TIPS DARI RUNTASTIC

Being overweight is preventable and treatable situation. 

Itu adalah kata-kata dari runtastic. Yang bikin saya (yang overweight ini) makin semangat. Btw, hampir seminggu saya tidak joging. Penyebabnya karena saya diluar kota dan tidak punya waktu. Ah klasik banget. Namun sebisa mungkin saya tetap aktif misalnya dengan memaksimalkan langkah dan melakukan gerakan-gerakan ringan semacam squats, plank,  yang bisa dilakukan dimanapun kapanpun. Namun demikian tetap merasa tidak enak juga… Kalau sudah jadi kebiasaan dan tidak dilakukan memang rasanya jadi ada yang kurang. Nah, supaya saya gak larut dalam rasa yang gak enak ini, pagi ini saya dengarkan running story di runtastic. Ada beberapa tips praktis yang diberika, tentang bagaimana ilmu menurunkan berat badan (hmm walau idealnya dengerin ini sambil lari, bukan sambil tiduran seperti saya tadi, hahahaahaha). Tidak sulit sebenarnya, dan yaaa… itu-itu saja…

Ini dia tips yang tadi sudah dijelaskan. Tentu sesuai dengan apa yang saya tangkap dan sudah saya modifikasi kata-katanya.

YOUR JOURNEY TO WEIGHT LOSS: Practical Tips for Success

by Vera Schwaiger (runtastic team)

