(Not really about) PREPARING THE INTERVIEW

Beberapa saat yang lalu saya dihubungi oleh mantan mahasiswa. “Tumben, nih!”, pikir saya. Sangat jarang ada mahasiswa yang sudah lulus menghubungi dosennya… kecuali ada perlu.

Dan yak betul, ybs ternyata hendak meminta tips dari saya. Mahasiswa ini konon akan mengikuti wawancara sebagai bagian dari seleksi penerimaan calon penerbang. Nah, oleh karena itu tulisan saya kali ini adalah tentang kiat sukses menghadapi wawancara (kerja/seleksi). Syahdan saya termenung, memikirkan apa yang akan saya tulis. Karena sejatinya tulisan serupa sudah sangat banyak. Google it, and you’ll find many!

Berikut adalah beberapa tips versi saya:

  1. Syarat mutlak: be your self. Menjadi diri sendiri saat wawancara itu adalah hal yang paling penting. Dimulai dari penampilan: gunakan pakaian yang nyaman untukmu. Nyaman bukan berarti kalau sukanya pakai kaos dan jeans sobek kamu tetap memakainya saat wawancara. Nyaman disini tetap nyaman yang Misalnya kamu orangnya simple dan tidak suka neko-neko, ya gunakan baju simple namun tetap proper. Kalau tidak suka dan nyaman pake heels ya jangan digunakan (kecuali memang dalam interview disebutkan WAJIB memakai sesuatu, artinya kamu bebas menentukan). Jika tidak suka make up tebal, ya tidak usah karena memang tidak perlu. Selain penampilan, menjadi diri sendiri juga wajib ketika kamu menjaawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Jawaban yang muncul dari hati itu terasa dibanding jawaban yang dibuat-buat. Plus, kalau kamu “memalsu” jawaban, sesuatu yang kamu tidak suka kamu bilang suka, jika kemudian kamu harus melakukan yang tidak suka itu setiap hari, bagaimana?
  2. Nah, poin pertama itu akan mudah dilakukan jika persiapan kamu sebelumnya sudah matang. Hmm, maksud saya dengan persiapan adalah bukan apa yang kamu lakukan malam sebelumnya, namun apa yang sudah kamu lakukan selama ini. Have you spent your time wisely? Bagaimana kamu menjalani kehidupan kamu selama ini? Menghabiskan menit demi menit untuk sesuatu yang berharga atau sekedar scrolling hape tanpa akhir apalagi dengan tujuan dan tahu-tahu hari sudah berganti malam? Atau kamu sibuk mengembangkan dirimu, bergabung dengan komunitas peduli lingkungan, melakukan hal yang bermanafaat bagi dirimu dan untuk orang disekitarmu? Nah, bagaimana kamu melakukan nomor 2 ini akan sangat membantu poin 1.
  3. (rasanya poin demi poin sambung menyambung menjadi satu, seperti Indonesia). FIND YOUR PURPOSE(s). Menemukan dirimu, menjadi diri sendiri memang bukan perkara yang mudah. Namun ada hal dapat membantu kita melakukan itu dengan menyenangkan: temukan TUJUAN HIDUPMU. Sebenarnya kamu hidup buat apa, sih? Dengan tahu tujuan hidupmu, kamu bisa kemudian menyesuaikan setiap hal yang kamu lakukan menuju kesana. Ini juga membantu kamu terus termotivasi melakukan hal baik dan menjadikan hidupmu lebih bermakna.

Wah, kenapa tips ini menjadi sangat abstrak ya? Sebenarnya apa yang ingin saya sampaikan cukup sederhana: Find your life purpose, it leads you to create your values of life. It guides you. You just need to do GOOD and ENJOY every single moment. Jika itu selalu dilakukan, saya yakin, wawancara apapun bisa dilalui dengan mudah. Untuk panduannya lagi-lagi cukup buka google (misalnya tips-tips praktis soal pakaian yang harus dipakai, dokumen yang harus dibawa, dst). Sisanya pasti kamu sudah tau apa yang harus kamu lakukan.

