(Not really about) PREPARING THE INTERVIEW

Beberapa saat yang lalu saya dihubungi oleh mantan mahasiswa. “Tumben, nih!”, pikir saya. Sangat jarang ada mahasiswa yang sudah lulus menghubungi dosennya… kecuali ada perlu.

Dan yak betul, ybs ternyata hendak meminta tips dari saya. Mahasiswa ini konon akan mengikuti wawancara sebagai bagian dari seleksi penerimaan calon penerbang. Nah, oleh karena itu tulisan saya kali ini adalah tentang kiat sukses menghadapi wawancara (kerja/seleksi). Syahdan saya termenung, memikirkan apa yang akan saya tulis. Karena sejatinya tulisan serupa sudah sangat banyak. Google it, and you’ll find many!

Berikut adalah beberapa tips versi saya:

  1. Syarat mutlak: be your self. Menjadi diri sendiri saat wawancara itu adalah hal yang paling penting. Dimulai dari penampilan: gunakan pakaian yang nyaman untukmu. Nyaman bukan berarti kalau sukanya pakai kaos dan jeans sobek kamu tetap memakainya saat wawancara. Nyaman disini tetap nyaman yang Misalnya kamu orangnya simple dan tidak suka neko-neko, ya gunakan baju simple namun tetap proper. Kalau tidak suka dan nyaman pake heels ya jangan digunakan (kecuali memang dalam interview disebutkan WAJIB memakai sesuatu, artinya kamu bebas menentukan). Jika tidak suka make up tebal, ya tidak usah karena memang tidak perlu. Selain penampilan, menjadi diri sendiri juga wajib ketika kamu menjaawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Jawaban yang muncul dari hati itu terasa dibanding jawaban yang dibuat-buat. Plus, kalau kamu “memalsu” jawaban, sesuatu yang kamu tidak suka kamu bilang suka, jika kemudian kamu harus melakukan yang tidak suka itu setiap hari, bagaimana?
  2. Nah, poin pertama itu akan mudah dilakukan jika persiapan kamu sebelumnya sudah matang. Hmm, maksud saya dengan persiapan adalah bukan apa yang kamu lakukan malam sebelumnya, namun apa yang sudah kamu lakukan selama ini. Have you spent your time wisely? Bagaimana kamu menjalani kehidupan kamu selama ini? Menghabiskan menit demi menit untuk sesuatu yang berharga atau sekedar scrolling hape tanpa akhir apalagi dengan tujuan dan tahu-tahu hari sudah berganti malam? Atau kamu sibuk mengembangkan dirimu, bergabung dengan komunitas peduli lingkungan, melakukan hal yang bermanafaat bagi dirimu dan untuk orang disekitarmu? Nah, bagaimana kamu melakukan nomor 2 ini akan sangat membantu poin 1.
  3. (rasanya poin demi poin sambung menyambung menjadi satu, seperti Indonesia). FIND YOUR PURPOSE(s). Menemukan dirimu, menjadi diri sendiri memang bukan perkara yang mudah. Namun ada hal dapat membantu kita melakukan itu dengan menyenangkan: temukan TUJUAN HIDUPMU. Sebenarnya kamu hidup buat apa, sih? Dengan tahu tujuan hidupmu, kamu bisa kemudian menyesuaikan setiap hal yang kamu lakukan menuju kesana. Ini juga membantu kamu terus termotivasi melakukan hal baik dan menjadikan hidupmu lebih bermakna.

Wah, kenapa tips ini menjadi sangat abstrak ya? Sebenarnya apa yang ingin saya sampaikan cukup sederhana: Find your life purpose, it leads you to create your values of life. It guides you. You just need to do GOOD and ENJOY every single moment. Jika itu selalu dilakukan, saya yakin, wawancara apapun bisa dilalui dengan mudah. Untuk panduannya lagi-lagi cukup buka google (misalnya tips-tips praktis soal pakaian yang harus dipakai, dokumen yang harus dibawa, dst). Sisanya pasti kamu sudah tau apa yang harus kamu lakukan.

