TIPS DARI RUNTASTIC

Being overweight is preventable and treatable situation. 

Itu adalah kata-kata dari runtastic. Yang bikin saya (yang overweight ini) makin semangat. Btw, hampir seminggu saya tidak joging. Penyebabnya karena saya diluar kota dan tidak punya waktu. Ah klasik banget. Namun sebisa mungkin saya tetap aktif misalnya dengan memaksimalkan langkah dan melakukan gerakan-gerakan ringan semacam squats, plank,  yang bisa dilakukan dimanapun kapanpun. Namun demikian tetap merasa tidak enak juga… Kalau sudah jadi kebiasaan dan tidak dilakukan memang rasanya jadi ada yang kurang. Nah, supaya saya gak larut dalam rasa yang gak enak ini, pagi ini saya dengarkan running story di runtastic. Ada beberapa tips praktis yang diberika, tentang bagaimana ilmu menurunkan berat badan (hmm walau idealnya dengerin ini sambil lari, bukan sambil tiduran seperti saya tadi, hahahaahaha). Tidak sulit sebenarnya, dan yaaa… itu-itu saja…

Ini dia tips yang tadi sudah dijelaskan. Tentu sesuai dengan apa yang saya tangkap dan sudah saya modifikasi kata-katanya.

YOUR JOURNEY TO WEIGHT LOSS: Practical Tips for Success

by Vera Schwaiger (runtastic team)

  1. Ngurangin makan, diet-dietan, bukanlah kunci. Kalau iya, harusnya banyak orang yang sukses soal diet. Nyatanya bermunculan berbagai jenis diet yang ditawarkan. Faktanya adalah: setiap orang tetap butuh kalori untuk energy, supaya tetap bertahan hidup walaupun tidak melakukan apa-apa sepanjang hari, atau disebut basal metabolic rate. Kemudian ada active metabolic rate atau kalori yang dibutuhkan berdasarkan aktivitas harian yang dilakukan. Basal ditambah active, kamu pun dapat rata-rata energy yang kamu butuhkan.
  2. Oleh karena itu, coba untuk bakar 500 kalori lebih banyak setiap hari melalui olahraga, atau kamu bisa menghemat 500 kalori dari makanan. Lakukan selama seminggu, maka hal itu akan setara dengan penurunan berat sebesar 0,5 kg.
  3. Tahan godaan untuk tidak ngemil setelah olahraga.. Hehehe ini yang berat, biasanya setelah olahraga pikiran kita terlalu pintar dan pede dengan berpikir “I deserve this and that”. Oh ya, tips sederhana yang lain: save calories from beverages. Minum yang cantik-cantik itu juga banyak kalorinya loh.. Jadi mendingan swap your drink to water. Karena minum minuman enak tanpa dinyana 500 kalori bisa terkonsumsi hanya dalam sekali slurp, tanpa sadar dan terasa. Belum kalo kita lihat kandungannya. Huhuhuhuhuhuhu!