  1. Ngurangin makan, diet-dietan, bukanlah kunci. Kalau iya, harusnya banyak orang yang sukses soal diet. Nyatanya bermunculan berbagai jenis diet yang ditawarkan. Faktanya adalah: setiap orang tetap butuh kalori untuk energy, supaya tetap bertahan hidup walaupun tidak melakukan apa-apa sepanjang hari, atau disebut basal metabolic rate. Kemudian ada active metabolic rate atau kalori yang dibutuhkan berdasarkan aktivitas harian yang dilakukan. Basal ditambah active, kamu pun dapat rata-rata energy yang kamu butuhkan.
  2. Oleh karena itu, coba untuk bakar 500 kalori lebih banyak setiap hari melalui olahraga, atau kamu bisa menghemat 500 kalori dari makanan. Lakukan selama seminggu, maka hal itu akan setara dengan penurunan berat sebesar 0,5 kg.
  3. Tahan godaan untuk tidak ngemil setelah olahraga.. Hehehe ini yang berat, biasanya setelah olahraga pikiran kita terlalu pintar dan pede dengan berpikir “I deserve this and that”. Oh ya, tips sederhana yang lain: save calories from beverages. Minum yang cantik-cantik itu juga banyak kalorinya loh.. Jadi mendingan swap your drink to water. Karena minum minuman enak tanpa dinyana 500 kalori bisa terkonsumsi hanya dalam sekali slurp, tanpa sadar dan terasa. Belum kalo kita lihat kandungannya. Huhuhuhuhuhuhu!
  4. Nah tapi kadang tricky juga. Yang kalorinya lebih sedikit belum tentu lebih baik. Misalnya ada makanan diet produksi pabrikan yang mungkin hanya sekitar 100 kalori sekali konsumsi, sementara buah, kacang, atau sayur tertentu mungkin lebih dari itu. Nah, disinilah kita perlu lebih bijak dengan tidak hanya memperhatikan kalori, namun juga kandungan. Yang alami jelas lebih baik, dan biasanya efeknya jauh lebih baik pula untuk tubuh. Misalnya, kita jadi kenyang lebih lama, plus efek jangka panjang untuk tubuh jauh lebih baik.
  5. Ingat: don’t obsesse with CALORIES! Sekali lagi penting juga memperhatikan KANDUNGAN.
  6. Sekali lagi, kalori kita butuhkan untuk hidup. Kalori adalah bahan bakar kita, sehingga pastikan bahwa bahan bakar kita BERKUALITAS. Makan lebih sedikit belum tentu kemudian jadi turun berat badannya, karena bisa-bisa malah yoyo effect. Sekali lagi perhatikan hal-hal yang sifatnya lebih
  7. Diet-dietan tidak sehat buat tubuh, sayang gak banyak yang peduli, karena yang penting turun berat badan. Turun cepat, naek cepat, ini yang disebut yoyo effect yang efeknya justru memperlambat metabolism tubuh. Padahal metabolisme tubuh yang baik adalah asset berharga jika kita ingin menurunkan berat badan. Jangan juga dikira makan dalam porsi yang sangat kecil itu selamanya baik. Tricky! Sedikit coklat, satu butir cookies, dua gigit keripik kentang… aaah. Lama-lama menjadi bukit….. EAT MODERATELLY.
  8. Dulu… makanan musti diusahakan, dan aktivitas manusia sungguhlah banyak. Sekarang… makanan gampang banget didapatkan, sehingga kamu musti mengusakan AKTIVITAS. Pilih aktivitas yang memang kamu suka. Ikuti aturan sederhana dalam latihan: kombinasikan latihan endurance dan Misalnya saya suka jogging dan latihan dengan NTC. Keduanya membantu melunturkan lemak dan membentuk otot. Hal ini juga bagus untuk metabolism tubuhmu, bahkan disaat kamu istirahat otot terus membakar! Yeah!
  9. Stick to it at least 3 weeks. Make it habit. Beri tubuhmu kesempatan untuk “terbiasa”. If you fall, stand up and get through. Kamu bisa! That’s how we learned to walk or to ride a bike, isn’t it?
  10. MELANGKAHLAH! Pakai pedometer! Dengan ini kamu bisa lihat berapa langkah yang sudah kamu tempuh setiap hari. Hal ini membantumu untuk tetap aktif dan termotivasi . Set minimum 5000 langkah per hari
  11. Jika sudah…. set goal yang lebih tinggi lagi… 8000 steps? 10000 steps? (kalo kata iklan susu kala itu 10000 langkah/hari juga membantu mencegah osteoporosis)
  12. Starts small: tentu akan jadi memberatkan ketika kamu yang tidak pernah olahraga atau beraktivitas tiba-tiba memiliki goal: olahraga 5x/minggu atau 10000 langkah perhari? Ketika kamu tidak bisa memenuhinya, yang ada justru rasa “gagal” yang bergejolak, dan trickynya, kita jadi merasa… tidak mampu lalu ujungnya… menyerah.

Jadi, daripada demikian, sebaiknya mulai dari goal yang kecil kemudian ditingkatkan dari waktu ke waktu. Don’t too much too fast. Step by step.