Saya ingat tulisan seseorang diinternet, dia menulis bahwa “lucunya, hidup itu seolah-olah membuat kita harus selalu mempersiapkan diri untuk sesuatu”. Saking sibuknya melakukan persiapan, yang terjadi malah kita tidak memperhatikan hal-hal penting yang terjadi disekitar kita, yang kadang tidak terjadi dua kali. Remember, life is a journey, not a destination..

 

salam,

/katagita

Iklan

Apa yang harus saya siapkan?

Melihat perkembangan dunia yang begitu cepat dan pesat, sebagai generasi muda kita mungkin tidak agak cemas juga, apalagi yang saat ini masih belum memiliki karir. Jangankan karir, mau ngapain setelah lulus sekolah saja masih bingung. Daripada kita cemas akan hal yang belum jelas, sebaiknya kita mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya saja. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan:

mindset.jpg

gambar diperoleh dari sini 

(positive) MINDSET.

Mindset adalah a set of beliefs or a way of thinking that determines one’s behaviour, outlook and mental attitude. Artinya, mindset ini akan menentukan bagaimana sikap dan  perilaku dalam menghadapi segala kesempatan dan tantangan didunia ini. Viktor Frankl, seorang professor psikologi yang pernah menjadi tawanan di kamp konsentrasi dan tetap hidup, menuliskan dalam bukunya: bahwa alih-alih dia tenggelam dalam kesengsaraan menjadi tanpa kebebasan dan penuh keterbatasan, Frankl justru fokus pada apa-apa saja yang bisa dilakukannya setiap hari: mensyukuri matahari yang terbit hari itu, membantu mereka yang lebih menderita disitu, itulah yang membuat dia terus bertahan dan hidup. Dan yang jelas seperti itulah mindset yang sebaiknya  kita miliki.

BE THE A GENERATION

Gap antara generasi itu akan selalu ada di tahun berapapun. Kebetulan saja, isu tentang generation gap menjadi mengemuka, salah satunya karena teknologi. Teknologi yang membuat kita bisa mendapatkan berbagai informasi tentang apapun, sehingga rekognisi kecil dari generasi tertentu pun bisa menjadi perhatian. Namun perlu diingat, ini bukan isu baru. Pada jaman kapanpun, sebuah organisasi akan selalu diwarnai dengan orang-orang beda generasi, benar? Oleh karena itu, salah satu kunci sukses adalah menjadi A Generation atau Adaptive Generation. Artinya, mau bagaimanapun komposisi diorganisasi atau suatu tempat, kita akan siap dan mampu beradaptasi. Setiap generasi memiliki karakteristik unik, nah kekuatan kita adalah ketika adaptif dengan semua keunikan yang ada.

generetion.jpg

gambar diperoleh dari sini 

Miliki ROLE MODEL!

Ternyata, memiliki role model atau tokoh teladan itu adalah hal yang perlu dilakukan. Kenapa? Karena dari role model tersebut kita belajar sesuatu. Melalui role model tersebut kita bisa mencontoh bagaimana filosofi hidupnya, apa kebiasaan sehari-harinya hingga bagaiman saat dia menghadapi kesulitan dan kegagalan. Jadi, miliki role model dan pilih mereka yang terbaik, ya!

KNOW YOUR SELF!

Kenali dirimu dan apa maumu. Jangan cuma ikut-ikutan! Siapa kamu? Apa yang kamu mau? Apa passion kamu? Apa tujuan hidupmu? Dengan kenal diri maka kita tau apa yang sedang dan akan kita lakukan sehingga setiap detik yang berlalu tidak hanya kesia-siaan. (to help, kalian bisa baca tulisan #serimengenaldiri disini 🙂 )

yourtime is limited

gambar didapat dari sini 

DON’T WASTE YOUR TIME!

Masih berhubungan dengan poin sebelumnya, waktu adalah harta paling berharga didunia, sehingga harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, kita harus belajar memilah mana yang memang perlu jadi perhatian kita dan mana yang tidak. Daripada sibuk cemas mikirin nanti hujan atau tidak, gimana kalau kita siapin payung saja? Artinya, daripada ngabisin waktu untuk sesuatu yang diluar kontrol kita, kenapa tidak kita lakukan apa yang bisa kita lakukan saja untuk memanimaliasir situasi yang tidak kita inginkan atau memaksimalkan situasi yang kita inginkan?