  4. Nah tapi kadang tricky juga. Yang kalorinya lebih sedikit belum tentu lebih baik. Misalnya ada makanan diet produksi pabrikan yang mungkin hanya sekitar 100 kalori sekali konsumsi, sementara buah, kacang, atau sayur tertentu mungkin lebih dari itu. Nah, disinilah kita perlu lebih bijak dengan tidak hanya memperhatikan kalori, namun juga kandungan. Yang alami jelas lebih baik, dan biasanya efeknya jauh lebih baik pula untuk tubuh. Misalnya, kita jadi kenyang lebih lama, plus efek jangka panjang untuk tubuh jauh lebih baik.
  5. Ingat: don’t obsesse with CALORIES! Sekali lagi penting juga memperhatikan KANDUNGAN.
  6. Sekali lagi, kalori kita butuhkan untuk hidup. Kalori adalah bahan bakar kita, sehingga pastikan bahwa bahan bakar kita BERKUALITAS. Makan lebih sedikit belum tentu kemudian jadi turun berat badannya, karena bisa-bisa malah yoyo effect. Sekali lagi perhatikan hal-hal yang sifatnya lebih
  7. Diet-dietan tidak sehat buat tubuh, sayang gak banyak yang peduli, karena yang penting turun berat badan. Turun cepat, naek cepat, ini yang disebut yoyo effect yang efeknya justru memperlambat metabolism tubuh. Padahal metabolisme tubuh yang baik adalah asset berharga jika kita ingin menurunkan berat badan. Jangan juga dikira makan dalam porsi yang sangat kecil itu selamanya baik. Tricky! Sedikit coklat, satu butir cookies, dua gigit keripik kentang… aaah. Lama-lama menjadi bukit….. EAT MODERATELLY.
  8. Dulu… makanan musti diusahakan, dan aktivitas manusia sungguhlah banyak. Sekarang… makanan gampang banget didapatkan, sehingga kamu musti mengusakan AKTIVITAS. Pilih aktivitas yang memang kamu suka. Ikuti aturan sederhana dalam latihan: kombinasikan latihan endurance dan Misalnya saya suka jogging dan latihan dengan NTC. Keduanya membantu melunturkan lemak dan membentuk otot. Hal ini juga bagus untuk metabolism tubuhmu, bahkan disaat kamu istirahat otot terus membakar! Yeah!
  9. Stick to it at least 3 weeks. Make it habit. Beri tubuhmu kesempatan untuk “terbiasa”. If you fall, stand up and get through. Kamu bisa! That’s how we learned to walk or to ride a bike, isn’t it?
  10. MELANGKAHLAH! Pakai pedometer! Dengan ini kamu bisa lihat berapa langkah yang sudah kamu tempuh setiap hari. Hal ini membantumu untuk tetap aktif dan termotivasi . Set minimum 5000 langkah per hari
  11. Jika sudah…. set goal yang lebih tinggi lagi… 8000 steps? 10000 steps? (kalo kata iklan susu kala itu 10000 langkah/hari juga membantu mencegah osteoporosis)
  12. Starts small: tentu akan jadi memberatkan ketika kamu yang tidak pernah olahraga atau beraktivitas tiba-tiba memiliki goal: olahraga 5x/minggu atau 10000 langkah perhari? Ketika kamu tidak bisa memenuhinya, yang ada justru rasa “gagal” yang bergejolak, dan trickynya, kita jadi merasa… tidak mampu lalu ujungnya… menyerah.

