sehingga dia pun menjadi lebih banyak makan. Tentu saja manusia akan berbeda dengan tikus, misalnya saja dari segi kemampuan kognisi. Namun dari penelitian Tordoff ini kemudian dikenal sebuah istilah obesity by choice.

Oleh karena itu, masalah kelebihan berat badan ini harus mulai dikaitkan dengan isu konsumsi makan yang berlebihan (overeating atau overconsumption). Makan sudah bukan lagi merupakan hal yang terkait dengan kebutuhan fisiologis saja. Lebih fundamental, makan merupakan perkara decision making atau pengambilan keputusan, mulai dari apa yang akan kita konsumsi hingga seberapa banyak konsumsi kita.

Modernisasi membuat hidup kita semakin mudah, misalnya membuat kita memilik banyak pilihan makanan yang enak dan lezat. Namun sayangnya, kebanyakan pilihan yang memudahkan itu kurang  memiliki nutrisi dan juga tinggi kalori. Saat ini, harus dikui bahwa lebih mudah bagi kita menemukan makanan siap saji/ instan dibanding dengan menemukan makanan yang masih dalam wujud asli atau mendekati aslinya. Tidak hanya mudah ditemukan, makanan instan ini juga biasanya lebih murah, dan tidak jarang juga lebih enak.

Kembali ke penelitain Tordoff, bahwa makhluk hidup cenderung mengkonsumsi lebih ketika dihadapkan pada sesuatu yang disukai, terlepas dari bagaimana akibat yang akan ditimbulkan nantinya. Yang jelas, mengkonsumsi makan enak dan disukai memberikan kenikmatan yang nyata: saat itu juga.

JADI,

perilaku makan sudah bukan lagi perkara memenuhi kebutuhan fisiologis supaya mampu bertahan hidup saja. Lebih mendasar, makan adalah sebuah proses pengambilan keputusan: apakah kita memilih segala macam bentuk kelezatan dan kenikmatan yang ditawarkan makanan dimasa kini, atau lebih memilih menghindari efek jangka panjang ketika dari pilihan kita tersebut nyatanya merugikan dimasa depan, apalagi jika dilakukan secara berlebihan.

Lalu, kamu memilih apa?

 

/katagita

source:

Tordoff MG. Obesity by choice: the powerful influence of nutrient availability on nutrient intake. Am J Regul Integr Comp Physiol. 2002;282:R1536 –9.

Stick to healthy eating habit

HAPPY NEW YEAR!

Hihi, sudah agak terlambat ya? Namun tidak apa, ini adalah postingan pertama saya di tahun 2017, sehingga sudah sewajarnya saya buka dengan ucapan ini 🙂

Nah, sudah 2017, pasti banyak yang mengantongi resolusi 2017 yang beraneka rupa. Yang jadi pertanyaan adalah, apakah sudah dijalankan? Goal yang tinggi/sulit memang challenging, namun jika terlalu sulit bisa jadi malah membuat kita tidak lagi bersemangat mencapainya. Oleh karena itu, ukur diri kita sendiri, dan tetapkan goal yang setidaknya memenuhi acuan SMART (spesifik, measurable, achievable, relevant, time-bound). Jadi tidak kegampangan, tapi juga kesusahan. Plus kita tahu kapan harus dicapai dan akhirnya tau bagaimana mencapainya. Bisa dievaluasi juga.

Salah satu goal yang ingin saya capai adalah memiliki kondisi kesehatan yang lebih baik. Kebetulan akhir tahun lalu saya melakukan general check up, sehingga bisa menjadi baseline. Selain itu, jelas, yang bisa dilihat mata nantinya: kondisi kesehatan yang lebih baik akan tercermin salah satunya dengan penampilan yang lebih baik 😉 (baca: langsing). Oleh karena itu, salah satu resolusi saya adalah healthy eating.

Makan sehat, tentu banyakkkkkk banget ya, tantangannya. Apalagi disekitar kita begitu mudahnya ditemukan makanan enak dan lezat (tapi belum tentu sehat 😦 ) dengan harga yang terjangkau. Hedeeeh.

Makanya, mata saya berbinar membaca tips dari The American Heart Association, karena sederhana namun bermanfaat bagi kita yang sedang menjalankan resolusi makan sehat. Here they are:

  • Lebih cerdas dengan pilihan makanan. Kurangi makanan olahan, perbanyak makanan segar, dan baca label kalau membeli produk. Jadi kita tahu apakah bijaksana membelinya? Makanan sehat kadang memang tidak murah. Beli makan memang sebuah bentuk pengeluaran. Tapi jika kita bisa jadikan ini investasi kesehatan dimasa depan, why not kita sedikit effort untuk urusan makan ini? 

  • Jujur dengan makanan anda! Pai apel tentu tidak sama dengan makan apel, yes? 😉 Sekali lagi, makan memang bukan perkara satu dimensi. Kebutuhan emosi bahkan kadang perannya lebih besar daripada kebutuhan biologis. Jadi memang kejujuran dan komitmen sangat penting, heheh. If, you have problem dealing with this psychological problems, seek for help! Meet the expert! They would happily to help!