  1. Start up with just a few minutes each day. Misalnya stretching 5 menit setiap kali bangun. Jalan pagi 25 menit.
  2. Kombinasikan latihan dalam aktivitas sehari-hari. Misalnya, setiap kali ke toilet, squat tiga kali. Di kursi kerja, do scissors. Walopun sederhana, kalo dilakukan setiap hari.. you will see the result.
  3. Kita selalu memperhatikan kualitas bahan bakar untuk mobil dan lain-lain, tapi justru jarang memperhatikan bahan bakar kita sendiri. Yap, bahan bakar kita kan makanan, jadi, yuk, mulai pilih bahan makanan berkualitas untuk menghasilkan yang terbaik dari kita. Dan… ini bisa dimulai diawal hari: SARAPAN.
  4. DON’T SKIP BREAKFAST. Breakfast is your engine. Important for your body and your brain. Trus sepanjang hari gimana? Makan biasa aja. Yang penting eat moderately, and choose wisely.
  5. Be smart and rely on natural fat burning cycle (4-6 hours between meals). Kalo mulai kruyuk2 diantara waktu makan? Ya minum air putih. Pastikan kalo kamu lapar. Grab fruits, kacang, ah pasti sudah tahu lah ya pilihan yang terbaik itu apa? J
  6. IT’s A MUST: DRINK WATER. Best liquid for your body. Want to add some flavor? Tinggal tambah lemon, jahe, timun, apapun yang kamu butuhkan.
  7. UNSWEETENED TEA is also choice. No soft drink. Di meksiko tingkat konsumsi soft drink sangat tinggi, dan yap, kasus obesitas disini juga tinggi. Kadang, kita berpikir bahwa “sekali-sekali” gak papa bukan? Tapi you may think it all over again: ketika kamu minum A, apakah sekali cukup? Gimana dengan teman-temannya (misanya saya, yang kalo ngeteh musti ada kue, blab la… hehehehe). Kalo alcohol bagaimana? Well, alcohol often stimulates our appetites. We crave for good midnight snack, we need a good hangover breakfast. Efeknya bisa langsung terasa dipinggang. But if it is really necessary for you like you’d die without, as long as you can keep it balance. Hmm..
  8. Nulis “nutrition diary”. Atau log book Coba tulis apa yang kamu makan setiap saat setiap hari. Lalu perhatikan polanya. Garis bawahi makanan yang berkualitas. Pelajari kebiasaanmu. Apa yang menjadi kelemahanmu, apa yang sudah baik. Pada waktu apa kamu merasa lemah, hal seperti apa yang bisa membuat kamu puas. Dari situ, kamu bisa mengelola diri dengan lebih baik dan bisa mengatasinya setiap tantangan yang muncul.
  9. Makan ketika lapar! Kalo sedikit-sedikit lapar?Sekali lagi: belajar mengelola diri. You can’t stop the wave but you can learn to surf!
  10. CRAVING? Ada beberapa pilihan yang kamu bisa lakukan: mengusir keinginanmu (yang biasanya malah jadi makin pengen), atau kamu jalan ke kulkas dan makan coklat sampe habis… lalu merasa bodoh bersalah dan tidak berdaya……

Atau pilihan yang lain: tetap datangi coklatnya. Lihat baik-baik. Cium wanginya. Potong-potong kecil. Ambil sepotong kecil. Rasakan coklat itu didalam mulutmu, rasanya, teksturnya, suhunya., hingga akhirnya kamu telan. Nikmati!. Tidak perlu banyak keeping, kamu pun bisa kembali dengan rasa puas, senang, dan tidak merasa bersalah.

Sekali lagi You can’t stop the wave but you can learn to surf! SURF THE WAVE OF TEMPTATION! MODERATION IS ALWAYS KEY.

  1. STOP CLASSIFYING FOODS as GOOD or BAD. Ingat! Semakin dilarang biasanya kita makin pengen.
  2. Selama kita makan dalam jumlah yang wajar, apapun yang kamu makan sebenarnya oke-oke aja. S dan K-nya adalah: KAMU MUSTI MENIKMATINYA.
IMG_1127 2.JPG

enjoy everything as you were in BALI

  1. Pulang kerja.. laper.. cari makan dan makan.. sambil nonton tv.. atau sambil ngobrol… tau-tau habis. Ini sering banget nih.. Makanya mulai sekarang: FOCUS on YOUR MEAL! Feel how your feeling of fullness kicks in.
  2. BE HERE AND NOW. STARTS ENJOYING EVERY SINGLE THINGS (especially foods) CONSIOULSY. BE MINDFUL! Memang kita pengen cepet-cepet kurus, langsing, tapi.. ini kan bukan roro jonggrang. Enjoy the process. Make it last forever… TAKE YOUR TIME!
  3. Dan ini adalah kunci segala kunci: KEEP GOING

 

Nah, gimana? Praktis dan bener banget, bukan? Yang jelas tips diatas membantu kita membangun kebiasaan yang sustainable,  yang tidak hanya akan membantu kita menurunkan berat badan, namun memiliki hidup yang lebih berkualitas.