Jadi, daripada demikian, sebaiknya mulai dari goal yang kecil kemudian ditingkatkan dari waktu ke waktu. Don’t too much too fast. Step by step.

  1. Start up with just a few minutes each day. Misalnya stretching 5 menit setiap kali bangun. Jalan pagi 25 menit.
  2. Kombinasikan latihan dalam aktivitas sehari-hari. Misalnya, setiap kali ke toilet, squat tiga kali. Di kursi kerja, do scissors. Walopun sederhana, kalo dilakukan setiap hari.. you will see the result.
  3. Kita selalu memperhatikan kualitas bahan bakar untuk mobil dan lain-lain, tapi justru jarang memperhatikan bahan bakar kita sendiri. Yap, bahan bakar kita kan makanan, jadi, yuk, mulai pilih bahan makanan berkualitas untuk menghasilkan yang terbaik dari kita. Dan… ini bisa dimulai diawal hari: SARAPAN.
  4. DON’T SKIP BREAKFAST. Breakfast is your engine. Important for your body and your brain. Trus sepanjang hari gimana? Makan biasa aja. Yang penting eat moderately, and choose wisely.
  5. Be smart and rely on natural fat burning cycle (4-6 hours between meals). Kalo mulai kruyuk2 diantara waktu makan? Ya minum air putih. Pastikan kalo kamu lapar. Grab fruits, kacang, ah pasti sudah tahu lah ya pilihan yang terbaik itu apa? J
  6. IT’s A MUST: DRINK WATER. Best liquid for your body. Want to add some flavor? Tinggal tambah lemon, jahe, timun, apapun yang kamu butuhkan.
  7. UNSWEETENED TEA is also choice. No soft drink. Di meksiko tingkat konsumsi soft drink sangat tinggi, dan yap, kasus obesitas disini juga tinggi. Kadang, kita berpikir bahwa “sekali-sekali” gak papa bukan? Tapi you may think it all over again: ketika kamu minum A, apakah sekali cukup? Gimana dengan teman-temannya (misanya saya, yang kalo ngeteh musti ada kue, blab la… hehehehe). Kalo alcohol bagaimana? Well, alcohol often stimulates our appetites. We crave for good midnight snack, we need a good hangover breakfast. Efeknya bisa langsung terasa dipinggang. But if it is really necessary for you like you’d die without, as long as you can keep it balance. Hmm..
  8. Nulis “nutrition diary”. Atau log book Coba tulis apa yang kamu makan setiap saat setiap hari. Lalu perhatikan polanya. Garis bawahi makanan yang berkualitas. Pelajari kebiasaanmu. Apa yang menjadi kelemahanmu, apa yang sudah baik. Pada waktu apa kamu merasa lemah, hal seperti apa yang bisa membuat kamu puas. Dari situ, kamu bisa mengelola diri dengan lebih baik dan bisa mengatasinya setiap tantangan yang muncul.
  9. Makan ketika lapar! Kalo sedikit-sedikit lapar?Sekali lagi: belajar mengelola diri. You can’t stop the wave but you can learn to surf!
  10. CRAVING? Ada beberapa pilihan yang kamu bisa lakukan: mengusir keinginanmu (yang biasanya malah jadi makin pengen), atau kamu jalan ke kulkas dan makan coklat sampe habis… lalu merasa bodoh bersalah dan tidak berdaya……

Atau pilihan yang lain: tetap datangi coklatnya. Lihat baik-baik. Cium wanginya. Potong-potong kecil. Ambil sepotong kecil. Rasakan coklat itu didalam mulutmu, rasanya, teksturnya, suhunya., hingga akhirnya kamu telan. Nikmati!. Tidak perlu banyak keeping, kamu pun bisa kembali dengan rasa puas, senang, dan tidak merasa bersalah.

Sekali lagi You can’t stop the wave but you can learn to surf! SURF THE WAVE OF TEMPTATION! MODERATION IS ALWAYS KEY.

  1. STOP CLASSIFYING FOODS as GOOD or BAD. Ingat! Semakin dilarang biasanya kita makin pengen.
  2. Selama kita makan dalam jumlah yang wajar, apapun yang kamu makan sebenarnya oke-oke aja. S dan K-nya adalah: KAMU MUSTI MENIKMATINYA.
IMG_1127 2.JPG

enjoy everything as you were in BALI

  1. Pulang kerja.. laper.. cari makan dan makan.. sambil nonton tv.. atau sambil ngobrol… tau-tau habis. Ini sering banget nih.. Makanya mulai sekarang: FOCUS on YOUR MEAL! Feel how your feeling of fullness kicks in.
  2. BE HERE AND NOW. STARTS ENJOYING EVERY SINGLE THINGS (especially foods) CONSIOULSY. BE MINDFUL! Memang kita pengen cepet-cepet kurus, langsing, tapi.. ini kan bukan roro jonggrang. Enjoy the process. Make it last forever… TAKE YOUR TIME!
  3. Dan ini adalah kunci segala kunci: KEEP GOING

 

Nah, gimana? Praktis dan bener banget, bukan? Yang jelas tips diatas membantu kita membangun kebiasaan yang sustainable,  yang tidak hanya akan membantu kita menurunkan berat badan, namun memiliki hidup yang lebih berkualitas.

Salam,

/katagita

 

You can’t stop the wave but you can learn to surf!