PERSISTENCE!

Pantang Menyerah! Alih-alih kita putus asa karena masalah, kenapa tidak kita belajar dan menjadi besar melalui masalah yang terjadi?

RATHER THAN SHRINKING AWAY FROM YOUR PROBLEMS,

GROW BIGGER THAN THEM

ZIG ZIGLAR

 

(Tips ini didapatkan dari Adi Pakaryanto, Head of Corporate Human Capital Triputra Group  dalam sebuah sesi dimana beliau sebagai dosen tamu di Bina Nusantara University, Jakarta)

 

Our time is limited.

Semua pasti setuju bahwa waktu kita hidup sangat terbatas. Hidup pasti akan berakhir, namun kapan kepastiannya kita tidak pernah tahu. Oleh karena itu, kita pasti setuju bahwa artinya, hidup yang hanya sebentar dan penuh misteri ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-sebaiknya. Namun pernahkan kita berpikir dan melakukan evaluasi diri, tentang penggunaan waktu kita selama ini? Kita berada di periode waktu kehidupan kita yang manakah? Sudah bijakkah kita dalam menggunakan waktu yang berharga ini?

Silakan jawab pertanyaan dibawah ini. Tenang, ini adalah pertanyaan non-judgmental. Tidak ada yang salah atau benar selama memang sesuai dengan diri anda 🙂

  1. Berapa banyak dari waktu anda yang dipakai untuk memikirkan masa lalu?

  2. Berapa banyak dari waktu anda yang dipakai untuk memikirkan saat ini dan kini?

  3. Berapa banyak dari waktu anda yang dipakai untuk memikirkan tentang masa depan?

Untuk mempermudah, silakan pikirkan jawaban atas pertanyaan berikut ini: seberapa sering anda memikirkan dan terbawa dengan ingatan tentang hal-hal yang telah terjadi? Seberapa sering anda terkoneksi, benar-benar berkonsentrasi dengan apapun yang sedang anda lakukan saat ini? Seberapa sering anda menghabiskan waktu membayangkan masa depan, dan menjadi khawatir tentang hal-hal yang mungkin akan menimpa anda?

the energy model

 

gambar dari linkedin

 

“The Energy Model” mencoba menjelaskan posisi anda saat ini, dan menetukan energy anda banyak dihabiskan untuk bagian mana dari kehidupan ini. Apakah masa lalu (memory driven), masa depan (dream driven), atau masa kini (reality driven).

Kira-kira, model mana yang paling baik? Yang jelas, ada sebuah quote yang cukup baik untuk menjadi pembelajaran kita supaya dapat menjalani hidup dengan lebih berkualitas dan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.

 

“You can’t change the past.

But you can ruin the present by worrying about the future.”

#serimengenaldiri #selfimprovementseries

(inspired by: Krogerus dan Tschäppeler. 2011. The Decision Book. Profile Books LTD: London. )

 

The Happiest Moment

happy

Pemusik, dokter, penulis, dan hampir semua profesi mengaku bahwa mereka merasa paling bahagia ketika sedang ”larut” dalam aktivitas yang sebenarnya cukup melelahkan (menyita energi) namun mereka benar-benar sukai. Agak mengagetkan ya, karena selama ini seolah ada pandangan bahwa saat paling menyenangkan adalah ketika kita dalam kondisi rileks. Jika memang kebahagiaan ini bisa diperoleh dari hal-hal yang biasa kita lakukan, maka kondisi yang seperti apa yang bisa membuat kita pada the happiest moment?

Pada tahun 1961, Czikszentmihalyi meneliti tentang apa sih sebenarnya kebahagiaan itu, seperti apa kondisi bahagia itu? Oleh karena itu dia mencoba meneliti tentang apa sih yang membuat orang bahagia, keadaan seperti apa yang mendatangkan kebahagiaan, dengan mewawancara ribuan orang. Dari situ dia menyimpulkan lima hal dari jawaban-jawaban yang diberikan responden yang diwawancarainya.