Saya ingat tulisan seseorang diinternet, dia menulis bahwa “lucunya, hidup itu seolah-olah membuat kita harus selalu mempersiapkan diri untuk sesuatu”. Saking sibuknya melakukan persiapan, yang terjadi malah kita tidak memperhatikan hal-hal penting yang terjadi disekitar kita, yang kadang tidak terjadi dua kali. Remember, life is a journey, not a destination..

 

salam,

/katagita

Iklan

TIPS DARI RUNTASTIC

Being overweight is preventable and treatable situation. 

Itu adalah kata-kata dari runtastic. Yang bikin saya (yang overweight ini) makin semangat. Btw, hampir seminggu saya tidak joging. Penyebabnya karena saya diluar kota dan tidak punya waktu. Ah klasik banget. Namun sebisa mungkin saya tetap aktif misalnya dengan memaksimalkan langkah dan melakukan gerakan-gerakan ringan semacam squats, plank,  yang bisa dilakukan dimanapun kapanpun. Namun demikian tetap merasa tidak enak juga… Kalau sudah jadi kebiasaan dan tidak dilakukan memang rasanya jadi ada yang kurang. Nah, supaya saya gak larut dalam rasa yang gak enak ini, pagi ini saya dengarkan running story di runtastic. Ada beberapa tips praktis yang diberika, tentang bagaimana ilmu menurunkan berat badan (hmm walau idealnya dengerin ini sambil lari, bukan sambil tiduran seperti saya tadi, hahahaahaha). Tidak sulit sebenarnya, dan yaaa… itu-itu saja…

Ini dia tips yang tadi sudah dijelaskan. Tentu sesuai dengan apa yang saya tangkap dan sudah saya modifikasi kata-katanya.

YOUR JOURNEY TO WEIGHT LOSS: Practical Tips for Success

by Vera Schwaiger (runtastic team)