Iklan

BECOMING MINIMALIST (1)

fumio sasaki cover.jpg

gambar dari sini

Setelah menyeleaikan buku dari Marie “The Art of Tidying Up” , saya pun tertarik dengan buku serupa: Goodbye, things on minimalist living. Sebuah esai dari Fumio Sasaki yang mengajak kita pada pengalamannya menjadi seorang minimalist. Bagaimana tidak minimalis, Sasaki hidup disebuah studio kecil di Tokyo dengan hanya memiliki tiga kemeja, empat celana panjang, empat kaos kaki dan ya sudah itu saja. Perabotan yang dia miliki salah satunya hanyalah tatanami. Ya, dia juga punya alat masak namun itu pun tetap seminimal mungkin.

Lantas apa enaknya ya, hidup dalam segala bentuk keterbatasan? Hmm, pertama, minimalisme tidak sama dengan keterbatasan. Menjadi seorang minimalis berarti kita hanya memilih hal-hal yang esensial yang dibutuhkan. Menurut Sasaki, minimalisme adalah sebuah metode bagi seseorang untuk menemukan apa yang memang sejatinya penting bagi seseorang. Dengan demikian, kesederhanaan itu justru membawa kita pada kebahagiaan dan hidup yang lebih bermakna.

Setiap orang memiliki ceritanya sendiri untuk menjadi latar belakang, dan tidak ada aturan yang saklek tentang bagaimana menjadi minimalis. Namun yang jelas, menurut Sasaki ada beberapa hal yang bisa dijadikan awal bagi kita menjadi minimalis:

  1. Informasi dan material yang overload

  2. Perkembangan teknologi dan servis yang memungkinkan kita untuk tidak memiliki banyak hal seperti dimasa lalu.

  3. Gempa bumi di Jepang.

Alasan satu dan dua bisa jadi dengan mudah kita terima karena sangat relevan dengan yang terjadi saat ini. Informasi itu sekarang bebas dan tak terbatas, kita bisa dapatkan dimana saja dan kapan saja, bahkan seringnya kebanyakan. Tidak tahu sesuatu, kita tinggal google. Ingin tahu bagaimana caranya melakukan sesuatu, kita tinggal youtube. Bahkan kadang-kadang kita tidak ingin tahu apa-apa, teman atau sistem yang otomatis memberitahukannya kepada kita. Selain itu, teknologi yang semakin maju membuat kita semakin mudah dan praktis. Smartphone memudahkan kita melakukan banyak hal. Smartphone bahkan mungkin sudah kehilangan fungsinya sebagai telepon karena sudah beralih fungsi menjadi laptop, agenda, kalkulator, atau dengan lain personal assistant kita. Servis? Yap, siapa yang butuh punya mobil sendiri kalo ada uber dimana-mana? Kenapa musti repot kalo abang gojek siap nganter kamu ke sebuah tujuan dan juga nganterin makan malam buat kamu?

Nah, yang ketiga: gempa bumi di Jepang, mungkin terdengar tidak relevan. Namun bukankan bencana mengingatkan kita pada kematian, dan kematian bisa terjadi dimana saja, kapan saja? Plus, ketika kita mati, bukankan kita tidak membawa apa-apa?

Jadi, apakah kamu siap menjadi seorang minimalist dan menikmati hidup?

Stick to healthy eating habit

HAPPY NEW YEAR!

Hihi, sudah agak terlambat ya? Namun tidak apa, ini adalah postingan pertama saya di tahun 2017, sehingga sudah sewajarnya saya buka dengan ucapan ini 🙂

Nah, sudah 2017, pasti banyak yang mengantongi resolusi 2017 yang beraneka rupa. Yang jadi pertanyaan adalah, apakah sudah dijalankan? Goal yang tinggi/sulit memang challenging, namun jika terlalu sulit bisa jadi malah membuat kita tidak lagi bersemangat mencapainya. Oleh karena itu, ukur diri kita sendiri, dan tetapkan goal yang setidaknya memenuhi acuan SMART (spesifik, measurable, achievable, relevant, time-bound). Jadi tidak kegampangan, tapi juga kesusahan. Plus kita tahu kapan harus dicapai dan akhirnya tau bagaimana mencapainya. Bisa dievaluasi juga.