Salam,

/katagita

 

You can’t stop the wave but you can learn to surf!

Iklan

Yakin, sudah benar?

Suatu hari ibu membawa sepiring mie. Katanya, ”Nih dimakan!” Saya cuma mengangguk pelan. Yang jelas, yang saya pikirkan saat itu adalah, ”Hidih makanan apaan itu? Mie tapi warnanya abu-abu tak jelas. Memang sih, berpadu dengan irisan bawang goreng dan daun seledri  juga sambal, tapi warna dan bentuk mie-nya lho! Gak jelas! Pasti tidak enak!” (Dan terus terang saya malas memakannya).  Namun karena dilihatin ibu, saya pun megambil mie tersebut dan meyuapkannya kemulut. Memakannya.

Dan, ehm, harus diakui, rasanya jauh dari tampilannya. Mienya kenyal, enak dan gurih. Belakangan saya tau bahwa makanan tersebut bernama mie lethek. Lethek atau kotor seperti warnanya yang abu-abu tak jelas, karena mie tersebut berbahan utama dari ketela. Bukan karena basi atau beneran kotor.

Nah, sebenarnya pengalaman saya dengan mie lethek tadi pasti juga sering dialami oleh semua. Hanya dengan penilaian sekilas pertama atas sesuatu, kita pun membuat JUDGEMENT atau PENILAIAN.

Ada dua hal yang terjadi saat kita melakukan judgement atau penilaian: filtering dan inference. Saat melakukan filtering atau penyaringan, kita cenderung melihat hal yang bisa kita lihat dan ingin kita lihat saja dan mengabaikan hal-hal lain. Dengan melakukan interference atau kesimpulan, kita melengkapi informasi yang sudah kita saring tadi, yang seringnya melampaui kebenaran yang sesungguhnya (karena sebenarnya kita belum memiliki informasi yang lengkap).

Hal ini lah yang terjadi saat saya membuat penilaian soal mie yang dibawa ibu. Melihat tampilan mie saja  dan sudah menolak duluan tanpa mencoba. Untung yang memberi ibu saya, sehingga saya (walau awalnya terpaksa) pada akhirnya tidak melewatkan kesempatan menikmati makanan enak.

Jadi, membuat penilaian dengan cepat itu tidak salah, karena memang ini mekanisme umum yang terjadi untuk membantu kita lebih mudah memahami dunia. Kalau tidak, ibarat mesin, bisa-bisa kepala kita meledak karena overheat kebanyakan mikir. Namun, jika kita mengandalkan segalanya dengan judgement singkat, atau bahkan membuat keputusan atas sesutu berdasarkan penilaian yang ternyata belum tentu benar, apakah sudah bisa dibilang  tepat?

being wise.png

gambar dari sini 

Tips berharga dalam berlari :)

Bulan Juli nanti, saya akan mengikuti acara run race, dan saya akan turun di 10K. Oleh karena itu, mulai dari saat ini dan beberapa minggu yang lalu saya mulai mempersiapkan diri. Yap, tentu saja mempersiapkan diri supaya akhir Juli nanti saya bisa jadi finisher 10K plus note: tidak malu-maluin catatan waktunya.

Lari memang bukan hal baru buat saya. I love running. Hanya saja, karena rasa cintanya tidak pernah dipupuk, seringnya masih kalah dengan rasa malas. Sampai akhirnya saya kembali mendaftar diacara lari seperti yang akan saya ikuti Juli nanti, dan mau  tidak mau saya pun harus making a very good preparation.

Agak flashback, lari terjauh yang pernah saya lalui sekitar 8 km, tapi jangan tanya, itu tempo siput. Kalau tidak salah hampir sejam atau bahkan sejam lebih saya mencapainya. Saya ingat betul, itu terjadi di Groningen. Saya lari bersama salah satu teman dari Indonesia yang kebetulan tidak kuat lari (katanya) sehingga dia lebih banyak jalannya daripada larinya, sehingga saya bisa cuma lari-lari kecil manja tanpa banyak tenaga. Kemudian dipadu dengan kala itu kami kesasar, sehingga jarak 8 km bisa saya lalui tanpa terasa. Namun yang membuat saya bangga: saya lari sepanjang 8 km itu, tanpa berhenti (jalan). Haha!