  1. Ngurangin makan, diet-dietan, bukanlah kunci. Kalau iya, harusnya banyak orang yang sukses soal diet. Nyatanya bermunculan berbagai jenis diet yang ditawarkan. Faktanya adalah: setiap orang tetap butuh kalori untuk energy, supaya tetap bertahan hidup walaupun tidak melakukan apa-apa sepanjang hari, atau disebut basal metabolic rate. Kemudian ada active metabolic rate atau kalori yang dibutuhkan berdasarkan aktivitas harian yang dilakukan. Basal ditambah active, kamu pun dapat rata-rata energy yang kamu butuhkan.
  2. Oleh karena itu, coba untuk bakar 500 kalori lebih banyak setiap hari melalui olahraga, atau kamu bisa menghemat 500 kalori dari makanan. Lakukan selama seminggu, maka hal itu akan setara dengan penurunan berat sebesar 0,5 kg.
  3. Tahan godaan untuk tidak ngemil setelah olahraga.. Hehehe ini yang berat, biasanya setelah olahraga pikiran kita terlalu pintar dan pede dengan berpikir “I deserve this and that”. Oh ya, tips sederhana yang lain: save calories from beverages. Minum yang cantik-cantik itu juga banyak kalorinya loh.. Jadi mendingan swap your drink to water. Karena minum minuman enak tanpa dinyana 500 kalori bisa terkonsumsi hanya dalam sekali slurp, tanpa sadar dan terasa. Belum kalo kita lihat kandungannya. Huhuhuhuhuhuhu!
  4. Nah tapi kadang tricky juga. Yang kalorinya lebih sedikit belum tentu lebih baik. Misalnya ada makanan diet produksi pabrikan yang mungkin hanya sekitar 100 kalori sekali konsumsi, sementara buah, kacang, atau sayur tertentu mungkin lebih dari itu. Nah, disinilah kita perlu lebih bijak dengan tidak hanya memperhatikan kalori, namun juga kandungan. Yang alami jelas lebih baik, dan biasanya efeknya jauh lebih baik pula untuk tubuh. Misalnya, kita jadi kenyang lebih lama, plus efek jangka panjang untuk tubuh jauh lebih baik.
  5. Ingat: don’t obsesse with CALORIES! Sekali lagi penting juga memperhatikan KANDUNGAN.
  6. Sekali lagi, kalori kita butuhkan untuk hidup. Kalori adalah bahan bakar kita, sehingga pastikan bahwa bahan bakar kita BERKUALITAS. Makan lebih sedikit belum tentu kemudian jadi turun berat badannya, karena bisa-bisa malah yoyo effect. Sekali lagi perhatikan hal-hal yang sifatnya lebih
  7. Diet-dietan tidak sehat buat tubuh, sayang gak banyak yang peduli, karena yang penting turun berat badan. Turun cepat, naek cepat, ini yang disebut yoyo effect yang efeknya justru memperlambat metabolism tubuh. Padahal metabolisme tubuh yang baik adalah asset berharga jika kita ingin menurunkan berat badan. Jangan juga dikira makan dalam porsi yang sangat kecil itu selamanya baik. Tricky! Sedikit coklat, satu butir cookies, dua gigit keripik kentang… aaah. Lama-lama menjadi bukit….. EAT MODERATELLY.
  8. Dulu… makanan musti diusahakan, dan aktivitas manusia sungguhlah banyak. Sekarang… makanan gampang banget didapatkan, sehingga kamu musti mengusakan AKTIVITAS. Pilih aktivitas yang memang kamu suka. Ikuti aturan sederhana dalam latihan: kombinasikan latihan endurance dan Misalnya saya suka jogging dan latihan dengan NTC. Keduanya membantu melunturkan lemak dan membentuk otot. Hal ini juga bagus untuk metabolism tubuhmu, bahkan disaat kamu istirahat otot terus membakar! Yeah!
  9. Stick to it at least 3 weeks. Make it habit. Beri tubuhmu kesempatan untuk “terbiasa”. If you fall, stand up and get through. Kamu bisa! That’s how we learned to walk or to ride a bike, isn’t it?
  10. MELANGKAHLAH! Pakai pedometer! Dengan ini kamu bisa lihat berapa langkah yang sudah kamu tempuh setiap hari. Hal ini membantumu untuk tetap aktif dan termotivasi . Set minimum 5000 langkah per hari
  11. Jika sudah…. set goal yang lebih tinggi lagi… 8000 steps? 10000 steps? (kalo kata iklan susu kala itu 10000 langkah/hari juga membantu mencegah osteoporosis)
  12. Starts small: tentu akan jadi memberatkan ketika kamu yang tidak pernah olahraga atau beraktivitas tiba-tiba memiliki goal: olahraga 5x/minggu atau 10000 langkah perhari? Ketika kamu tidak bisa memenuhinya, yang ada justru rasa “gagal” yang bergejolak, dan trickynya, kita jadi merasa… tidak mampu lalu ujungnya… menyerah.

Jadi, daripada demikian, sebaiknya mulai dari goal yang kecil kemudian ditingkatkan dari waktu ke waktu. Don’t too much too fast. Step by step.