Salah satu goal yang ingin saya capai adalah memiliki kondisi kesehatan yang lebih baik. Kebetulan akhir tahun lalu saya melakukan general check up, sehingga bisa menjadi baseline. Selain itu, jelas, yang bisa dilihat mata nantinya: kondisi kesehatan yang lebih baik akan tercermin salah satunya dengan penampilan yang lebih baik 😉 (baca: langsing). Oleh karena itu, salah satu resolusi saya adalah healthy eating.

Makan sehat, tentu banyakkkkkk banget ya, tantangannya. Apalagi disekitar kita begitu mudahnya ditemukan makanan enak dan lezat (tapi belum tentu sehat 😦 ) dengan harga yang terjangkau. Hedeeeh.

Makanya, mata saya berbinar membaca tips dari The American Heart Association, karena sederhana namun bermanfaat bagi kita yang sedang menjalankan resolusi makan sehat. Here they are:

  • Lebih cerdas dengan pilihan makanan. Kurangi makanan olahan, perbanyak makanan segar, dan baca label kalau membeli produk. Jadi kita tahu apakah bijaksana membelinya? Makanan sehat kadang memang tidak murah. Beli makan memang sebuah bentuk pengeluaran. Tapi jika kita bisa jadikan ini investasi kesehatan dimasa depan, why not kita sedikit effort untuk urusan makan ini? 

  • Jujur dengan makanan anda! Pai apel tentu tidak sama dengan makan apel, yes? 😉 Sekali lagi, makan memang bukan perkara satu dimensi. Kebutuhan emosi bahkan kadang perannya lebih besar daripada kebutuhan biologis. Jadi memang kejujuran dan komitmen sangat penting, heheh. If, you have problem dealing with this psychological problems, seek for help! Meet the expert! They would happily to help!

  • Masak sendiri lebih sering! artinya, bawa bekal. Bagi yang gak punya dapur seperti saya, gak masalah. Banyak makanan sehat gak menuntut untuk dimasak kok! Bahkan tinggal cuci-makan (hehehehe). Plus, resep makanan sehat sekarang ada dimana-mana. Kalau memang situasi dan kondisi sangat tidak memungkinkan untuk masak? Be wise. Pintarkan diri dengan cara banyak riset (baca), sehingga disituasi apapun, you know what you have to do.

  • Kurangi garam (dan gula ya, cyint!), menambahkan kacang-kacangan dalam makanan, dan juga perbanyak serat! Nom, nom, nom. 

  • Kalau kita ke pesta, pasti banyak makanan enak. Boleh, mencoba yang memang kita inginkan. Dikit aja, namanya juga cicip. Selebihnya, isi piring dengan buah dan sayur, yes (dan air putih!). (Rugi? Rugian mana kalo habis pesta malah sakit kepala dan begah? Hehehehe)

  • GET ACTIVE! Hayo, musti rajin olahraga. Gak perlu ikut gym mahal, kok. Sekarang banyak free apps yang bisa kita pakai untuk menjadi guide exercise di rumah (bahkan dikamar). Ataaau ya okelah kalo GAK SEMPAT. Artinya kita yang musti lebih mengaktivkan diri kita: parkir agak jauh dari tujuan sehingga kita jalan; pilih tangga alih-alih lift, dan sebagainya.

GIMANA? Oke kan? stick to healthy eating habit enggak sulit kan? Tetap semangat, ya!

Sehat itu kayak cinta. Tak bersyarat, namun perlu usaha.

-Katagita, 2015

salam,

/katagita

Mollycoddling

Pernah dengan kata-kata yang saya jadikan judul diatas? Sebelum anda kemudian diam-diam googling, tentu :).

Yes, saya sendiri mendengar istilah ini dari serial favorit saya yang berjudul “Master of Sex” . Saat itu Libbi, istri Bill, salah satu tokoh central dalam serial tersebut, melarang anaknya untuk main futball karena dia cidera di permainan pertamanya. Kemudian muncullah istilah ini, yang diucapkan oleh coach sang anak, bahwa ibunya, Libbi, sudah mollycoddling anak laki-lakinya itu.