Oke kembali ke persiapan untuk 10K. Beberapa kali saya lari di CFD Sudirman. Cukup kaget juga setelah puluhan purnama tidak lari, hari itu saya kuat 5K tanpa henti. Mungkin karena saat itu saya berlari bersama teman yang mensupport saya dengan sabarnya. Minggu berikutnya, saya kembali melatih diri dengan berlari disebuah lapangan bola. Hanya saja, baru 2km lari saya terhenti: antara kram perut (kebetulan sedang period) dan juga saya kalah menghadapi diri sendiri. Kayaknya berat banget. Ya sudah saya pun tak lari lagi. Tapi btw, hipotesa saya yang lain: tidak ada supporter saat berlari, sehingga saya menyerah begitu saja saat ada keinginan berhenti.

Tidak hanya berlari, saya pun mencoba mempelajari teknik berlari dan juga hal-hal yang dapat mendukung agar kuat berlari. Tentu saja saya juga banyak bertanya dan mendengar nasehat kawan-kawan yang jago lari. Namun, mengobservasi diri sendiri itulah yang terpenting menurut saya. Kenapa? Karena lari itu seperti halnya sifat manusia: sngat individual. Memang ada aturan universal, namun yang berlaku untuk orang A belum tentu cocok untuk B namun bisa jadi oke bagi orang C.

Eniwe, pelajaran yang paling berharga dari proses persiapan yang saya lakukan beberapa minggu ini saya dapatkan saat saya lari lapangan bola. Apakah itu? Jadi insight ini saya dapatkan setelah disalip mbak-mbak yang berlari dengan sepatu mirip converse dan baju flanel. Hohoho, that’s true, i don’t just make it up. Nah dari situ saya pun mengalami AHA moment. Segala macam teori, persiapan, apapun itu, kalah dengan lari itu sendiri. Percuma kebanyakan teori kalau akhirnya kamu enggak lari, atau membiarkan dirimu terus berlari. Maksudnya?

you want to run?

JUST RUN!

 

Salam,

 

/katagita

bosan ini membunuhku

KAMU TAU GAK,

Kenapa kita gampang bosan???? Parahnya nih, kalau bosan biasanya lari ke……………………………………….

MAKAN.

KZL.

Akhirnya, saya tau jawabnya. Saya baca dari artikel di psikologi evolusioner dan juga dari youtube UCTV.

Karena diri kita ini didesain untuk AKTIF.

Karena diri kita ini didesain untuk BERGERAK.

Karena diri kita ini didesain untuk BERGERAK. BERGERAK menghadapi macan dan hewan-hewan buas lain yang mungkin menjadikan kita mangsanya. BERGERAK mengejar-ngejar AYAM dan IKAN yang mungkin bisa jadi bahan makanan kita.

Kemudian teknologi datang. Dan segalanyapun termudahkan.

Pesan ini tinggal ketik pakai jari. Dianter sampe depan, tinggal ngesot.

Mau ganti chanel TV tinggal pencet-pencet tombol remote.

Mau nyuci tinggal “plung” pencet-pencet, lalu selesai.

Dan… kebanyakan dari kita seharian hanya duduuuuuuuuuuuuuukkkk saja kerjanya di kantor.

Gak heran kalau kita jadi mudah bosan.

HIDUP TERLALU MUDAH DAN MINIM GERAKAN!

Dan kalau bosan, kita pun mulai celamitan.

Apalagi kalau disekitar kamu banyak makanan.

YAUDAH DEH.