  1. Sangat fokus pada aktivitas yang dilakukannya,
  2. yang merupakan aktivitas yang dipilihnya sendiri,
  3. aktivitas tersebut tidak terlalu mudah namun juga tidak terlalu sulit,
  4. dengan tujuan yang jelas,
  5. ada feedback segera.

Kelima hal ini yang kemudian disebut sebagai saat kebahagiaan terjadi, atau disebut FLOW. Ketika FLOW ini terjadi, tidak hanya seseorang merasa puas, bisa-bisa mereka lupa waktu dan lupa dengan diri karena terlalu larut dengan apa yang sedang dikerjakannya. The happiest momet!

So, what is preventing you to be happy?

Do what your love and

love what you do!

 

#serimengenaldiri #selfimprovementseries

handling question

microphone

Sebagai mahasiswa, atau apapun yang pernah mengalami sesi presentasi, pasti pernah pula mengalami sesi tanya-jawab kan, ya?

Memang tidak ada persiapan yang lebih baik daripada kita yang benar-benar menguasai apa yang kita presentasikan, sehingga mau ditanya apapun kita siap. Namun, ada beberapa hal pula yang perlu dilatih dan dibiasakan ketika kita berada pada sesi tanya jawab ini. Mengapa? Ini membantu banyak hal, yang jelas meningkatkan kredibilitas kita sebagai seorang presenter profesional. Tips ini saya peroleh lagi-lagi dari Mrs. Cherry Pearl. She is awesome, indeed!

Berikut beberapa langkah yang sebaiknya dilakukan dan dipenuhi dalam sesi tanya-jawab.

  1. Lemparkan kesempatan untuk bertanya. Tanyakanlah apakah ada audience yang ingin menanyakan sesuatu terkait materi yang diberikan.

  2. Setelah ada pertanyaan, ulang pertanyaannya. Ini untuk menyamakan persepsi, plus, kita mengambil pertanyaan ini bukan hanya dari A ke kita namun dari forum untuk forum.

  3. Setelah itu, baru jawab pertanyaannya. Ingat, jawab pertanyaan. Bukan ngajakin keliling Bogor-Bekasi-Serpong- Cibubur alias muter-muter.

  4. Jika sudah, kembali tanyakan: apakah jawaban yang diberikan sudah menjawab pertanyaan yang dimaksud?

 

Sederhana, kan? Yuk, kita terapkan!

 

EYE CONTACT

eye-contact

Ternyata, untuk melakukan eye contact adalah hal yang sulit bagi beberapa orang. Biasanya sih, karena tidak biasa. Tidak biasanya ini bisa disebabkan karena bermacam latar belakang. Mulai dari karena dianggap rude/tidak sopan, karena grogi, karena eyelinernya lagi gak beres (lho, ini sih gue banget :D), yang ujung-ujungnya adalah: tidak berani menatap orang lain ketika berbicara. Kalaupun menatap paling sekilas-sekilas. Atau kalau ini situasinya adalah pada sebuah forum yang mengharuskan kita berbicara didepan orang banyak, maka yang sering terjadi adalah kita hanya menyapu-nyapu pandangan pada audience. Hmm,

Padahal tatapan mata adalah cara yang paling penting dalam komunikasi yang paling primitif sekalipun. Melalui tatapan mata kita dapat membantu mengetahui emosi yang terjadi, memahami, tidak hanya to hear but to listen. Melalui tatapan mata kita mendapatkan feedback. Melalui tatapan mata yang kita bangun, maka kesan mendalam yang diperoleh oleh audience, bahwa kita adalah seseorang yang kredibel, lebih dapat dipercaya dan bersungguh-sungguh.

The eyes are the messengers of the soul.

eye-contact211

Nah, berikut adalah tips bagi anda yang ingin melatih tatapan mata anda ketika berbicara dengan orang lain, supaya tidak mudah berpindah-pindah atau “menyapu-nyapu”. Tips ini saya peroleh dari seorang trainer kondang berskala internasional Mrs. Cherry Pearl Sampayan.