  1. Start up with just a few minutes each day. Misalnya stretching 5 menit setiap kali bangun. Jalan pagi 25 menit.
  2. Kombinasikan latihan dalam aktivitas sehari-hari. Misalnya, setiap kali ke toilet, squat tiga kali. Di kursi kerja, do scissors. Walopun sederhana, kalo dilakukan setiap hari.. you will see the result.
  3. Kita selalu memperhatikan kualitas bahan bakar untuk mobil dan lain-lain, tapi justru jarang memperhatikan bahan bakar kita sendiri. Yap, bahan bakar kita kan makanan, jadi, yuk, mulai pilih bahan makanan berkualitas untuk menghasilkan yang terbaik dari kita. Dan… ini bisa dimulai diawal hari: SARAPAN.
  4. DON’T SKIP BREAKFAST. Breakfast is your engine. Important for your body and your brain. Trus sepanjang hari gimana? Makan biasa aja. Yang penting eat moderately, and choose wisely.
  5. Be smart and rely on natural fat burning cycle (4-6 hours between meals). Kalo mulai kruyuk2 diantara waktu makan? Ya minum air putih. Pastikan kalo kamu lapar. Grab fruits, kacang, ah pasti sudah tahu lah ya pilihan yang terbaik itu apa? J
  6. IT’s A MUST: DRINK WATER. Best liquid for your body. Want to add some flavor? Tinggal tambah lemon, jahe, timun, apapun yang kamu butuhkan.
  7. UNSWEETENED TEA is also choice. No soft drink. Di meksiko tingkat konsumsi soft drink sangat tinggi, dan yap, kasus obesitas disini juga tinggi. Kadang, kita berpikir bahwa “sekali-sekali” gak papa bukan? Tapi you may think it all over again: ketika kamu minum A, apakah sekali cukup? Gimana dengan teman-temannya (misanya saya, yang kalo ngeteh musti ada kue, blab la… hehehehe). Kalo alcohol bagaimana? Well, alcohol often stimulates our appetites. We crave for good midnight snack, we need a good hangover breakfast. Efeknya bisa langsung terasa dipinggang. But if it is really necessary for you like you’d die without, as long as you can keep it balance. Hmm..
  8. Nulis “nutrition diary”. Atau log book Coba tulis apa yang kamu makan setiap saat setiap hari. Lalu perhatikan polanya. Garis bawahi makanan yang berkualitas. Pelajari kebiasaanmu. Apa yang menjadi kelemahanmu, apa yang sudah baik. Pada waktu apa kamu merasa lemah, hal seperti apa yang bisa membuat kamu puas. Dari situ, kamu bisa mengelola diri dengan lebih baik dan bisa mengatasinya setiap tantangan yang muncul.
  9. Makan ketika lapar! Kalo sedikit-sedikit lapar?Sekali lagi: belajar mengelola diri. You can’t stop the wave but you can learn to surf!
  10. CRAVING? Ada beberapa pilihan yang kamu bisa lakukan: mengusir keinginanmu (yang biasanya malah jadi makin pengen), atau kamu jalan ke kulkas dan makan coklat sampe habis… lalu merasa bodoh bersalah dan tidak berdaya……

Atau pilihan yang lain: tetap datangi coklatnya. Lihat baik-baik. Cium wanginya. Potong-potong kecil. Ambil sepotong kecil. Rasakan coklat itu didalam mulutmu, rasanya, teksturnya, suhunya., hingga akhirnya kamu telan. Nikmati!. Tidak perlu banyak keeping, kamu pun bisa kembali dengan rasa puas, senang, dan tidak merasa bersalah.

Sekali lagi You can’t stop the wave but you can learn to surf! SURF THE WAVE OF TEMPTATION! MODERATION IS ALWAYS KEY.

  1. STOP CLASSIFYING FOODS as GOOD or BAD. Ingat! Semakin dilarang biasanya kita makin pengen.
  2. Selama kita makan dalam jumlah yang wajar, apapun yang kamu makan sebenarnya oke-oke aja. S dan K-nya adalah: KAMU MUSTI MENIKMATINYA.
IMG_1127 2.JPG

enjoy everything as you were in BALI

  1. Pulang kerja.. laper.. cari makan dan makan.. sambil nonton tv.. atau sambil ngobrol… tau-tau habis. Ini sering banget nih.. Makanya mulai sekarang: FOCUS on YOUR MEAL! Feel how your feeling of fullness kicks in.
  2. BE HERE AND NOW. STARTS ENJOYING EVERY SINGLE THINGS (especially foods) CONSIOULSY. BE MINDFUL! Memang kita pengen cepet-cepet kurus, langsing, tapi.. ini kan bukan roro jonggrang. Enjoy the process. Make it last forever… TAKE YOUR TIME!
  3. Dan ini adalah kunci segala kunci: KEEP GOING

 

Nah, gimana? Praktis dan bener banget, bukan? Yang jelas tips diatas membantu kita membangun kebiasaan yang sustainable,  yang tidak hanya akan membantu kita menurunkan berat badan, namun memiliki hidup yang lebih berkualitas.

Salam,

/katagita

 

You can’t stop the wave but you can learn to surf!