Dari penjelasan diatas, sudah dapat sedikit gambaran, kan mengenai mollycoddling? Yak! Terjemahan bebasnya adalah memanjakan secara berlebihan. Memanjakan disini bisa juga  overprotective, memperlakukan terlalu halus, namun semua dalam kapasitas yang berlebihan.

Nah, bagaimana dengan kamu?? Pernah me-mollycoddling-kan sesuatu? Hmm, umumnya sih saya yakin pernah. Kalau me-mollycoddling diri sendiri? Pernah juga gak? Atau sering?

Ya, memanjakan, melindungi diri adalah sesuatu yang wajar dilakukan. Lha kalau bukan kita, siapa lagi? Namun, jika berlebihan, apapun itu rasanya kok jadi kurang baik.

Bagaimana jika memanjakannya adalah dalam urusan makan? Nah looo! Mollycoddling yang sering dijumpai dan terjadi saya yakin salah satunya adalah dalam perilaku makan. Sering sekali kita meng-overindulge- diri kita dengan makanan. Menganggap diri kita terlalu ringkih sehingga dikit-dikit… dihadiahi atau diobati dengan makanan.Senang dikit, makan enak. Susah dikit, makan juga. Marah dikit, makan juga. Semua demi…….membuat kita nyaman. Memollycoddling diri…  dengan makanan.. walo enggak lapar #uhuk.

indulgess_1 Selamat jumat malam,

/katagita

Pedoman Lapar (?)

What should I do when I don’t know what I shoud do?

Kalau tidak salah, ini adalah lirik lagu yang ada di film kartun Alice in the Wonderland. Waktu itu dia bingung musti bagaimana, sehingga menyanyilah dia lagu dengan lirik ini barengan dengan si McTwisp si kelinci putih.

Hmm, kalau Alice bingung kemudian nyanyi, kalau teman-teman bingung, apa yang dilakukan? (saya jadi penasaran apa Alice ini keturunan India ya, lha bingung aja nyanyi, hehehehe). Yang jelas, kalau bingungnya gara-gara belum bisa membedakan lapar fisik dan lapar mata, maka hal itu tak perlu terjadi lagi. Berikut pedoman sederhana untuk membedakan keduanya:

screen-shot-2016-12-13-at-4-30-36-pm

Gimana? Sudah lumayan membantu memecahkan kebingungan soal lapar? Semoga ya! Yang jelas, kalau pedomannya kita sudah ketahui, sekarang tinggal eksekusinya. Mau jujur atau mau excuse terus? Hihihi.

We have forty million reasons for failure, but not a single excuse.

Rudyard Kipling

/katagita

PS. Btw maaf for the late post, seharusnya saya posting minggu kemarin. Hanya saja minggu kemarin saya sakit seharian tidak bisa bangkit, jadi baru bisa menulis hari ini. 🙂

#MAKANSAATLAPAR

kesepian dan menua

Loneliness also disrupts the regulations of cellular processes deep within the body,

predisposing us to premature aging. – John Cacioppo.

PREMATURE AGING!!!!!!

Mendengar kata premature aging saya pun merinding. Menua, saya yakin ini adalah hal paling tidak dinanti atau bahkan ditakuti oleh banyak orang, khususnya wanita (soalnya saya wanita dan saya gak mau cepet-cepet jadi tua, hehehe) -walau pasti ada yang tidak setuju juga-,  karena menua adalah kepastian, soal waktu. Hanya saja: siapa sih yang rela melihat diri tidak secantik dulu, rambut beruban tak seindah dulu, kulit kendor dan kerut disana sini tak sekencang dulu? Kalau bisa sih, menuanya ditunda, sampai waktu tak terhingga, ya. Ehem,,