  1. Ajak teman anda, boleh satu, dua, atau berapapun teman yang anda punya dan mau anda ajak latihan “eye contact” 🙂
  2. Peraturannya adalah, anda akan bercerita tentang sesuatu. Apapun.
  3. Sementara teman anda, akan mengangkat tangannya ketika anda bercerita dan melakukan hitungan: 1011, 1012, 1013, 1014, 1015. tangan boleh diletakkan ketika hitungan sudah di 1015.
  4. Lalu mulai berceritalah anda dengan menatap mata teman yang mengangkat tangan tersebut. Sementara si teman diam-diam menghitung dalam hati, “1011, 1012, 1013,…”
  5. Namun, jika saat melakukan hitungan mata anda ketauan tidak melihat ke teman tersebut, si teman harus menghitung ulang dari awal. Artinya, tangannya tidak boleh diturunkan, dan juga anda tetap harus bercerita pada orang yang sama.
  6. Nah, jika sudah berhasil (artinya anda berhasil bercerita dengan menatap mata selama teman anda menghitung 1011-1015 yang ditandai dengan turunnya tangan teman anda), silakan langsung arahkan pandangan dan lakukan hal yang sama pada teman yang lain, dengan aturan yang sama.

Sederhana, kan?

Tidak hanya mendapatkan manfaat bahwa “anda bisa menatap lebih lama dengan PD”, bagi beberapa orang bahkan ini membantu mengatur pace ketika berbicara. Coba deh lakukan dan kemudian saling memberikan feedback. Manfaat apa yang diperoleh?

Salam,

/katagita

 

P.s. Tapi plis, selalu perhatikan situasi, ya 😀 ^_^v

2012-4-8-eyecontact

being mindful in presentation

Senin lalu saya mengikuti rangkaian program pelatihan dengan judul “repack your image”. Pelatihan ini ditujukan sebagai bentuk apresiasi bagi para kontributor di lembaga pelatihan dan pengembangan di insititusi tempat saya bekerja. Senang rasanya, membayangkan akan mendapat banyak sekali insight dan tips yang berharga dalam proses mengajar kelak.

Ekspektasi saya pun, benar lah.

Banyak hal yang saya dapatkan, mulai dari feedback atas performance saya, hingga tips teknis yang, WOW, bermanfaat banget pastinya. Namun, ada satu hal yang jadi highlight bagi saya:

BEING MINDFUL is INDEED NEEDED IN PRESENTATION!

Saat itu, kami semua untuk melakukan aksi “LOOK, LOCK, dan TALK”. Menduplikasi apa yang dilakukan oleh trainer, bagaimana body languange, tone, intonasi, dan tentu saja teks yang harus disampaikan. Sepele, kelihatannya. Hingga saatnya saya pun mencoba.

Entah kenapa hal yang kelihatannya sepele tadi justru tersendat-sendat keluarnya. Pikiran saya berusaha memastikan apa saja yang musti saya lakukan, sembari mencoba membaca – mengingat teksnya-, disatu sisi mulut rasanya ingin nyerocos saja untuk bicara. Plus membayangkan reaksi audience yang bermacam-macam. Blup blup blup… begitu keluarnya. Hahahaha! Aduh! Hingga akhirnya saya dengar trainer bilang “ONE MORE TIME, PLEASE!” Rasanya saya seperti ditarik keluar setelah tercebur dalam kolam dan sempat kebingungan melawan agar tidak tenggelam. Hahahahah! saat itulah “Aha” moment saya terjadi. OMG, where have you been? Rasanya demikian kata saya pada diri saat itu.

Maka di ONE MORE TIME kesempatan, saya tarik napas panjang, being totally aware dengan diri saya, rilex, … and VOILAA! Lancar!

Hihihi. Saat itulah muncul satu lagi list di kepala saya akan manfaat being MINDFUL. being totally aware -being here and now– tanpa judgement. JUST ENJOY the moment!

IT DOES HELP TO IMPROVE YOUR PRESENTATION! 

Email signoff bare

Salam,

/katagita