BECOMING MINIMALIST (1)

fumio sasaki cover.jpg

gambar dari sini

Setelah menyeleaikan buku dari Marie “The Art of Tidying Up” , saya pun tertarik dengan buku serupa: Goodbye, things on minimalist living. Sebuah esai dari Fumio Sasaki yang mengajak kita pada pengalamannya menjadi seorang minimalist. Bagaimana tidak minimalis, Sasaki hidup disebuah studio kecil di Tokyo dengan hanya memiliki tiga kemeja, empat celana panjang, empat kaos kaki dan ya sudah itu saja. Perabotan yang dia miliki salah satunya hanyalah tatanami. Ya, dia juga punya alat masak namun itu pun tetap seminimal mungkin.

Lantas apa enaknya ya, hidup dalam segala bentuk keterbatasan? Hmm, pertama, minimalisme tidak sama dengan keterbatasan. Menjadi seorang minimalis berarti kita hanya memilih hal-hal yang esensial yang dibutuhkan. Menurut Sasaki, minimalisme adalah sebuah metode bagi seseorang untuk menemukan apa yang memang sejatinya penting bagi seseorang. Dengan demikian, kesederhanaan itu justru membawa kita pada kebahagiaan dan hidup yang lebih bermakna.

Setiap orang memiliki ceritanya sendiri untuk menjadi latar belakang, dan tidak ada aturan yang saklek tentang bagaimana menjadi minimalis. Namun yang jelas, menurut Sasaki ada beberapa hal yang bisa dijadikan awal bagi kita menjadi minimalis:

  1. Informasi dan material yang overload

  2. Perkembangan teknologi dan servis yang memungkinkan kita untuk tidak memiliki banyak hal seperti dimasa lalu.

  3. Gempa bumi di Jepang.

Alasan satu dan dua bisa jadi dengan mudah kita terima karena sangat relevan dengan yang terjadi saat ini. Informasi itu sekarang bebas dan tak terbatas, kita bisa dapatkan dimana saja dan kapan saja, bahkan seringnya kebanyakan. Tidak tahu sesuatu, kita tinggal google. Ingin tahu bagaimana caranya melakukan sesuatu, kita tinggal youtube. Bahkan kadang-kadang kita tidak ingin tahu apa-apa, teman atau sistem yang otomatis memberitahukannya kepada kita. Selain itu, teknologi yang semakin maju membuat kita semakin mudah dan praktis. Smartphone memudahkan kita melakukan banyak hal. Smartphone bahkan mungkin sudah kehilangan fungsinya sebagai telepon karena sudah beralih fungsi menjadi laptop, agenda, kalkulator, atau dengan lain personal assistant kita. Servis? Yap, siapa yang butuh punya mobil sendiri kalo ada uber dimana-mana? Kenapa musti repot kalo abang gojek siap nganter kamu ke sebuah tujuan dan juga nganterin makan malam buat kamu?

Nah, yang ketiga: gempa bumi di Jepang, mungkin terdengar tidak relevan. Namun bukankan bencana mengingatkan kita pada kematian, dan kematian bisa terjadi dimana saja, kapan saja? Plus, ketika kita mati, bukankan kita tidak membawa apa-apa?

Jadi, apakah kamu siap menjadi seorang minimalist dan menikmati hidup?

Mengamalkan Pancasila

Kemarin, 1 Juni, adalah hari lahirnya pancasila. Minggu ini juga dijadikan sebagai pekan Pancasila. Pas pula dengan isu keberagaman yang sedang dipertanyakan dinegara kita tercinta ini. Didukung dengan kemudahan dan popularitas social media, maka tagar #sayapancasila #sayaindonesia #pekanpancasila lengkap dengan unggahan foto dengan template yang sama pun marak dimana-mana. Saya pun termasuk yang ikut meramaikan, dan juga salah satu yang merasa bangga dengan Pancasila dan merasa berjiwa Pancasila.

Namun postingan Nina Moran diinstagram pribadinya membuat saya bertanya-tanya, “Oh iya ya, apa benar saya Pancasila?” jangan-jangan saya cuma ikutan trend. Nina Moran mempertanyakan hal yang sama, ini orang pada ramai-ramai mendeklarasikan  bahwa #sayaPancasila, mengapload gambar mereka berdampingan dengan Pancasila, tapi apa benar mengamalkan Pancasila itu sendiri? Menjadikan Pancasila sebagai dasar kehidupan sehari-hari?