Belum lama, saya membaca artikel tentang uban. Pria mengalami ubanan lebih cepat dari wanita. Saya sendiri sih merasa kalau pria itu semakin tua semakin terlihat ganteng dan berwibawa (as long as he is in a good shape ya, taking a good care of himself dan no perut buncit, hihihihi #rewel). Jadi ubanan cepat-cepat gakpapa lah. Kalau ubanan dan kayak Richard Gere, siapa yang mau nolak, sih? Hehehehe…

media.jpg

Gimana? Ya kan, lelaki itu (atau Richard Gere itu? secara tidak semua laki-laki adalah Richard Gere dan Richard Gere tidak seperti kebanyakan laki-laki 😀 #wecallitlogic #tepokjidat ) makin silver justru kelihatan makin…. (isi sendiri).  Nah bagaimana dengan ubanan wanita? Kapan wanita mulai banyak uban? Well, kalau wanita sendiri konon akan mulai subur beruban sekitar usia 35. Bahkan, kecenderungan ubanan ini semakin kesini semakin terjadi pada usia yang lebih muda (hih! apah!). Mendengar informasi ini, saya mulai dag dig dug juga, karena artinya…… beberapa tahun lagi! Menua oh menua. Saya menua! (Padahal diri ini merasa selalu ABG, ehehehe).

Nah, kembali pada pernyataan diawal tulisan ini, lagi-lagi ternyata, KESEPIAN, membawa dampak yang tidak baik. Kalau kemarin membuat kita menjadi rentan dalam perihal kesehatan, eh ternyata kesepian juga mempengaruhi penuaan. Penuaan terjadi lebih cepat pada mereka yang merasa kesepian. HIKS.

Sekali lagi, pengertian kesepian itu tidak semata-mata secara fisik terisolasi. Memang, orang yang terisolasi atau berada di tempat asing memiliki kerentanan untuk menjadi kesepian. Namun yang lebih menyebabkan rasa kesepian adalah persepsi kita sendiri. It’s about a state of mind. 

Hih kesepian ya.. Bener-bener, deh! DAN ternyata,,, tidak hanya berdampak buruk pada masalah kesehatan, namun kesepian ini juga bikin gak cantik (baca: cepat menua). Oleh karena itu, diam-diam saya berjanji untuk tidak lagi-lagi merasa kesepian. Saya berjanji akan membina hubungan  yang lebih baik dengan mereka yang saya sayang dan percayai. Ingat kan ya ditulisan sebelumnya, it is not about the number of friends you have, but the quality. Ohya, juga memperkuat rasa percaya diri, karena menurut beberapa penelitian, ternyata ini juga berkorelasi dengan tingkat kesepian. Plus saya juga akan selalu membangun mindset yang positif, serta selalu memilih untuk bahagia.

Nah, tekad itu ternyata sejalan dengan beberapa tips yang diberikan oleh Cacioppo untuk mengatasi kesepian: (fyi Cacioppo ini adalah psikolog dan periset terkenal dibidang psikologi sosial dan tentunya ekspert soal tema kesepian)

  1. Kenali bahwa kesepian itu adalah sinyal perlunya perubahan pada suatu hal

  2. Pahami efek kesepian pada hidup anda, baik secara fisik maupun mental

  3. Kerjakan hal-hal yang anda sukai, bergabung dengan komunitas yang anda minati. Dengan demikian anda bisa membangun relasi baru, mendapat teman baru.

  4. Fokus untuk meningkatkan kualitas hubungan dengan mereka yang memiliki sikap, minat dan nilai yang sama dengan anda.

  5. Selalu berharap yang terbaik! Orang -orang kesepian biasanya belum-belum sudah membayangkan penolakan. Oleh karena itu, fokus pada pemikiran dan sikap yang positif dalam setiap hubungan sosial.

Nah, gimana? Berhubung saya tidak mau cepat-cepat menua, saya akan kuatkan tekad dan konsistenkan perilaku saya, dan jelas-jelas akan menerapkan tips Cacioppo ini baik-baik….

