H-A-M-I-L !

Kehamilan adalah sebuah anugrah yang indah. Walau demikian, kabar kehamilan tidak serta merta disambut dengan suka cita. Misalnya saja kehamilan yang diluar rencana, atau hamil ketika keadaan sedang tidak kondusif untuk hamil. Tentu saja berita kehamilan menjadi sebuah, apa ya, hal yang membuat cukup panik.

Misalnya saja saya.

Awal mula saya mengetahui bahwa saya hamil, tentu terkaget-kaget. Karena jujur saja, ini bukan sesuatu yang direncanakan. Saat itu, focus saya sedang berada pada sekolah S3 yang baru dimulai, dan juga karir saya. Dan taa— daaaaa—-! Strip dua yang muncul pada tiga pregnancy test (yap saya coba nge test hingga tiga kali saking gak percayanya!), tetap saja muncul dan bahkan rasanya… semakin jelas.

Panik, mungkin, itu yang saya rasakan. Saya ini lagi heboh-hebohnya bolak-balik Jakarta-Bandung dalam rangka kuliah, plus jungkir balik soal waktu karena juga harus bekerja. Dan sekarang… hamil. Trus gimanaaaa saya bisa menjalani ini semua? Orang hamil kan… repot! Itu yang ada dipikiran saya.

Hal-hal diatas ditambah dengan factor hormonal, membuat hidup saya sedikit kalang kabut. Karena, banyak hal musti saya sesuaikan karena kehamilan ini.

Kemudian, dari sekian banyak wanita hamil, mungkin ada beberapa yang harus menghadapi kehamilannya sendiri, dengan berbagai alasan. Saya pun demikian, harus menghadapi kehamilan sendirian karena memang saya dan pasangan tidak dapat tinggal bersama-sama.

Kombinasi dua hal diatas sungguh membuat saya agak tertekan. Bayangkan, biasanya saya kuat begadang membaca jurnal setelah seharian sibuk bekerja, pada masa trisemester pertama mau melek lewat jam 9 saja perjuangan luar biasa, plus sepanjang hari diserang rasa kantuk dan lelah yang tidak tertahan. Menatap laptop rasanya pedih mata ini, dan mual-mual ingin muntah. Masuk trisemester kedua, mual-mual dan rasa lelah yang sangat mulai hilang, namun sakit kepala pun sering datang menghampiri. Duh!

Belum lagi pengaruh hormone (yes, blame it to hormone !) membuat saya menye-menye akut. Sensitif dan gak tahan sendiri. MANJA BERAT. Yeelah!

Oleh karena itu, supaya tidak merasa sendiri-sendiri banget, saya akan mulai berbagi disini tentang perjalanan kehamilan saya ini. Yang sudah pasti: adventurous! Kebetulan pula, semenjak masuk semester kedua ini saya mulai agak bersahabat dengan laptop. Tidak mual-mual lagi. Hehehehe…

Semoga bermanfaat juga untuk yang lain, karena in the end of the day, saya sadar bahwa kehamilan itu hal yang sangat indah. Sekali lagi ini adalah anugrah dan hal ternatural yang terjadi dimuka bumi ini. Walau sempat panik didepan, sungguh, saya bahagia dengan kondisi ini. Saya jadi ingat kata-kata… (duh saya cari kok ga ketemu) bahwa orang hamil itu bukan berarti lemah dan gak bisa ngapa-ngapain. Saat hamil kita bisa terus produktif dan aktif. Memang perlu penyesuaian-penyesuaian, dan harus diakui, penyesuaian artinya memperluas zona nyaman, yang awalnya tidak enak. Tapi sekali itu dibangun, rasanya akan enak lagi kok (cuma perlu menjalani dan sabar, hehehe). Plus, konon, happy mommy happy baby, tentu saya ingin bahwa baby yang saya lahirkan nanti jadi anak yang happy, sehingga tidak ada alasan untuk tidak happy dengan setiap kondisi yang terjadi, termasuk: being pregnant.

Baeklah, kayaknya cukup deh tulisan ini sebagai pengantar. Sekali lagi, semoga kategori khusus pregnancy journey ini juga bermanfaat buat calon mommy lain.

Kisses,

 

/katagita

 

 

Iklan