Nah, sebagai salah seorang yang “tersentuh” (kalau ga mau dibilang tersindir, hehehe) saya pun segera menjelajah butir-butir Pancasila. Butir-butir ini sebenarnya bisa kita maknai sebagai panduan praktis ketika kita mau mengamalkan Pancasila. Ohya, butir-butir Pancasila ini sudah tidak berjumlah 36 lagi kayak waktu di SD (lah ketauan umur), namun sudah menjadi 45.

Berikut butir-butir tersebut:

Sila pertama: Ketuhanan Yang Maha EsaBangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

1.      Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

2.      Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

3.      Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

4.      Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.

5.      Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.

6.      Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

Sila kedua: Kemanusiaan yang adil dan beradab

1.      Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.

2.      Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.

3.      Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.

4.      Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.

5.      Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.

6.      Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

7.      Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.

8.      Berani membela kebenaran dan keadilan.

9.      Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.

10.  Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

Sila ketiga: Persatuan Indonesia

1.      Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.

2.      Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.

3.      Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.

4.      Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.

5.      Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

6.      Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.

7.      Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

Sila keempat: Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaran / perwakilan

1.      Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.

2.      Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.

3.      Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.

4.      Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.

5.      Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.

6.      Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.

7.      Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.

8.      Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.

9.      Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.

10.  Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.

Sila kelima: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

1.      Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.

2.      Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.

3.      Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.

4.      Menghormati hak orang lain.

5.      Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.

6.      Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.

7.      Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.

8.      Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.

9.      Suka bekerja keras.

10.  Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.

11.  Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Nah, praktis sekali bukan sebenarnya, butir-butir Pancasila itu untuk kita gunakan sebagai panduan hidup kita sehari-hari? Pssst… Kalau saya masih ada PR disila 4 butir 2 (masih suka memaksakan kehendak 😀 ) dan juga sila 5 butir 7 (mentang-mentang dah bisa cari duit sendiri trus suka boros. #uhuk ). Untuk yang saya merah-merahi, waah… PR juga, tapi buat siapa? Kepercayaan itu kan sebenarnya refleksi dari bagaimana wakil yang (dulunya) kita percaya bisa dipercaya? (#uhuk juga). Hmmm,

Eniwey. Baiklah. Saya akan belajar kembali bagaimana menjiwai Pancasila dengan sesungguhnya, yakni dengan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Karena, saya masih memiliki harapan besar pada Indonesia.

Kalau sudah cinta dan mendarah daging, kadang kesel, kadang kecewa, namun tetap saja cinta. Gak bisa jauh-jauh darinya. Mau kemanapun juga, disinilah aku kembali. Indonesia, marilah kita menjadi bersama. Hidupku cuma sekali, tentu tak akan kusia-siakan ini. Bersamamu. Indonesia. 

Bagaimana dengan kamu??? 

pancasila.jpeg

#sayaPancasila #sayaIndonesia

 

salam,

/katagita

Yakin, sudah benar?

Suatu hari ibu membawa sepiring mie. Katanya, ”Nih dimakan!” Saya cuma mengangguk pelan. Yang jelas, yang saya pikirkan saat itu adalah, ”Hidih makanan apaan itu? Mie tapi warnanya abu-abu tak jelas. Memang sih, berpadu dengan irisan bawang goreng dan daun seledri  juga sambal, tapi warna dan bentuk mie-nya lho! Gak jelas! Pasti tidak enak!” (Dan terus terang saya malas memakannya).  Namun karena dilihatin ibu, saya pun megambil mie tersebut dan meyuapkannya kemulut. Memakannya.

Dan, ehm, harus diakui, rasanya jauh dari tampilannya. Mienya kenyal, enak dan gurih. Belakangan saya tau bahwa makanan tersebut bernama mie lethek. Lethek atau kotor seperti warnanya yang abu-abu tak jelas, karena mie tersebut berbahan utama dari ketela. Bukan karena basi atau beneran kotor.

Nah, sebenarnya pengalaman saya dengan mie lethek tadi pasti juga sering dialami oleh semua. Hanya dengan penilaian sekilas pertama atas sesuatu, kita pun membuat JUDGEMENT atau PENILAIAN.