Selamat berakhir pekan yang panjang, dan ingat, seperti halnya kebahagiaan, kesepian itu adalah pilihan! ❤

/katagita

fullsizerender

kira-kira beginilah saya kalau menua, ha ha ha. kalau anda, bagaimana?

sumber:

Askt, D. (2008, Sept. 21). A talk with John Cacioppo: A Chicago scientist suggests that loneliness is a threat to your health. The Boston Globe Found online at http://www.boston.com/bostonglobe/ideas/articles/2008/09/21/a_talk_with_john_cacioppo/

lapar mata

155205_131397964

Hampir saja terlupa, setiap minggu saya berjanji untuk menulis seputar perilaku makan. Sebenarnya agak malu, karena minggu terakhir ini perilaku makan saya agak kurang beres. Saya sudah abai dengan perut saya yang kadang berontak kekenyangan, namun masih saja saya paksa, karena mata dan lidah saya tak mampu menjaga dirinya.

Yap, meminjam istilah dari pakar (Misalnya Van Strien atau Abramson), yang terjadi pada saya itu disebut external eating (jadi saya ini external eater). Mengenalinya mudah kok. Kalau orang lain makan karena lapar, external eater ini makan karena respon-respin eksternal seperti, “Duh kuenya cantik banget”, “Aduh baunya sedap betul”, atau karena “teman juga makan”. Atau bisa dibilang, apa ya, lapar mata! Nah iya, LAPAR MATA!

Apakah anda termasuk external eater? Coba deh jawab pertanyaan-pertanyaan dibawah ini:

Saat yang lain makan, saya pun ikut makan walau tidak sedang lapar

Jika ada makanan yang baunya enak, saya harus mencoba sedikit.
Sulit untuk mengacuhkan bau makanan yang baru selesai dimasak

Jika rasa makanannya benar-benar enak, saya akan makan lebih dari 
yang direncanakan

Saat saya lapar, saya tidak akan makan jika rasanya tidak enak

Walaupun saya sudah makan, tetapi tiba watunya makan maka saya 
akan makan lagi

Saat nonton ke bioskop, saya membeli popcorn atau snack walaupun tidak 
sedang lapar

Bukan hari raya namanya jika saya tidak makan terlalu banyak

Kapanpun ada momen spesial, saya merayakannya dengan makanan

Bagaimana? Apakah banyak yang anda jawab YA? Jika demikian, barangkali memang anda adalah seorang external eater.

Pertanyaan selanjutnya adalah: kalau iya, lantas saya harus bagaimana?

Ada beberapa tips yang bisa diaplikasikan. Lumayan simpel kok. Tapi ampuh.

  1. JAUHKAN MAKANAN dari anda. Ini yang paling gampang. Kalaupun suka menyimpan makanan, simpan dalam wadah tertutup. Jadi, anda tidak akan mudah kepingin. Atau buat aturan bahwa makanan tidak boleh ada diarea selain dapur dan ruang makan. 

  2. Minum air putih yang banyak! Selain untuk menjaga anda tetap terhidrasi, air putih membantu memisahkan antara rasa lapar dengan rasa haus. Biasanya kita hanya haus namun karena otak tak mampu menterjemahkan secara berbeda, ditangkap menjadi sinyal lapar (plus kadang kita suka pura-pura lapar 😀 ). Kalau sudah kenyang air kita mungkin akan memilih untuk menolak (atau setidaknya mencoba segigit saja) andaikan ada teman yang tiba-tiba menawari makana, hehehe.

  3. Kunyah pelan-pelan! Nikmatilah makanannya, taruh alat makan anda saat sedang mengunyah.

  4. Tentu saja: makan sadar. Sadari kapan, dimana, dengan siapa, dan tentu saja apa yang sedang anda makan. Mindfulness is always good.

Atau secara ringkas, yang paling gampang adalah: #MAKANSAATLAPAR

Btw, berhubung saya mendalami soal tema perilaku makan ini, rasa tidak enak yang muncul pada diri saya makin besar. Disonansinya menjadisangat besar. Duh, musti segera tobat ini. 

(Dari jauh pun terasa terdengar lagunya black eyed peas yang “Where is the love”)

People killin’, people dyin’
Children hurt and you hear them cryin’
Can you practice what you preach?
Or would you turn the other cheek?

selamat hari minggu,
/katagita