Jadi, gimana kalo setiap 45 menit atau 1 jam kamu jalan kemanaaa.. gitu, ke toilet atau skedar ngulet.

Atau… mengambil waktu 20 menit dari waktu makan siang untuk jalan….

Bisa juga… saat nonton tv trus iklan.. mondar mandir bentar gitu? Glute bridge? Sit up? ngerapiin lemari?

Atau, daripada nunggu sambil bengong, mending sambil calf raising? Atau sambil squat? Hahahah!

Hmm, aku tau, kamu pasti lebih tau yang kamu mau! 🙂

Happy tuesday!

/katagita

dinosaur-chase-cartoon-silhouette-man-being-chased-vicious-t-rex-41557620

Stick to healthy eating habit

HAPPY NEW YEAR!

Hihi, sudah agak terlambat ya? Namun tidak apa, ini adalah postingan pertama saya di tahun 2017, sehingga sudah sewajarnya saya buka dengan ucapan ini 🙂

Nah, sudah 2017, pasti banyak yang mengantongi resolusi 2017 yang beraneka rupa. Yang jadi pertanyaan adalah, apakah sudah dijalankan? Goal yang tinggi/sulit memang challenging, namun jika terlalu sulit bisa jadi malah membuat kita tidak lagi bersemangat mencapainya. Oleh karena itu, ukur diri kita sendiri, dan tetapkan goal yang setidaknya memenuhi acuan SMART (spesifik, measurable, achievable, relevant, time-bound). Jadi tidak kegampangan, tapi juga kesusahan. Plus kita tahu kapan harus dicapai dan akhirnya tau bagaimana mencapainya. Bisa dievaluasi juga.

Salah satu goal yang ingin saya capai adalah memiliki kondisi kesehatan yang lebih baik. Kebetulan akhir tahun lalu saya melakukan general check up, sehingga bisa menjadi baseline. Selain itu, jelas, yang bisa dilihat mata nantinya: kondisi kesehatan yang lebih baik akan tercermin salah satunya dengan penampilan yang lebih baik 😉 (baca: langsing). Oleh karena itu, salah satu resolusi saya adalah healthy eating.

Makan sehat, tentu banyakkkkkk banget ya, tantangannya. Apalagi disekitar kita begitu mudahnya ditemukan makanan enak dan lezat (tapi belum tentu sehat 😦 ) dengan harga yang terjangkau. Hedeeeh.

Makanya, mata saya berbinar membaca tips dari The American Heart Association, karena sederhana namun bermanfaat bagi kita yang sedang menjalankan resolusi makan sehat. Here they are:

  • Lebih cerdas dengan pilihan makanan. Kurangi makanan olahan, perbanyak makanan segar, dan baca label kalau membeli produk. Jadi kita tahu apakah bijaksana membelinya? Makanan sehat kadang memang tidak murah. Beli makan memang sebuah bentuk pengeluaran. Tapi jika kita bisa jadikan ini investasi kesehatan dimasa depan, why not kita sedikit effort untuk urusan makan ini? 

  • Jujur dengan makanan anda! Pai apel tentu tidak sama dengan makan apel, yes? 😉 Sekali lagi, makan memang bukan perkara satu dimensi. Kebutuhan emosi bahkan kadang perannya lebih besar daripada kebutuhan biologis. Jadi memang kejujuran dan komitmen sangat penting, heheh. If, you have problem dealing with this psychological problems, seek for help! Meet the expert! They would happily to help!

  • Masak sendiri lebih sering! artinya, bawa bekal. Bagi yang gak punya dapur seperti saya, gak masalah. Banyak makanan sehat gak menuntut untuk dimasak kok! Bahkan tinggal cuci-makan (hehehehe). Plus, resep makanan sehat sekarang ada dimana-mana. Kalau memang situasi dan kondisi sangat tidak memungkinkan untuk masak? Be wise. Pintarkan diri dengan cara banyak riset (baca), sehingga disituasi apapun, you know what you have to do.