Ada dua hal yang terjadi saat kita melakukan judgement atau penilaian: filtering dan inference. Saat melakukan filtering atau penyaringan, kita cenderung melihat hal yang bisa kita lihat dan ingin kita lihat saja dan mengabaikan hal-hal lain. Dengan melakukan interference atau kesimpulan, kita melengkapi informasi yang sudah kita saring tadi, yang seringnya melampaui kebenaran yang sesungguhnya (karena sebenarnya kita belum memiliki informasi yang lengkap).

Hal ini lah yang terjadi saat saya membuat penilaian soal mie yang dibawa ibu. Melihat tampilan mie saja  dan sudah menolak duluan tanpa mencoba. Untung yang memberi ibu saya, sehingga saya (walau awalnya terpaksa) pada akhirnya tidak melewatkan kesempatan menikmati makanan enak.

Jadi, membuat penilaian dengan cepat itu tidak salah, karena memang ini mekanisme umum yang terjadi untuk membantu kita lebih mudah memahami dunia. Kalau tidak, ibarat mesin, bisa-bisa kepala kita meledak karena overheat kebanyakan mikir. Namun, jika kita mengandalkan segalanya dengan judgement singkat, atau bahkan membuat keputusan atas sesutu berdasarkan penilaian yang ternyata belum tentu benar, apakah sudah bisa dibilang  tepat?

being wise.png

gambar dari sini 

Apa yang harus saya siapkan?

Melihat perkembangan dunia yang begitu cepat dan pesat, sebagai generasi muda kita mungkin tidak agak cemas juga, apalagi yang saat ini masih belum memiliki karir. Jangankan karir, mau ngapain setelah lulus sekolah saja masih bingung. Daripada kita cemas akan hal yang belum jelas, sebaiknya kita mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya saja. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan:

mindset.jpg

gambar diperoleh dari sini 

(positive) MINDSET.

Mindset adalah a set of beliefs or a way of thinking that determines one’s behaviour, outlook and mental attitude. Artinya, mindset ini akan menentukan bagaimana sikap dan  perilaku dalam menghadapi segala kesempatan dan tantangan didunia ini. Viktor Frankl, seorang professor psikologi yang pernah menjadi tawanan di kamp konsentrasi dan tetap hidup, menuliskan dalam bukunya: bahwa alih-alih dia tenggelam dalam kesengsaraan menjadi tanpa kebebasan dan penuh keterbatasan, Frankl justru fokus pada apa-apa saja yang bisa dilakukannya setiap hari: mensyukuri matahari yang terbit hari itu, membantu mereka yang lebih menderita disitu, itulah yang membuat dia terus bertahan dan hidup. Dan yang jelas seperti itulah mindset yang sebaiknya  kita miliki.

BE THE A GENERATION

Gap antara generasi itu akan selalu ada di tahun berapapun. Kebetulan saja, isu tentang generation gap menjadi mengemuka, salah satunya karena teknologi. Teknologi yang membuat kita bisa mendapatkan berbagai informasi tentang apapun, sehingga rekognisi kecil dari generasi tertentu pun bisa menjadi perhatian. Namun perlu diingat, ini bukan isu baru. Pada jaman kapanpun, sebuah organisasi akan selalu diwarnai dengan orang-orang beda generasi, benar? Oleh karena itu, salah satu kunci sukses adalah menjadi A Generation atau Adaptive Generation. Artinya, mau bagaimanapun komposisi diorganisasi atau suatu tempat, kita akan siap dan mampu beradaptasi. Setiap generasi memiliki karakteristik unik, nah kekuatan kita adalah ketika adaptif dengan semua keunikan yang ada.

generetion.jpg

gambar diperoleh dari sini 

Miliki ROLE MODEL!

Ternyata, memiliki role model atau tokoh teladan itu adalah hal yang perlu dilakukan. Kenapa? Karena dari role model tersebut kita belajar sesuatu. Melalui role model tersebut kita bisa mencontoh bagaimana filosofi hidupnya, apa kebiasaan sehari-harinya hingga bagaiman saat dia menghadapi kesulitan dan kegagalan. Jadi, miliki role model dan pilih mereka yang terbaik, ya!