  • Masak sendiri lebih sering! artinya, bawa bekal. Bagi yang gak punya dapur seperti saya, gak masalah. Banyak makanan sehat gak menuntut untuk dimasak kok! Bahkan tinggal cuci-makan (hehehehe). Plus, resep makanan sehat sekarang ada dimana-mana. Kalau memang situasi dan kondisi sangat tidak memungkinkan untuk masak? Be wise. Pintarkan diri dengan cara banyak riset (baca), sehingga disituasi apapun, you know what you have to do.

  • Kurangi garam (dan gula ya, cyint!), menambahkan kacang-kacangan dalam makanan, dan juga perbanyak serat! Nom, nom, nom. 

  • Kalau kita ke pesta, pasti banyak makanan enak. Boleh, mencoba yang memang kita inginkan. Dikit aja, namanya juga cicip. Selebihnya, isi piring dengan buah dan sayur, yes (dan air putih!). (Rugi? Rugian mana kalo habis pesta malah sakit kepala dan begah? Hehehehe)

  • GET ACTIVE! Hayo, musti rajin olahraga. Gak perlu ikut gym mahal, kok. Sekarang banyak free apps yang bisa kita pakai untuk menjadi guide exercise di rumah (bahkan dikamar). Ataaau ya okelah kalo GAK SEMPAT. Artinya kita yang musti lebih mengaktivkan diri kita: parkir agak jauh dari tujuan sehingga kita jalan; pilih tangga alih-alih lift, dan sebagainya.

GIMANA? Oke kan? stick to healthy eating habit enggak sulit kan? Tetap semangat, ya!

Sehat itu kayak cinta. Tak bersyarat, namun perlu usaha.

-Katagita, 2015

salam,

/katagita

Mollycoddling

Pernah dengan kata-kata yang saya jadikan judul diatas? Sebelum anda kemudian diam-diam googling, tentu :).

Yes, saya sendiri mendengar istilah ini dari serial favorit saya yang berjudul “Master of Sex” . Saat itu Libbi, istri Bill, salah satu tokoh central dalam serial tersebut, melarang anaknya untuk main futball karena dia cidera di permainan pertamanya. Kemudian muncullah istilah ini, yang diucapkan oleh coach sang anak, bahwa ibunya, Libbi, sudah mollycoddling anak laki-lakinya itu.

Dari penjelasan diatas, sudah dapat sedikit gambaran, kan mengenai mollycoddling? Yak! Terjemahan bebasnya adalah memanjakan secara berlebihan. Memanjakan disini bisa juga  overprotective, memperlakukan terlalu halus, namun semua dalam kapasitas yang berlebihan.

Nah, bagaimana dengan kamu?? Pernah me-mollycoddling-kan sesuatu? Hmm, umumnya sih saya yakin pernah. Kalau me-mollycoddling diri sendiri? Pernah juga gak? Atau sering?

Ya, memanjakan, melindungi diri adalah sesuatu yang wajar dilakukan. Lha kalau bukan kita, siapa lagi? Namun, jika berlebihan, apapun itu rasanya kok jadi kurang baik.

Bagaimana jika memanjakannya adalah dalam urusan makan? Nah looo! Mollycoddling yang sering dijumpai dan terjadi saya yakin salah satunya adalah dalam perilaku makan. Sering sekali kita meng-overindulge- diri kita dengan makanan. Menganggap diri kita terlalu ringkih sehingga dikit-dikit… dihadiahi atau diobati dengan makanan.Senang dikit, makan enak. Susah dikit, makan juga. Marah dikit, makan juga. Semua demi…….membuat kita nyaman. Memollycoddling diri…  dengan makanan.. walo enggak lapar #uhuk.

indulgess_1 Selamat jumat malam,

/katagita

Pedoman Lapar (?)

What should I do when I don’t know what I shoud do?

Kalau tidak salah, ini adalah lirik lagu yang ada di film kartun Alice in the Wonderland. Waktu itu dia bingung musti bagaimana, sehingga menyanyilah dia lagu dengan lirik ini barengan dengan si McTwisp si kelinci putih.

Hmm, kalau Alice bingung kemudian nyanyi, kalau teman-teman bingung, apa yang dilakukan? (saya jadi penasaran apa Alice ini keturunan India ya, lha bingung aja nyanyi, hehehehe). Yang jelas, kalau bingungnya gara-gara belum bisa membedakan lapar fisik dan lapar mata, maka hal itu tak perlu terjadi lagi. Berikut pedoman sederhana untuk membedakan keduanya:

screen-shot-2016-12-13-at-4-30-36-pm

Gimana? Sudah lumayan membantu memecahkan kebingungan soal lapar? Semoga ya! Yang jelas, kalau pedomannya kita sudah ketahui, sekarang tinggal eksekusinya. Mau jujur atau mau excuse terus? Hihihi.

We have forty million reasons for failure, but not a single excuse.

Rudyard Kipling

/katagita

PS. Btw maaf for the late post, seharusnya saya posting minggu kemarin. Hanya saja minggu kemarin saya sakit seharian tidak bisa bangkit, jadi baru bisa menulis hari ini. 🙂

#MAKANSAATLAPAR