  • Kurangi garam (dan gula ya, cyint!), menambahkan kacang-kacangan dalam makanan, dan juga perbanyak serat! Nom, nom, nom. 

  • Kalau kita ke pesta, pasti banyak makanan enak. Boleh, mencoba yang memang kita inginkan. Dikit aja, namanya juga cicip. Selebihnya, isi piring dengan buah dan sayur, yes (dan air putih!). (Rugi? Rugian mana kalo habis pesta malah sakit kepala dan begah? Hehehehe)

  • GET ACTIVE! Hayo, musti rajin olahraga. Gak perlu ikut gym mahal, kok. Sekarang banyak free apps yang bisa kita pakai untuk menjadi guide exercise di rumah (bahkan dikamar). Ataaau ya okelah kalo GAK SEMPAT. Artinya kita yang musti lebih mengaktivkan diri kita: parkir agak jauh dari tujuan sehingga kita jalan; pilih tangga alih-alih lift, dan sebagainya.

GIMANA? Oke kan? stick to healthy eating habit enggak sulit kan? Tetap semangat, ya!

Sehat itu kayak cinta. Tak bersyarat, namun perlu usaha.

-Katagita, 2015

salam,

/katagita

Pedoman Lapar (?)

What should I do when I don’t know what I shoud do?

Kalau tidak salah, ini adalah lirik lagu yang ada di film kartun Alice in the Wonderland. Waktu itu dia bingung musti bagaimana, sehingga menyanyilah dia lagu dengan lirik ini barengan dengan si McTwisp si kelinci putih.

Hmm, kalau Alice bingung kemudian nyanyi, kalau teman-teman bingung, apa yang dilakukan? (saya jadi penasaran apa Alice ini keturunan India ya, lha bingung aja nyanyi, hehehehe). Yang jelas, kalau bingungnya gara-gara belum bisa membedakan lapar fisik dan lapar mata, maka hal itu tak perlu terjadi lagi. Berikut pedoman sederhana untuk membedakan keduanya:

screen-shot-2016-12-13-at-4-30-36-pm

Gimana? Sudah lumayan membantu memecahkan kebingungan soal lapar? Semoga ya! Yang jelas, kalau pedomannya kita sudah ketahui, sekarang tinggal eksekusinya. Mau jujur atau mau excuse terus? Hihihi.

We have forty million reasons for failure, but not a single excuse.

Rudyard Kipling

/katagita

PS. Btw maaf for the late post, seharusnya saya posting minggu kemarin. Hanya saja minggu kemarin saya sakit seharian tidak bisa bangkit, jadi baru bisa menulis hari ini. 🙂

#MAKANSAATLAPAR

Cerita dari Wonosobo (3)

Masih Day 2.

(Ini adalah cerita yang tidak pantas ditiru pada bagian tertentu, khususnya pendakian tanpa persiapan)

Yap, kami memang traveler sejati. Berpetualang tanpa terlalu teguh pada itinerary, hehehehe. Berhubung mengalami kekecewaan dengan kamar yang disinggahi plus menemukan teman seperjalanan, akhirnya saya dan sahabat memutuskan untuk ikut mendaki Gunung Prau bersama kawan baru yang sudah berbaik hati menerima kami main di tenda. Plus, kami mengundang satu lagi teman di Jogja untuk bergabung dan eeeeee dia mau.