KNOW YOUR SELF!

Kenali dirimu dan apa maumu. Jangan cuma ikut-ikutan! Siapa kamu? Apa yang kamu mau? Apa passion kamu? Apa tujuan hidupmu? Dengan kenal diri maka kita tau apa yang sedang dan akan kita lakukan sehingga setiap detik yang berlalu tidak hanya kesia-siaan. (to help, kalian bisa baca tulisan #serimengenaldiri disini 🙂 )

yourtime is limited

gambar didapat dari sini 

DON’T WASTE YOUR TIME!

Masih berhubungan dengan poin sebelumnya, waktu adalah harta paling berharga didunia, sehingga harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, kita harus belajar memilah mana yang memang perlu jadi perhatian kita dan mana yang tidak. Daripada sibuk cemas mikirin nanti hujan atau tidak, gimana kalau kita siapin payung saja? Artinya, daripada ngabisin waktu untuk sesuatu yang diluar kontrol kita, kenapa tidak kita lakukan apa yang bisa kita lakukan saja untuk memanimaliasir situasi yang tidak kita inginkan atau memaksimalkan situasi yang kita inginkan?

PERSISTENCE!

Pantang Menyerah! Alih-alih kita putus asa karena masalah, kenapa tidak kita belajar dan menjadi besar melalui masalah yang terjadi?

RATHER THAN SHRINKING AWAY FROM YOUR PROBLEMS,

GROW BIGGER THAN THEM

ZIG ZIGLAR

 

(Tips ini didapatkan dari Adi Pakaryanto, Head of Corporate Human Capital Triputra Group  dalam sebuah sesi dimana beliau sebagai dosen tamu di Bina Nusantara University, Jakarta)

 

Our time is limited.

Semua pasti setuju bahwa waktu kita hidup sangat terbatas. Hidup pasti akan berakhir, namun kapan kepastiannya kita tidak pernah tahu. Oleh karena itu, kita pasti setuju bahwa artinya, hidup yang hanya sebentar dan penuh misteri ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-sebaiknya. Namun pernahkan kita berpikir dan melakukan evaluasi diri, tentang penggunaan waktu kita selama ini? Kita berada di periode waktu kehidupan kita yang manakah? Sudah bijakkah kita dalam menggunakan waktu yang berharga ini?

Silakan jawab pertanyaan dibawah ini. Tenang, ini adalah pertanyaan non-judgmental. Tidak ada yang salah atau benar selama memang sesuai dengan diri anda 🙂

  1. Berapa banyak dari waktu anda yang dipakai untuk memikirkan masa lalu?

  2. Berapa banyak dari waktu anda yang dipakai untuk memikirkan saat ini dan kini?

  3. Berapa banyak dari waktu anda yang dipakai untuk memikirkan tentang masa depan?

Untuk mempermudah, silakan pikirkan jawaban atas pertanyaan berikut ini: seberapa sering anda memikirkan dan terbawa dengan ingatan tentang hal-hal yang telah terjadi? Seberapa sering anda terkoneksi, benar-benar berkonsentrasi dengan apapun yang sedang anda lakukan saat ini? Seberapa sering anda menghabiskan waktu membayangkan masa depan, dan menjadi khawatir tentang hal-hal yang mungkin akan menimpa anda?

the energy model

 

gambar dari linkedin

 

“The Energy Model” mencoba menjelaskan posisi anda saat ini, dan menetukan energy anda banyak dihabiskan untuk bagian mana dari kehidupan ini. Apakah masa lalu (memory driven), masa depan (dream driven), atau masa kini (reality driven).

Kira-kira, model mana yang paling baik? Yang jelas, ada sebuah quote yang cukup baik untuk menjadi pembelajaran kita supaya dapat menjalani hidup dengan lebih berkualitas dan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.

 

“You can’t change the past.

But you can ruin the present by worrying about the future.”

#serimengenaldiri #selfimprovementseries

(inspired by: Krogerus dan Tschäppeler. 2011. The Decision Book. Profile Books LTD: London. )