Memang dadakan dan tanpa persiapan. Namun ditengah kemendadakan itu saya masih memikirkan standar keselamatan minimum: minjem sepatu yang proper buat naek gunung. Tanpa itu saya tidak mau melanjutkan rencana ini, karena sepatu yang saya pakai saat itu, untuk menaiki Bukit Sikunir saja membuat saya beberapa kali hampir jatuh terpeleset. Untungnya dapat sepatu pinjaman, yah, walo rasanya jadi gak cantik hihihi. Yang penting aman.

img_1997

mengenakan sepatu outdoor legendaris ala tentara amerika, dengan kombinasi celana jeans dan baju kemarin. EEEEEEK #janganditiru #kurangproper

Benarlah, setelah mandi-mandi, merapihkan barang-barang, mengembalikan tenda, menunggu cowok-cowok jumatan sambil tidur-tiduran diruang tengah homestay yang sumpah dingin banget, kami pun menuju ke basecamp. Sayangnya: HUJAN! Bahkan cukup deras. Dag dig dug sih, karena kalaupun reda, artinya akan: LICIN. Namun karena tekad kami bulat, kami tetap meneruskan rencana, pun sudah bersiap-siap jas hujan segala. Dan ketika hujannya tinggal rintik-rintik, kami pun segera menuju ke basecamp yang letaknya sekitar beberapa kilo dari tugu DIENG.

Dan…..Dijalan, wooow.. ketemu pelangi. Tentu saja tidak terlewatkan untuk diabadikan. Cekrek!

img_2007

PELANGI DI WONOSOBO

Sampai di basecamp Patak Banteng, kami menuju ke salah satu penyedia peralatan. Disana kami tidak langsung naek, namun melakukan persiapan-persiapan. Selain menyiapkan peralatan yang dibutuhkan, yang kami lakukan adalah: mengurangi barang yang tidak diperlukan dan membawa yang memang perlu. Ohya, sebelumnya kami juga berbelanja berbagai keperluan (baca: AIR MINERAL DAN INDOMIE, dan juga PANGPANG, snack idola saya, Hahahaha) untuk diatas nanti. Hiiih excited banget.

Dan, dimulailah. Agak tegang sebenarnya. Secara terakhir beginian adalah…………….waktu SMA. Tapi yasudah, pasrah dan pantang menyerah saja. Kira-kira jam 4-5 sore kami mulai naek . Konon membutuhkan waktu 2,5-3 jam untuk sampai puncak. Dan… yeah, menuju pos 1, yasalam, menggeh-menggeh, hahahahaha… Namun pemandangan indah (dan pendaki-pendaki lain yang semangat dan beraneka bentuk, bahkan yang “lebih gak proper”) membuat kami -saya- tetap semangat. Jalannya masih aman dan banyak bonus. Lewat pos pertama, langit mulai gelap. Jalanan juga mulai sulit. Sulit karena sisa hujan, jadi licin. Plus pemandangan mereka yang turun dari puncak yang mukanya gak karu-karuan dan badannya (apalagi celananya) kuotor bingits. Hahahaha. Ini membuat saya yang pendaki cemen agak-agak gimana gitu, tapi untunglah kami setim ini selow jalannya dan saling mendukung. Jadi halangan dan rintangan tak terasa berat lagi, (atau terasa berat namun sudah kepalang basah, hehehe), sampe akhirnyaa……. tibalah kami di tempat tujuan kami: puncak Prau. RUAME! adalah kesan pertama saya. Sudah kayak pasar. Maklumlah, kalau tidak salah, kala itu adalah long weekend. Karena ramai itu pulalah kami mulai mencari spot untuk membangun tenda. Setelah mendapatkan spot kami pun mulai bersiap mendirikan tenda. Saya kebagian jaga barang-barang didekat pohon.

Dan ya sudah. Cerita malam itu sampai disini. Saya gak ingat apa-apa lagi. My friends owe me a story! Aneh. Saya tidak punya kenangan. Gak mungkin banget kan, masak tau-tau saya ketiduran sebegitu hebatnya. Tau-tau dibangunkan sudah ditenda, bau counterpain dimana-mana, sudah menjelang waktu menikmati timbulnya matahari pagi.  OMG. and it remains mistery for me.

Menurut kamu, apa yang terjadi?

#tobecontinue

#latepost

/katagita

“In this world, it is too common for people to search for someone to lose themselves in. But I am already lost. I will look for someone to find myself in.” 
― C. JoyBell C.